Tahbisan Imam dan Diakon SCJ di Gereja Katolik Sanfrades Palembang
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pada hari Kamis, 23 September 2021, Kongregasi SCJ menyelenggarakan Misa Tahbisan Imam & Diakon SCJ 2021. Misa dipersembahkan oleh selebran utama sekaligus penahbis Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang merupakan Uskup Agung Palembang. Gereja Paroki St. Fransiskus de Sales (Sanfrades) Jln Urip Sumoharjo Sekojo Palembang menjadi tempat berlangsungnya misa tahbisan. Dalam perayaan ekaristi , RP Titus Waris Widodo, SCJ selaku Provinsial SCJ Indonesia & Rm Archo, SCJ. selaku Pastor Paroki St. Fransiskus de sales Palembang serta beberapa Romo mendampingi sebagai konselebran.
Misa tahbisan ini tidak bisa dihadiri oleh banyak orang. Karena masih dalam situasi PPKM dan pandemi virus covid-19, maka harus ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Misa tahbisan bisa diikuti umat secara live streaming melalui chanel youtube Komsos KaPal dan Paroki Sanfrades Palembang . Para Imam baru ini menerima tahbisan Imamat dari tangan Bapak Uskup Mgr Alloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Palembang. Acara yang dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan tema ” Dengan segala rendah hati, aku melayani Tuhan ” (Kis : 20:19 ). Sakramen imamat dan ditahbiskan imam akan diterima oleh 1 (satu) Diakon dan 8 ( delapan ) Imam meliputi : Diakon Rafael Sudibyo SCJ. Sedangkan tahbisan diakonat akan diterima oleh para frater yaitu : Agustinus Tri Winarno SCJ, Albertus Bayu Christanto SCJ, Finsentius Ari Setiono SCJ Franseskus Suseno SCJ, Jonathan Christian Munthe SCJ, Martinus Joko Widiatmoko SCJ Methodius Darmuat SCJ,, Yosofat Hengki Sanjaya SCJ
Sebagai umat Kristiani yang hidup menjadi anggota dari satu tubuh Kristus sendiri. Allah telah memberi kepada umat-Nya aneka karunia yang berbeda untuk saling berbagi satu sama lain. Dalam Injil, Yesus mengumpulkan manusia untuk kerajaan Allah. Para murid menerima tugas untuk mengumpulkan manusia supaya selamat masuk dalam kerajaan Allah. Kasih Allah seperti jala yang ingin mengumpulkan kita semua dalam kasih Allah itu. Allah telah merangkul & menjadikan kita anak-anakNya. Yesus tidak menggunakan istilah memancing tetapi menjala karena menjala berarti membiarkan ikan tetap hidup. Menebarkan jala kasih Allah supaya kita dibebaskan & tetap hidup. Ketika kita merasa tak berdaya & kehilangan harapan, kita harus mempunyai semangat memulai lagi & berusaha serta selalu mendengarkan kata-kata Tuhan. “Kasih Allah itu seperti jala, memang menangkap manusia tetapi maksudnya untuk membebaskan manusia. Menebarkan jala artinya menunjuk pada kedalaman, kedalaman hidup,” ungkap Mgr Sudarso.
Uskup juga menyampaikan keprihatinannya tentang ‘kedewasaan’ yang dialami oleh umat beriman dan juga untuk para tertahbis. Beliau menggarisbawahi adanya kecenderungan untuk terus menjadi ‘remaja/remaja abadi’, seakan tidak mau maju untuk menjadi dewasa, dan matang. Maka sebagai iman gembala umat Kristiani harus sabar, berani, dan harus mendengarkan kata-kata Yesus sebagai Sang Guru sejati, tidak hanya mendengarkan kata-katanya sendiri. Seperti Petrus yang menebarkan jala lagi pada saat ia mengalami kelelahan. Ia meninggalkan kelelahannya (Injil Lukas 5: 1-11) saat Yesus berkata “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Maka para Imam baru yang akan segera memasuki dunia nyata ini diharapkan memiliki semangat untuk selalu bangkit dari saat mengalami ketidakberdayaan. Karena tak ada jaminan bahwa akan selalu mendapatkan sukacita setelah ditahbiskan menjadi Imam. (daris)



