EkonomiNasionalPalembangSUMSELUncategorized

Satu Liter Bawa Kebaikan Sejuta Rakyat

Teks foto: Lokasi operasional Sumur Cantik Sele Raya Belida Muaraenim.

  • Komitmen Emban Amanah Wujudkan Swasembada dan Ketahanan Energi Nasional

LEMBAK, MEDIASRIWIJAYA – Berseragam batik PNS, seorang wanita yang usianya sekitar 25 tahun tampak santai mengendarai motornya melewati jalan operasi Sumur Cantik, Sele Raya Belida Lembak Muara Enim, Senin (8/6). “Mbak, kok lewat jalan ini?” pertanyaan ini dilontarkan ke wanita ini. Dan dengan senyum kecil, dia menjawab. “Melewati jalan ini saya bisa lebih cepat sampai ke lokasi tempat saya mengajar di salah satu SD di wilayah Belida ini. Alhamdulilah meski tidak diaspal tapi kami terbantu dengan adanya jalan ini,” ujarnya.

Lokasi Lapangan Cantik, wilayah kerja PT Sele Raya Belida yang terletak di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Operasional Sumur Cantik yang berdiri di lahan seluas 1,2 hektare dan dilengkapi delapan sumur produksi. Secara keseluruhan, wilayah kerja ini mencakup empat lapangan produksi dengan total area operasional mencapai sekitar delapan hektare.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri menyebutkan bahwa industri hulu migas saat ini menghadapi tantangan besar, mengingat minyak dan gas merupakan sumber daya yang tidak terbarukan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk menekan laju penurunan produksi alami, melakukan eksplorasi wilayah baru, serta pengeboran eksploitasi.“Saat ini kita mengemban amanah mewujudkan swasembada dan ketahanan energi nasional. Satu liter pun produksi tidak boleh turun. SKK Migas bersama KKKS harus mampu menjaga tingkat produksi sekaligus menemukan cadangan baru melalui kegiatan eksplorasi. Bahwa seluruh kegiatan operasional hulu migas dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan standar keselamatan yang berlaku, serta berada dalam pengawasan ketat SKK Migas. Salah satu wilayah operasional ya di Sumur Cantik ini. Sumur Cantik sedang walk off namun masih banyak kegiatan di sini yang sedang bekerja di area operasi sumur ini, “ ujar Syafei.

Teks foto: saf – Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri.

Apa yang disampaikan Syafei ini bukan tidak beralasan. Komitmen tegas bahwa “Satu Liter pun Produksi tidak Boleh Turun” adalah bagian dari ketegasan manajemen SKK Migas dan KKKS. Sesuai tupoksi, SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) berperan sebagai pengawas dan pengendali operasional hulu migas, sedangkan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah perusahaan yang melakukan eksplorasi dan produksi. SKK Migas memastikan pengelolaan migas memberi manfaat maksimal bagi negara tercinta, Republik Indonesia ini.

Perusahaan yang berada di bawah naungan SKK Migas dan KKKS wilayah Sumatera di antaranya

PT Sele Raya Belida.

Berdasarkan data terbaru per pertengahan 2026, PT Sele Raya Belida terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah kerjanya:

  • Peningkatan Produksi Terkini: Sele Raya Belida berhasil meningkatkan produksi migas secara signifikan, dengan salah satu pencapaian mencatat produksi lebih dari 800 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada awal 2024 dan menargetkan peningkatan berkelanjutan.
  • Temuan Cadangan Baru: Pengeboran Sumur Sungai Anggur Selatan-2 (SAS-2) sukses menemukan cadangan migas baru, dengan kemampuan alir tercatat sebesar 856 barel minyak per hari dan 3,257 MMSCFD gas, yang memperkuat potensi produksi ke depan.
  • Strategi Re-entry: Perusahaan melakukan re-entry pada sumur-sumur eksisting (seperti Sumur Sungai Anggur Selatan-1) untuk mengerek produksi, sejalan dengan target SKK Migas untuk meningkatkan produksi hulu migas nasional.
  • Wilayah Operasional: Operasional difokuskan di Wilayah Kerja (WK) Belida yang mencakup beberapa lapangan produksi dengan area operasional terintegrasi.

Kinerja positif ini merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada 2030.

Teks foto: saf – Paparan kinerja Sele Raya Belida Lembak dalam proses produksi minyak pada kegiatan Media Field Trip SKK Migas & KKKS, Senin 8 Juni 2026.

