HeadlineOgan Komering Ulu

PEMKAB OKU KUKUHKAN TIM PERCEPATAN AKSES KEUANGAN DAERAH

* PICU SEMANGAT KEMBANGKAN EKONOMI DAERAH

BATURAJA, MEDIASRIWIJAYA – Berbicara mengenai pengembangan ekonomi daerah, maka tak lepas dari bahasan bagaimana memperluas akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat di suatu daerah. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, salah satu perluasan akses keuangan yang diprioritaskan oleh Pemerintah Daerah adalah akses pembiayaan yang lebih mudah, murah, dan terjangkau, sehingga dapat mendorong penurunan tingkat kemiskinan, mempersempit jurang ketimpangan, dan meningkatkan usaha ekonomi kerakyatan. Untuk itu, dibentuklah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mana keanggotaan timnya dikukuhkan pada Selasa, 15 Juni 2021 bertempat di Kantor Bupati OKU, Ruang Rapat Abdi Praja. Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Bupati OKU beserta jajaran OPD, Forkompinda Kab. OKU, OJK KR 7 Sumbagsel, BI Kantor Perwakilan Sumsel, Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Sumsel, Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, dan perwakilan Industri Jasa Keuangan di OKU.
Mengawali kegiatan pengukuhan TPAKD Kab. OKU, Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho memperkenalkan TPAKD sebagai tim sekaligus forum koordinasi yang bekerja untuk mempercepat akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa lembaga keuangan yang ada di daerah, sehingga dapat mempercepat pengembangan ekonomi daerah di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
“Saat ini OKU sudah memiliki infrastruktur lembaga jasa keuangan yang cukup lengkap, dari industri Perbankan, Pasar Modal, maupun Industri Keuangan Non Bank, dan berkinerja cukup baik, meski di masa pandemi”, lapor Untung. Tercatat per April 2021 penyaluran kredit perbankan sebesar Rp4,42 Triliun atau tumbuh 10,7% (yoy), penyaluran pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan sebesar Rp473,7 Miliar atau meningkat sebesar 1,34% (ytd), dan investor Pasar Modal sebanyak 4.002 investor dengan nilai transaksi jual beli saham mencapai Rp27,5 miliar.
Selanjutnya, guna mempercepat pemulihan ekonomi daerah, Untung berharap adanya sinergi dan komitmen yang baik dan konsisten dari berbagai pihak dalam meningkatkan ketersediaan berbagai produk serta layanan keuangan formal. Sebagai contoh program kerja TPAKD yang dapat dilakukan adalah business matching, yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan modal pembiayaan usaha dengan produk layanan sebagai bagian dari bisnis usaha lembaga jasa keuangan. Kondisi tersebut akan menciptakan peluang ekonomi yang mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dengan kapasitas dan kapabilitas yang lebih produktif untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Merespon laporan dari OJK KR 7 Sumbagsel, setelah mengukuhkan anggota TPAKD Kab. OKU, Plh. Bupati OKU, H. Edward Chandra memberikan instruksi dan arahan, bahwa TPAKD harus segera bekerja, dimulai dengan melakukan identifikasi potensi ekonomi dan permasalahan dalam mengakses lembaga jasa keuangan, serta mengagendakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang mengajak seluruh stakeholder Industri Jasa Keuangan. Edward menyampaikan bahwa meskipun dari kinerja industri jasa keuangan telah menunjukkan masyarakat OKU sudah cukup dalam mengakses keuangan, namun di lapangan tetap terdapat kendala, khususnya dalam penyaluran KUR, misalnya terkait dengan jaminan atau agunan, dan akses pembiayaan KUR bagi masyarakat desa. Edward berharap dengan dibentuknya TPAKD ini dapat mendorong badan usaha yang ada di desa-desa melalui BUMDes untuk mengakses produk dan layanan lembaga jasa keuangan, baik dari segi pembiayaan maupun pendampingan.
“Hadirnya TPAKD ini memotivasi semangat kami agar perkenomian masyarakat dapat disupport melalui program pemerintah, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan perhatian langsung, karena di masa pandemic ini sektor UMKM menjadi sektor yang diandalkan dalam pemulihan ekonomi”, ujar Edward dalam penutup arahannya. (rel)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *