EkonomiHeadlineNasional

Adaptasi Teknologi Kilang Minyak Jadi Alat Pengasap Ikan Rendah Emisi, Kilang Plaju Curi Perhatian di Invirotech 2026

JAKARTA, MEDIASRIWIJAYA – Kilang Plaju kembali memukau publik lewat demonstrasi teknologi hijau tepat guna dalam ajang International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech 2026) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Jika sebelumnya dipresentasikan produk sirkular dari eceng gondok, kali ini Kilang Plaju menyajikan inovasi lingkungan yang tidak kalah unik: Sistem Kondensasi Ikan Asap yang mengadopsi langsung prinsip kerja unit utama kilang minyak bumi.

​Inovasi yang lahir dari Program Belida Musi Lestari ini dipresentasikan di Booth Pertamina secara interaktif di hadapan para pengunjung pameran pada Sabtu (13/6/2026).

Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban konkret atas tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ditegaskan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat saat pembukaan acara, yakni “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”.

​Menteri LH berharap Invirotech 2026 menjadi ruang pembuktian bagaimana teknologi mampu menjawab persoalan sirkular, reduksi emisi, dan pemulihan lingkungan di kehidupan nyata.

Adopsi ​Core Competency Kilang

Sistem Kondensasi Ikan Asap ini menarik perhatian besar karena berhasil memodifikasi prinsip kerja Crude Distillation Unit (CDU), fasilitas primer pengolahan minyak mentah menjadi alat produksi rumahan yang bersih.

Jika dalam kilang nyata uap hidrokarbon didinginkan melalui condenser untuk menjadi cairan BBM, pada alat ini, asap pekat dialirkan melalui pipa untuk dikondensasikan menjadi asap cair (liquid smoke).

​Area Manager Communication, Relations & CSR RU III, Siti Fauzia menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang dengan memanfaatkan kompetensi inti (core competency) para perwira kilang di bidang distilasi dan kondensasi. ​”Kami menerjemahkan arahan Kementerian LH untuk melahirkan aksi nyata yang berkelanjutan di lapangan.

Masalah polusi udara dari pengasapan ikan tradisional tidak lagi terlepas bebas ke udara, melainkan dimanfaatkan menjadi cairan yang bahkan bisa dimanfaatkan ulang sebagai pestisida alami,” jelasnya.

Teknologi hijau ini telah diimplementasikan secara nyata oleh kelompok UMKM Jasmine Suger di kawasan Sungai Gerong.

Di hadapan pengunjung pameran, dipaparkan bagaimana alat ini mampu menciptakan ekosistem ekonomi terintegrasi yang sehat, dimana ikan patin dipasok langsung oleh kelompok pembudidaya lokal, diolah secara higienis tanpa polusi asap yang menyesakkan dada, lalu dikemas modern dengan harga Rp75 ribu per kotak.

​Penerapan alat pengasap berbasis sistem kondensasi ini terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi sekaligus efisiensi waktu pematangan ikan hingga 30% dengan tingkat kematangan yang jauh lebih merata dan higienis.

Pacu Antusiasme Pengunjung

Presentasi produk ini menarik perhatian pengunjung Booth Pertamina, dimana beragam pertanyaan muncul dari berbagai kalangan, baik dari siswa SMA hingga peneliti. Banyak juga yang tertarik mengadopsi ide ini untuk dikembangkan dalam inovasi lainnya.

​Melalui momentum Invirotech 2026, Kilang Plaju tidak hanya memamerkan produk akhir yang siap pasar, tetapi juga menawarkan sebuah model benchmark global mengenai bagaimana sebuah industri strategis mampu menyelaraskan keahlian teknis internalnya (core-competency) demi mendukung pemenuhan target Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) secara simultan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *