Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Medsos, 80 Pelajar se-Sumbagsel Ikuti TOT OSISKA di Palembang
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — Guna membekali generasi muda dengan kecakapan digital dan kepemimpinan yang bertanggung jawab, Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Palembang menggelar Training of Trainer (TOT) Pengurus Inti Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik (OSISKA). Kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan Digital dan Pengelolaan Media Sosial” ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (13–14 Juni 2026).
Pelatihan berskala regional ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari pengurus inti OSISKA tingkat SMA/K beserta guru pembina. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), meliputi Palembang, Belitang, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Curup, hingga perwakilan dari Provinsi Jambi dan Bengkulu.
Dorong Budaya Digital yang Positif di Daerah
Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Palembang, RD Dr. Stepanus Supardi, S.Ag., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan bahwa di era lompatan teknologi informasi yang pesat, tantangan organisasi kesiswaan di daerah kini bergeser ke ruang digital. Media sosial telah menjadi konsumsi harian yang sangat memengaruhi pola pikir generasi muda.
“Seorang pemimpin muda saat ini tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi secara konvensional, tetapi juga harus cerdas menentukan arah di dunia digital. Media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Oleh karena itu, penggunaannya oleh pengurus OSISKA harus bijaksana, edukatif, dan mampu membangun citra positif bagi sekolah maupun daerahnya,” ujar RD Stepanus.
Ia juga menambahkan, mengacu pada prinsip kepemimpinan sejati, esensi dari seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan dan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Bentuk Karakter Melalui Pengalaman Nyata
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Cristiyanto, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab keresahan terkait pemanfaatan teknologi yang sering kali kurang produktif di kalangan remaja. Melalui OSISKA, para siswa didorong untuk mengasah tanggung jawab sosial, kemampuan mitigasi konflik, dan kerja sama tim.
“Menyitir pemikiran tokoh pendidikan John Dewey bahwa ‘Education is not preparation for life; education is life itself.’ Pendidikan bukan sekadar persiapan untuk masa depan, melainkan proses hidup itu sendiri. Melalui organisasi dan pelatihan ini, para siswa terjun langsung dalam pengalaman nyata bagaimana berkomunikasi dan memimpin secara sehat, baik secara langsung maupun di media sosial,” kata Cristiyanto.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan berdasarkan Program Kerja TKP OSISKA Keuskupan Agung Palembang Masa Bakti 2025–2028, sebagai komitmen jangka panjang untuk mencetak kader pemimpin muda yang berkualitas di wilayah Sumatera.
Gandeng Pakar dan Praktisi
Untuk memberikan pembekalan yang aplikatif, panitia menghadirkan rangkaian materi komprehensif yang memadukan penguatan karakter, manajemen, dan keterampilan teknis: Spiritualitas Kepemimpinan oleh RP Agustinus Riyanto, SCJ, Belajar dari Tokoh-Tokoh Inspiratif oleh RD Anton Liberto, Manajemen Organisasi oleh Richardus Eko, M.Pd, Digital Leadership oleh RD Stepanus Supardi, Manajemen Konflik oleh Andreas Toni dan Praktik Pengelolaan Media Sosial oleh Winarto, ST.
Melalui TOT ini, para peserta dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan (agent of change) di sekolah masing-masing. Sekembalinya ke daerah asal, mereka diharapkan mampu menularkan virus kreatifitas positif dan mempelopori pemanfaatan media sosial yang sehat dan inspiratif di kalangan pelajar Sumatera Selatan.(daris)