PT Sele Raya Merangin Dua

Produksi minyak PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD) sempat mencapai angka 2.300 BOPD (Barrel Oil Per Day) pada awal 2024, didorong oleh keberhasilan pengeboran sumur West Belani-18. Perusahaan ini beroperasi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dan merupakan bagian dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) di bawah SKK Migas.

Berikut adalah poin penting terkait produksi SRMD:

  • Peningkatan Produksi: Kenaikan signifikan terjadi setelah penambahan pengeboran di lapangan West Belani.
  • Lokasi Operasi: Area operasi berpusat di Kecamatan Rawas Ilir, Musi Rawas Utara.
  • Aliran Produksi: Minyak yang dihasilkan dari sumur-sumur produksi dialirkan melalui block station PT SRMD.
  • Penyaluran: Produksi minyak mentah dari PT SRMD disalurkan melalui Oil Transportation Agreement (OTA) ke Pertagas.

Medco E & P Grissik Ltd:

Medco E&P Grissik Ltd (MEPG) berfokus utama pada eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya sebagai pengelola Blok Corridor di Sumatera Selatan. Kegiatan utamanya meliputi perawatan sumur (well service), kerja ulang (workover) untuk meningkatkan produksi, serta pengelolaan aset migas strategis

Berikut adalah rincian kegiatan Medco E&P Grissik Ltd:

  • Produksi dan Eksplorasi Migas: Melakukan operasional rutin, peningkatan produksi, dan well service (perawatan sumur) di Blok Corridor untuk meningkatkan hasil migas.
  • Pengelolaan Blok Corridor: Mengelola Blok Corridor yang merupakan salah satu pemasok gas penting di Indonesia.
  • Pengelolaan Lahan dan Kehutanan: Melakukan pengelolaan areal kawasan hutan dan pengembangan teknologi geotagging untuk tata kelola kehutanan, bekerja sama dengan universitas lokal.
  • Program Pemberdayaan Masyarakat: Menjalankan program CSR, termasuk pembangunan fasilitas air bersih, sanitasi, serta sarana umum/sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
  • Keberlanjutan dan Tata Kelola: Menerapkan sistem manajemen anti-penyuapan dan praktik bisnis yang baik dalam operasionalnya

Pertamina Hulu Energi Jambi Merang

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang adalah anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), serta merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 – Sumatra. Perusahaan ini beroperasi di Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang yang meliputi area di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Berikut adalah informasi utama mengenai operasional dan profil perusahaan:

Operasi & Produksi Migas

  • Kontribusi Utama: Wilayah Kerja Jambi Merang merupakan salah satu penopang produksi gas bumi utama yang menyuplai kebutuhan energi regional.
  • Temuan Baru: Berdasarkan penemuan dari pengeboran sumur eksplorasi Padang Pancuran PPC-01, PHE Jambi Merang sukses menambah potensi produksi minyak yang mulai berproduksi (on stream) pada akhir tahun 2025.
  • Sinergi Daerah: Perusahaan mengelola aset energi dengan pengawasan SKK Migas dan bersinergi bersama BUMD daerah, seperti melalui pengalihan Participating Interest (PI) 10% kepada PT Sumsel Energi Merang.

Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (CSR)

  • Keanekaragaman Hayati: Perusahaan memiliki komitmen pelestarian alam, termasuk konservasi Gajah Sumatera, primata Uwo Ungko, dan tanaman endemik Sumatera Selatan.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Mengembangkan program binaan untuk masyarakat lokal, seperti meresmikan rumah produksi madu Sabak di wilayah Tanjung Jabung Timur

Tately NV

Tately NV adalah perusahaan migas asal Malaysia yang beroperasi di Indonesia, berfokus pada eksplorasi dan produksi, khususnya di wilayah Palmerah (Jambi) dan pernah di blok Lariang. Kegiatan utamanya meliputi operasi lapangan migas, penyediaan jasa terkait (termasuk HPU dan keamanan), serta program CSR seperti pembinaan gizi.

Berikut adalah rincian kegiatan utama Tately NV:

  • Eksplorasi dan Produksi Migas: Tately NV aktif sebagai kontraktor kontrak kerja sama di bidang minyak dan gas bumi.
  • Studi dan Pengeboran: Melakukan studi geologi dan pengeboran, termasuk rencana eksplorasi di blok tertentu seperti Blok Lariang.
  • Pengelolaan Blok Palmerah: Memegang konsesi atau hak pengelolaan blok minyak dan gas di Palmerah, Jambi.
  • Penyediaan Peralatan dan Layanan Teknis: Menyediakan layanan sewa peralatan seperti HPU (Hydraulic Power Unit).
  • Jasa Keamanan Lapangan: Melibatkan penyediaan tenaga dan sistem pengamanan untuk menunjang operasional.
  • Kegiatan Sosial (CSR): Melaksanakan program pembinaan kesehatan, penyuluhan gizi seimbang bagi ibu hamil/balita, serta monitoring program pemberdayaan keluarga di sekitar wilayah operasi

Medco E&P Indonesia

PT Medco E&P Indonesia adalah anak perusahaan utama dari PT Medco Energi Internasional Tbk yang fokus pada eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi sejak 1980, perusahaan memiliki aset produksi di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, serta Natuna.

Berikut adalah informasi kunci mengenai Medco E&P Indonesia:

  • Profil Perusahaan: Berdiri sejak 13 Desember 1980 dan didirikan oleh Arifin Panigoro, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan energi terpadu swasta terbesar di Indonesia.
  • Fokus Operasional: Eksplorasi, pengeboran, dan produksi minyak dan gas bumi (migas), baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).
  • Wilayah Kerja (Aset):
    • Sumatra: Blok A, Rimau, South Sumatera, dan Lematang.
    • Jawa:
    • Kalimantan: Tarakan dan Simenggaris.
    • Natuna: Operator di South Natuna Sea Block B.
  • Kemitraan: Beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas (dahulu BPMIGAS).
  • Manajemen: Berbasis di Jakarta, berlokasi di The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan.
  • Ekspansi & Anak Usaha: Melalui MedcoEnergi, perusahaan juga berinvestasi pada energi terbarukan (Medco Power) dan pertambangan (Amman Mineral).

Medco E&P juga aktif dalam melakukan eksplorasi di wilayah kerja baru dan berupaya meningkatkan produksi untuk mendukung kebutuhan energi nasional

Pertamina Hulu Rokan Zone 4

Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 adalah bagian dari Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina yang berfokus pada eksplorasi dan produksi migas di Sumatera Selatan, dengan pusat operasional di Prabumulih. Zona ini mencatatkan kinerja impresif dengan produksi minyak menembus 30.000 BOPD pada September 2024 dan menargetkan produksi tinggi di 2026 melalui pengeboran masif dan teknologi.

Berikut adalah informasi kunci seputar PHR Zona 4 per tahun 2025-2026:

  • Lokasi Operasional: Berpusat di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
  • Kinerja Produksi (Per 2025-2026):
    • Minyak: Produksi harian berhasil menembus rekor, dengan rata-rata di atas 27.000 – 30.000+ BOPD.
    • Gas: Mencatatkan produksi gas yang signifikan, mencapai 792 MMSCFD dalam laporan terbaru (2026)
  • Strategi Peningkatan: Fokus pada development drilling (pengeboran pengembangan) dan teknologi mutakhir untuk memaksimalkan produksi reservoir. [
  • Target 2026: Pertamina EP Zona 4 menargetkan produksi minyak 30.305 BOPD dan gas 485 MMSCFD, didukung oleh inovasi pengeboran dan teknologi.
  • Keamanan Operasional: PHR Zona 4 menjalin kerja sama erat dengan Polda Sumsel untuk memastikan keamanan operasional hulu migas.
  • Kualitas & Keamanan: Operasi dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, terbukti dengan kinerja unggul dalam subsurface dan pengeboran.

Zona 4 merupakan kontributor penting bagi produksi migas nasional, terutama dalam mendukung target swasembada energi

SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi): Resmi dibentuk dan beroperasi sejak tahun 2013. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2013, menyusul dibubarkannya BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi pada 13 November 2012. Sementara, KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama): KKKS sudah beroperasi jauh sebelum SKK Migas terbentuk, karena konsep kontrak kerja sama (production sharing contract) sudah lama digunakan dalam industri migas Indonesia. Namun, sejak 2013, KKKS berada di bawah pengawasan dan koordinasi SKK Migas, bukan lagi BPMIGAS.

SKK Migas telah melaksanakan kegiatan yang mendorong multiplier effect (efek berganda) hulu migas secara intensif, terutama sejak tahun 2021. Meskipun fungsi pengawasan kegiatan hulu migas telah dimulai sejak lembaga pendahulunya (BPMIGAS) berdiri pada tahun 2002, fokus yang lebih masif dan terstruktur untuk mendorong efek berganda—seperti optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), keterlibatan vendor lokal, dan pengembangan masyarakat—meningkat signifikan pada tahun 2021 dan berlanjut hingga 2026.

Dilansir dari laman Times Indonesia, 20 Oktober 2021, bahwa faktanya,  SKK Migas dan KKKS dorong multiplier effect industri Hulu Migas pada perekonomian nasional dan daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung. “Sektor hulu migas memberikan dampak positif bagi pundi-pundi pemerintah daerah dengan adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah dimana proyek berada untuk pengadaan barang/jasa senilai US$1 juta. Selain itu, efek berganda industri hulu migas bagi pemerintah daerah juga dirasakan melalui penerapan kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan participating interest. Sektor hulu migas merupakan satu-satunya industri di Indonesia yang menerapkan kedua kebijakan tersebut untuk daerah penghasil migas. Bagi daerah penghasil, DBH Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.  DBH diharapkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas. Sedangkan dampak tidak langsung dari sektor hulu migas adalah terciptanya bisnis penyedia barang dan jasa lokal, kesempatan lapangan usaha, kesempatan kerja penyerapan tenaga kerja lokal, dan adanya tanggung jawab sosial yang diemban setiap KKKS pada wilayah kerjanya. Besarnya efek berganda industri migas pada industri lain membuat SKK Migas menerapkan kebijakan untuk tetap menjalankan operasi hulu migas ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, pada 2020,” kata Kepala Satuan Kerja Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto, ketika itu.

Masih menurutnya, keberadaan industri hulu migas beserta penunjangnya telah memberikan dukungan bagi kelangsungan industri lain, terutama di masa pandemi Covid-19. Dan dampak yang ditimbulkan sektor hulu migas tersebut tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis, tetapi juga non-teknis. Terus beroperasinya usaha-usaha tersebut di seluruh wilayah operasi hulu migas membuat pendapatan daerah tetap terus bergulir. “Di saat industri hulu migas tidak menghentikan kegiatan operasionalnya, maka industri yang terkait langsung maupun tidak dengan hulu migas tetap berjalan,” ujar Dwi, Rabu (20/10/2021). Masih dikutip dari laman Times Indonesia.

SKK Migas dan KKKS bahu-membahu meningkatkan efek berganda pada wilayah operasi hulu migas melalui kewajiban KKKS untuk melakukan pembinaan seperti pelatihan, memberikan kesempatan untuk uji produk termasuk teknologi tinggi, serta pembinaan melalui Program Pengembangan Masyarakat di sekitar wilayah kerja operasi. Program Pengembangan Masyarakat tersebut dilaksanakan tidak dalam bentuk dana, melainkan dalam bentuk program (inkind).

Poin-poin penting terkait pelaksanaan multiplier effect oleh SKK Migas:

  • Tahun 2021: SKK Migas merealisasikan 3 program kerja utama untuk multiplier effect, termasuk penilaian vendor dalam negeri, Centralized Integrated Vendor Database (CIVD), dan kepatuhan rantai suplai.
  • Forum Kapasitas Nasional: Sejak tahun 2021, SKK Migas menyelenggarakan Forum Kapasitas Nasional untuk menampilkan industri binaan hulu migas dan meningkatkan penggunaan produk lokal.
  • Penguatan Industri Lokal: SKK Migas terus mendorong peningkatan peran industri nasional dan lokal, salah satunya melalui program pembinaan pabrikan dalam negeri untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam rantai suplai migas.
  • Implementasi 2025-2026: SKK Migas terus meningkatkan efek berganda melalui kebijakan TKDN yang tinggi (mencapai 60% pada non-PSN) dan keterlibatan BUMD serta UMKM dalam operasional hulu migas.

Secara keseluruhan, multiplier effect ini bertujuan agar industri hulu migas tidak hanya memberikan penerimaan negara, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja.

Multiplier effect Hulu Migas adalah komitmen mutlak, semoga harapan “Satu Liter pun Produksi tidak Boleh Turun” adalah asa bersama seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia, sebagai perwujudan menjalankan dan mengemban amanah mewujudkan swasembada dan ketahanan energi nasional. Semoga. (safta)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *