Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Resmikan Rumah Dilan OKI, Dorong Ibu Belajar dan Anak Berkarya
OKI, MEDIASRIWIJAYA — Ketua TP PKK Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, meresmikan Rumah Dilan (Pendidikan dan Keterampilan) TP PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (12/5/2026). Suasana ceria mewarnai peresmian yang menjadi simbol penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah tersebut.
Usai menggunting pita, Feby langsung meninjau setiap sudut Rumah Dilan. Wajahnya tampak sumringah menyaksikan berbagai aktivitas yang berlangsung di lokasi itu. Sejumlah ibu terlihat tekun mengikuti pelatihan tata rias, sementara di sisi lain terdengar alunan angklung yang dimainkan anak-anak. “Rumah Dilan ini keren. Konsepnya jelas, yakni belajar, berkarya, berbagi, dan berdaya,” puji Feby.
Menurutnya, Rumah Dilan bukan sekadar bangunan, melainkan dapat menjadi rumah kedua bagi perempuan dan anak-anak di OKI untuk tumbuh dan berkembang.
Di Rumah Dilan, para ibu dapat mengasah berbagai keterampilan, seperti tata rias yang memiliki nilai ekonomi. Dari proses belajar tersebut diharapkan lahir karya yang mampu meningkatkan kemandirian finansial keluarga.
Anak-anak pun memiliki ruang yang aman dan kreatif untuk mengembangkan bakat. Seperti yang disaksikan Feby, mereka dapat bermain angklung sekaligus melestarikan budaya dan mengasah kemampuan seni sejak dini.“Sesuai konsepnya, ilmu dan keterampilan yang didapat di Rumah Dilan diharapkan bisa dibagikan lagi ke lingkungan sekitar. Dari satu ibu berdaya, menular ke ibu lainnya,” ujarnya.
Feby juga mengapresiasi TP PKK OKI yang telah menghadirkan Rumah Dilan sebagai pusat kegiatan produktif masyarakat.“Ini ikhtiar nyata PKK membantu pemerintah. Kalau ibunya terampil, anaknya kreatif, pasti keluarganya sejahtera,” katanya.
Peresmian Rumah Dilan menjadi bukti bahwa upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sumatera Selatan terus bergerak hingga menjangkau daerah kabupaten. Dari Bumi Bende Seguguk, lahir harapan baru agar ibu terus belajar, anak berkarya, dan keluarga semakin berdaya. (*)




