Workshop Kehumasan dan Softlaunching Buku Cairkan Merpati 404 Not for Us, Boss..!
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Workshop Strategi Humas Hadapi Dampak Krisis Energi dan Ekonomi Global digelar Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Palembang (BPC Perhumas Palembang). Kegiatan berlangsung pada Sabtu (2/5) di OPI Indah Hotel Jakabaring Palembang.
Narasumber workshop Dr Iqbal J Permana MSi mengatakan, dalam revolusi industri 4.0 humas harus beradaptasi dengan teknologi digital atau punah. Menurut Iqbal, ada empat hal yang penting dikuasai humas. Pertama, AI dan Big Data meliputi kecerdasan buatan mengolah jutaan data untuk wawasan PR. Kedua, internet of thing (IoT) berupa onektivitas perangkat menciptakan saluran komunikasi baru.
Ketiga, Cloud dan Otomasi meliputi proses digital mengubah cara kerja tim kehumasan. Terakhir, media sosial sebagai platform digital sebagai arena utama komunikasi publik. “Artificial intelligence itu kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan itu koding yang menyerupai perilaku otak atau cara kerja otak,” ungkap Iqbal yang juga menjadi Ketua Dewan Penasihat BPC Perhumas Palembang, Sabtu (2/5).
Iqbal menambahkan, informasi menyebar dalam hitungan detik. Humas dituntut responsif tanpa kehilangan akurasi. Dikatakannya, waktu rata-rata artikel berita viral tersebar ke 1 juta orang sekitar 6 detik. Sekitar 78 persen konsumen mengharapkan respons media sosial dalam 1 jam. “Kecepatan penyebaran hoaks dibanding berita terverifikasi tiga kali lebih cepat,” ujarnya.
Masih kata Iqbal, ada enam tantangan yang dihadapi humas era digital. Kecepatan informasi, tuntutan respons real-time dan manajemen krisis digital yang cepat. Hoaks dan disinformasi, dihadapi dengan memerangi berita palsu yang menyebar lebih cepat dari fakta. “Transparansi publik, mencakup tuntutan keterbukaan informasi di era media sosial,” ujarnya.
Selanjutnya, teknologi AI yang beradaptasi terhadap otomasi dan penggunaan AI dalam komunikasi. Privasi dan keamanan data, perlindungan data publik dan kepatuhan regulasi digital. “Terakhir, fragmentasi media dengan mengelola pesan di ratusan platform dan saluran digital,” ungkapnya.
Selain memberikan workshop, Iqbal Permana juga melakukan softlaunching bukunya berjudul Revolusi Industri 4.0 Pedang atau Boomerang. Dia juga menjadi pemandu diskusi bersama 4 BPC Perhumas yang bakal terbentuk (Palembang, Bengkulu, Jambi, dan Pangkalpinang).
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perhumas, Dr Dian Agustine Nuriman, M.IKom, IAPR mengatakan humas harus pintar dalam menganalisis data. Banyak sekali yang harus dipelajari mulai dai IoT, chatboot dan artificial intelligence yang terus berkembang. “Machine learning terus berkembang. Ketika bekerja, machine learning itu mengeluarkan data dan manusia yang akan menganalisis datanya. (rel)




