KMB bakal “menyunting” Bahasa Inggris dalam kabinet barunya

Penulis
Hermansyah, Mahasiswa Starata-III Ilmu Pendidikan Bahasa (Inggris) Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Editor
Aswadi Jaya, Mahasiswa Starata-III Ilmu Pendidikan Bahasa (Inggris) Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Kurikulum Merdeka Belajar (KBM) sudah lama didengungkan sekitar satu tahun yang lalu yang dilakukan oleh mas mentri, yang tentunya menuntut kebebasan dan kemerdekaan warga sekolah di berbagai tingkatan. Perubahan-perubahan tentunya banyak terjadi dengan system KMB yang baru ini mengadopsi tentang kemerdekaan dalam menuntut ilmu dikedapankan. Perubahan terjadi mulai dari beberapa mata pelajaran yang dilebur di tingkat sekolah dasar yang dahulanya memiliki mata pelajaran Ilmu Pendidikan Alam (IPA) serta Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) yang sekarang dilebur menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Begitupun yang akan terjadi dengan pelajaran Bahasa Inggris yang akan dijadikan lagi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar, dengan mempertimbangkan beberapa hal tentunya. Mulai dari kebutuhan, keadaan serta kepentingan pembelajaran itu sendiri.
Seperti yang tertera dan dijalankan pada masanya mata pelajaran Bahasa Inggris yang notabennya merupakan mata pelajaran wajib dahulunya berubah yang menjadi mata pelajaran ekstrakurikuler di kurikulum 2013. Mata pelajaran ini sering dianggap “momok” bagi pelajar ataupun siswa dari waktu ke waktu, dikarenakan memang mata pelajaran ini adalah mata pelajaran asing yang wajib dipelajari pada tingkatan SD di zamannya. Namun merujuk terhadap kebutuhan akan pentingnya penguasan Bahasa Inggris dalam zaman sekarang membuat pembelajaran Bahasa Inggris dirasa sangat penting untuk dipelajari. Menilik juga dari berbagai perkembangan dunia digital yang mengharuskan user-nya untuk menguasi berbagai gawai baru dengan operation system disebut dengan android dan apple yang mewajibkan penggunanya untuk menguasai Bahasa Inggris untuk mengoperasikannya serta berbagai laman media sosial yang mempertontonkan penggunaan Bahasa Inggris secara masal dan dianggap sangat diperlukan.
Untuk itu pembelajaran Bahasa Inggris memang sangat diperlukan di berbagai bidang mulai dari ekonomi, bisnis, pendidikan, dan perusahaan yang membutuhkan penguasaaan materi Bahasa Inggris lebih lagi dalam perjalanan dan pengoperasiannya. Khusunya di dunia pendidikan beberapa buku yang memang dicetak dan dibuat dalam versi bahasa asing ini amat sangat diperlukan untuk dipahami. Ditambah lagi dengan derasnya penggunaan bahasa gaul dengan mixing Bahasa Inggris di media sosial di upload dan dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat membuat keperluan dan pengetahuan akan bahasa Inggris sangat diperlukan.
Namun pada kenyataannya sejak diberlakukannya dan digunakannya kurikulum 2013, bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar ditempatkan sebagai mata pelajaran tambahan dalam bagian ekstrakurikuler, yang menyebabkan diberbagai sekolah dasar saat itu mulai menempatkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan. Bahasa Inggris hanya diajarkan dengan basis tambahan mata pelajaran inti diantara mata pelajaran lainnya. Dampaknya memang dirasakan signifikan, mulai dari penurunan minat akan pemilihan jurusan pendidikan bahasa Inggris sebagai jurusan yang dipilih di universitas-universitas, sampai dengan nasib guru mata pelajaran bahasa Inggris yang misbah dan terpaksa mengabdi di sekolah satu tingkat atau dua tingkat diatasnya. Atau dengan penurunan akan “kecintaan” akan mata pelajaran bahasa Inggris di antara siswa/siswi di sekolah-sekolah karena yang hanya memiliki ketertarikan saja yang akan memilih mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran ekstrakurikulernya. Ditambah lagi dengan berbagai dampak lain dari kacamata ekonomi yaitu padat dan banyaknya lembaga non-formal yang menyelenggarakan dan membuka bimbingan bahasa Inggris baik secara offline dan online. Proses ini mau tak mau menggeser secara tidak langsung kedudukan mata pelajaran bahasa asing ini menjadi pelajaran mahal di masyarakat, karena ketika mereka ingin mempelajari atau mendalami bahasa Inggris orang tua akan membayar lebih untuk mendapatkan pelajarannya, sebut saja pembelajaran dengan aplikasi online yang mengharuskan untuk mendownload applikasi berbasis android dan appstore yang berbayar dan kadang berlangganan untuk mendapatkan fitur didalamnya. Membuat kedudukan bahasa Inggris dan pemanfaatanya dianggap sangat menggoda dan menjadi sasaran empuk untuk lembaga non-formal dan pegiat atau owner teknologi untuk membuat serta mengemas pembelajarannya lebih baik melalui aplikasi yang baik. Di potret lain, siswa yang mengalami kekurangan akan hal itu tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar bahasa Inggris melalui lembaga non-formal atau swasta lainnya. KMB akan menyunting bahasa Inggris menjadi mata pelajaran inti dan utama dalam pendidikan, hal ini memang dianggap perlu dan dibutuhkan untuk sekolah-sekolah tertentu. Mengingat betapa pentingnya mata pelajaran ini untuk dipelajari dan diajarkan, mulai dari tingkat dasar. Harapannya, jika telah “disunting” nantinya, kedudukan pembelajaran akan kembali seperti kurikulum yang sebelumnya, harapan besar juga tentunya dipatok untuk pelaksanaannya nanti, semoga apa yang menjadi harapan besar akan terwujud sebagaimana mestinya. Tingkat kemampuan bahasa asing siswa tentunya akan meningkat sejak dini.(*)



