Deteksi Dini dan Edukasi PTM Fakultas Ilmu Kesehatan UKMC di Pasang Surut
BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA – Penyakit tidak menular (PTM) atau sering disebut juga dengan Non-Communicable Disease (NCDs) merupakan kelompok penyakit yang tidak ditularkan dari individu ke individu, namun disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan gaya hidup, pola makan, lingkungan, dan faktor genetik. Penyakit-penyakit ini, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, kanker, dan stroke, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Di Indonesia, PTM telah menjadi penyebab utama kematian dan morbiditas, sehingga memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan

Kegiatan deteksi dini dan edukasi tentang PTM ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UKMC. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya adalah Ns. Vincencius Surani, M.Kep, Ns. M.K. Fitriani Fruitasari, M.Kep, Ns. Maria Tarisia Rini, M.Kep, Ns. Keristina Ajul, M.Kep, dan Ns. Novita Elisabeth Daeli, M.Kep. Mahasiswa yang terlibat adalah mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu Ellina Pradina Febri Yanti dan Ester Lindia Puri Silalahi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Panti Asuhan Santa Maria Pasang Surut, Purwodadi, Kecamatan Banyuasin, Sumatera Selatan dengan sasaran pada kegiatan ini adalah warga sekitar panti dan umat di gereja Katolik Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut.

Vincencius Surani, M.Kep menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melalui dua tahapan. Tahap pertama adalah melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan lingkar lengan. Selain itu juga dilakukan pengukuran pengetahuan warga tentang PTM menggunakan kuesioner pre-test. Deteksi dan penilaian awal ini untuk melihat kondisi kesehatan para warga terkait faktor risiko yang bisa memicu terjadinya PTM. Setelah melakukan penilaian awal, selanjutnya tim pengabdian melakukan edukasi tentang PTM yang meliputi tentang jenis-jenis PTM, apa yang menyebabkan, dan yang terpenting adalah bagaimana cara pencegahannya. Setelah menyelesaikan kegiatan edukasi, maka tahap kedua yag dilakukan adalah melakukan penilaian kembali untuk melihat apakah ada peningkatan pengetahuan warga tentang PTM dengan menggunakan lembar kuesioner. (rel/daris*)




