“Bijak Bertransaksi Keuangan di Era Digital dengan Menjaga Keluarga dari Jeratan Pinjol dan Investasi Bodong”, Sosialisasi Literasi Keuangan oleh BKOW Sumsel
Teks foto: Dua narasumber pada kegiatan Sosialisasi Keuangan Digital BKOW Sumsel, Kamis (10/9).
- Pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Tak henti mengedukasi dan memberikan ilmu kepada para perempuan Sumsel, Badan Kerjasama Organisasi (BKOW) Sumsel kali ini menggelar Sosialisasi Literasi Keuangan dengan tema ““Bijak Bertransaksi Keuangan di Era Digital dengan Menjaga Keluarga dari Jeratan Pinjol dan Investasi Bodong”, bertempat di Gedung Perjuangan Wanita Jalan Kapten Arivai Palembang, Kamis (10/9).

Sosialisasi Literasi Keuangan dengan MC Msy. Nurul Rahmah, SE, Ak membacakan susunan atau rangkaian acara. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BKOW, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Dr Eli Siti Zailia, M. Ag.

Teks foto: Pembacaan doa.
Ketua Panitia Hj Helen Ganefo, SKM, M.Kes dalam laporannya menyebutkan kegiatan yang digelar adalah program kerja bidang Ekonomi Koperasi dan Keuangan BKOW Sumsel tahun 2026. Disebutkannya, kegiatan ini bertujuan untuk membangun banteng pertahanan finansial keluarga yang kokoh melalui pemahaman literasi keuangan yang cerdas dan aman. “Kegiatan yang diselenggarakan ini diikuti selain perwakilan para anggota organisasi wanita di bawah naungan BKOW Sumsel, anggota dan pengurus BKOW Sumsel. Biaya dukungan APBD Sumsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Hj Helen Ganefo.

Teks foto: Ketua Panitia, Hj Helen Ganefo.
Sementara itu, Ketua BKOW Sumsel diwakili Ketua IV, Ir Romiana Hidayati saat menyampaikan sambutan tertulis Ketua BKOW Sumsel Hj Lidyawati Cik Ujang, mengatakan bertransaksi keuangan tidak harus ke ATM atau ke Bank, cukup dengan sekali klik ponsel bisa bertransaksi berbagai layanan seperti transfer uang, belanja, termasuk pinjaman online. “Namun di balik segala kemudahan teknologi ini tersimpan risiko dan ancaman yang nyata. Kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan digital sering dimanfaatkan oknum. Kerap didengar berita bahwa keluarga yang hancur akibat terjerat pinjaman online atau pinjol atau investasi bodong. Fenomena ini sudah menjadi ancaman serius. Modus yang dipergunakan sudah semakin canggih. Segala trik dan teror serta intimidasi dilakukan oknum. Melalui sosialisasi ini kami menekankan benteng utama untuk menangkal terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut yaitu dengan memberikan edukasi dan literasi keuangan digital melalui peran keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, dengan menghadirkan dua narasumber yaitu dari OJK Sumsel dan dari Direktorat Siber Polda Sumsel untuk mengetahui bagaimana melaporkan ketika sudah terjadi kejadian diteror atau diintimidasi oknum tertentu. “Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini. Bagikan ilmu ini kepada para anggota organisasi masing-masing serta untuk lingkungan keluarga terdekat. Satu informasi minimal bisa menyelamatkan satu keluarga. Terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi pengalaman dan ilmu,” tambahnya.

Teks foto: Ir Romiana Hidayati saat menyampaikan sambutan tertulis Ketua BKOW Sumsel Hj Lidyawati Cik Ujang.
Gubernur Sumsel diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Deva Octavianus Coriza, SE.,M.Si dalam sambutan sekaligus membuka acara membacakan sambutan tertulis Gubernur Sumsel H Herman Deru. Disebutkannya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkaya ilmu dan memberikan pemahaman kepada para perempuan Sumsel terutama para peserta sosialisasi agar cerdas dan memiliki pengalaman mengenai literasi dan edukasi keuangan. “Ini penting untuk menjaga keluarga agar terhindar dari jeratan pinjaman online atau investasi bodong. Hadirin ini luar biasa dari berbagai kalangan. Pentingnya sosialisasi ini karena para narasumber adalah orang yang sangat berkompeten memberikan ilmu dan pengetahuan terkait tema yang disampaikan. Pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Deva yang pada kesempatan ini berpesan kepada para peserta agar tidak panic buying menyikapi perkembangan inflasi terutama pada beras. Disebutkannya beras premium yang naik, sementara stok beras Sumsel aman. “Jadi mohon bantu informasikan kepada para ibu jangan panic buying. Stok beras kita banyak. Informasikan kondisi ini kepada masyarakat,” tambahnya.

Teks foto: Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Deva Octavianus Coriza, SE.,M.Si.
Narasumber sosialisasi “Bijak Bertransaksi Keuangan di Era Digital, dengan Menjaga Keluarga dari Jeratan Pinjol dan Investasi Bodong” disampaikan Winda Dinniyah Handarini dari OJK Sumsel, dan Kompol Jery Antonius Nainggolan, SIK, MH, Kasubdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel dengan moderator Meita Hipson, SST.,MKes.
“Kalau mengalami terjerat seperti ini maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Waspada terhadap bahaya scam atau kejahatan siber yang berupa penipuan terhadap korban dengan menggunakan data, ktp, akun, dan sebagainya. Penipuan berupa investasi bodong, dengan tujuan untuk mendapatkan uang korban. Banyak macam penipuan. Jadi sampaikan kepada lingkungan sekitar, anak, cucu, atau keluarga, jika mengalami maka perhatikan beberapa langkah ini,” kata Kompol Jery Antonius Nainggolan yang pada kesempatan ini banyak berbagi ilmu di antaranya memberikan beberapa tips dan mekanisme penanganan bahaya scam, serta jeratan hukum pidana terhadap pelaku scam. (saf)




