HeadlineSUMSEL

Jumlah Titik Panas di Sumsel Meningkat

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Mengingat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memasuki musim kemarau yang menyebabkan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), Polda Sumsel siap menanggulani Karhutla. Kesiapan Polda Sumsel dalam menangulangi karhutla terbukti dengan kesiapan Polda Sumsel dengan mengelar perlengkapan, kendaraan, serta personel. “Langkah yang diambil Polda Sumsel untuk menanggulangi  karhutla adalah dengan kesiapan Polda Sumsel dengan menggelar perlengkapan, kendaraan serta personel Satgas Karhutla, sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan/kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Rabu (16/6).

Masih dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel, di Provinsi Sumsel sendiri memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektar. Berdasarkan data ada 10 kabupaten dan kota yang memiliki potensi terjadinya karhutla, yaitu Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara. “Untuk menghadapi hal tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya di Polda Sumsel sebagai bentuk tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla,” jelasnya.

Berbagai upaya dan langkah pencegahan yang dilakukan kepolisian, salah satunya dikeluarkan ‘Maklumat Larangan Membakar Lahan Dan Hutan pada Musim Kemarau’. Untuk mencegah terjadinya karhutla, Polri dalam hal ini Polda Sumsel bekerjasama dengan BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, Babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah. “Semoga upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat berjalan dengan maksimal sehingga Sumsel dapat terhindar dari bencana kabut asap yang dapat menimbulkan gangguan berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat,” jelas Kombes Pol Supriadi.

Untuk jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Sumsel mulai meningkat seiring berakhirnya musim hujan sehingga masyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Dari Data Dinas Kehutanan Sumsel dari pantauan satelit LAPAN, Kamis, mencatat jumlah hotspot sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2021 mencapai 333 titik di seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Lubuklinggau dan Palembang. Jumlah hotspot pada periode 1-27 Mei 2021 mencapai 134 titik, lebih tinggi dibanding periode April sebanyak 122 titik, Maret 2021 (49 titik), Februari 2021 (17 titik), dan Januari 2021 (11 titik).

Kabupaten OKI Paling banyak ditemukan hotspot, yakni 76 titik, disusul Musi Banyuasin (43 titik), Lahat (42 titik), Banyuasin (38 titik), PALI (37 titik), Musi Rawas (25 titik), dan Ogan Ilir (17 titik). “Memang ada peningkatan sedikit, tapi masih aman,” kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori. Namun salah satu hotspot di Ogan Ilir menimbulkan kebakaran lahan seluas dua hektare di sisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) KM 15 Desa Sri Banding pada Selasa malam (15/6).

Kebakaran lahan tersebut berlangsung selama lima jam dan berhasil dipadamkan tim gabungan TRC BPBD Ogan Ilir, manggala agni, Polres Ogan Ilir dan masyarakat peduli api Desa Sri Banding.”Kebakaran terjadi di area semak belukar lahan gambut,” ujar Ansori.

Personel satgas diminta bersiaga dan masyarakat diminta waspada dengan kondisi cuaca kering yang mulai melanda sebagian wilayah Sumsel seiring masuknya musim kemarau. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *