LP3KD Sum Sel Utus Peserta Pesparani Nasional 2021

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Presiden Jokowi dodo (Jokowi) membuka acara pesta paduan suara gerejani (Pesparani) yang digelar secara virtual pada 2 Oktober 2021. Pesparani 2021 diberi nama Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) dengan tema “Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi”. “Semestinya, Pesparani II ini digelar pada 2020 di kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, akibat pandemi Covid-19 dan ada pembatasan kegiatan masyarakat, maka Pesparani harus diundur,” demikian diungkapkan DR Hendro Setiawan ketua LP3KD Sum Sel. Disebutkan, meski sedikit berbeda dengan jumlah mata lomba Pesparani yang digelar secara luring, namun pelaksanaan KVKI tidak kalah semaraknya karena diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 32 provinsi atau Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah LP3KD. Sedangkan Provinsi Sumatera Selatan dalam kegiatan ini mengutus semua jenis mata lomba dari hasil para juara di tingkat Provinsi seperti Lomba Mazmur 4 kategori : dewasa, remaja, OMK, anak. Bertutur Kita suci kategori anak, Cerdas cermat Kita Suci dan paduan suara kategori anak dan remaja.

Utusan Provinsi Sumatera Selatan sebelum mengikuti perlombangan Pesparani II Nasional, pada Jumat, 1 Oktober 2021 pkl 19.00 dilepas melalui Misa Perutusan oleh Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ bertempat di gedung St Theresia Lapangan Hatta Palembang. Pelaksanaan Pesparani II atau KVKI dimulai dengan pembukaan pada 2 Oktober 2021 yang dibuka oleh Presiden Jokowi. Lalu, sepanjang Oktober 2021 akan ada berbagai acara, yakni pada 7-10 Oktober babak penyisihan, semifinal, dan final Cerdas Cermat Rohani Anak dan Remaja; 15-16 Oktober lomba Tutur Kitab Suci; IG Live pada 6, 13, dan 20 Oktober; dan webinar pada 27 Oktober. Semua acara tersebut akan disiarkan secara langsung maupun tunda di media sosial dan saluran Youtube LP3KN dan Pesparani Katolik.

Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri dan didukung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan beberapa menteri, seperti Menko Maritim dan Investasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama,” KVKI akan ditutup 28 Oktober 2021 oleh Wapres bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Hal ini untuk menunjukkan bahwa KVKI bukan hanya kegitan keagamaan, tetapi juga kegiatan untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan kecintaan kepada Tanah Air, yaitu Indonesia. Mgr Ignasius Kardinal Suharyo mengajak para peserta dan masyarakat untuk merenungkan semangat Sumpah Pemuda sebagai bekal merawat dan menyiangi persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Kardinal Suharyo juga mengatakan, sidang yang berakhir dengan Sumpah Pemuda itu dilaksanakan di Kompleks Katedral Jakarta. “Pada Sabtu sore, 27 Oktober 1928, sidang pertama dilakukan di gedung Pemuda Katolik, yang sekarang terletak di areal Katedral Jakarta. Akhirnya, sidang itu ditutup pada Minggu malam, 28 Oktober 1928, di gedung yang sekarang disebut Gedung Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Diharapkan, kegiatan KVKI bisa menjadi suatu momentum inovasi berkarya bagi LP3KD sekaligus menggelorakan kembali rasa cinta Tanah Air. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi sumbangsih penghiburan bagi seluruh masyarakat Indonesia.  Dan api persaudaraan dan kerukanan  yang sudah terwujud dalam pelaksanaan Pesparani  tidak hanya menjadi pesta umat Katolik, tetapi menjadi pesta bersama umat lintas agama. “Sejarah mencatat bawah api injil Pesparani telah terwujud di Ambon. Semangat persaudaraan tidak boleh berhenti di sini. Peserta Pesparani harus wartakan dan wujudkan di daerah masing-masing bahwa hidup bersaudara lintas agama sangat indah, apapun hasil perlombaan  semuanya harus berpihak pada persuadaraan dan kerukunan. Pasalnya, melalui Pesparani didemonstrasikan bagaimana hidup bersaudara membuat umat beragama semakin cerdas, toleran dan rukun.  . ( daris )

teks:IST- DR Hendro Setiawan.    Ketua LP3KD Sum Sel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *