HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Jajakan Anak Bawah Umur, Mucikari Diamankan Polisi

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menangkap seorang mucikari, berinisal SM (20), saat sedang ‘menjajahkan’ seorang gadis kepada pria hidung belang, tersangka di tangka di Lobi  Hotel All Nite Day Jalan
Veteran Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang. Jumat (16/6) pukul 15.30 Wib.

Tersangka SM, diamankan bersama barang bukti berupah, 18 lembar uang pecahan 100 ribu senilai 1 juta. Satu buah kunci kamar hotel. Satu buah kondom sutra warna merah dan empat unit hanpone. Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Raswidiati Anggraini,SIK. Membenarkan jika tersangka SM ditangkap karena melakukan perdagangan anak di bawa umur kepada pria hidung belang secara online. “tersangka ini mengeksploitasi secara seksual seorang anak yang masih di bawah umur, usiannya baru 16 tahun 5 bulan,” ungkapnya.

Dijelaskan Kasubdit Reknata.Terungkapnya kasus perdagangan anak ini, berawal dari petugas yang melakukan Under Caver Buy (UCB) dengan cara memesan perempuan melalui mucikari, kemudian tersangka SM selaku mucikari mengantarkan korban AK yang sudah putus sekolah ini ke dalam kamar Hotel All Nite and Day. Setelah menerima uang pembayaran tersangka keluar, setiba di di Lobi hotel langsung di tangkap petugas.

Dalam aksinya tersangka SM yang seorang ibu rumah tangga ini, melakoni tugas sebagai mucikari atau jasa portitusi online sejak bulan Jauari 2022 sampai sekarang. Setiap pria hidung belang dapat menghubungi tersangka dengan cara chating secara langsung melalui aplikasi Mi Chat. “korban AK (16) kepada pria hidung belang dengan tarif bayaran Rp 1,8 juta, tersangka mendapat bagian Rp 1,1 juta sisanya 700 ribu diberikan kepada korban, tersangka mengunakan aplikasi Mi Chat untuk menghubungi pelanggannya, baru menghubungi korban untuk melayani pelanggannya,” jelasnya.

Sementara itu. Tersangka MS, janda satu anak ini, dihadapan petugas mengakui jika aksinya sudah berlangsung bulan Januari 2022 sampai sekarang, selain sebagai mucikari, dirinya juga sering menjual dirinya melayani pria hidung belang. “Uangnya untuk kebutuhan sehari hari, saja juga sering jual diri selain mucikari, dan sekali main itu tarifnya Rp 800 ribu, hotelnya juga pindah-pindah,” akunya.

Atas pembuatannya, tersangka SM dijerat dengan Pasal 12 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Pasal 88 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun maksimal 6 tahun. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *