EkonomiHeadlineHukum&KriminalNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

23 Personel Ditpolairud Polda Sumsel Dapat Piagam Penghargaan VICVAPA BRAHMAGOLA

Keterangan foto: Penyematan tanda penghargaan. 

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sebanyak 23 Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan mendapat Piagam Penghargaan ‘Vicvapa Brahmagola Madya dan Vicvapa Brahmagola Pratama, langsung dari Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Arief Sulistyo MSi bertempat di halaman utama Mako Ditpolairud Polda Sumsel, Rabu (18/5).

Penghargaan ini diberikan kepada personel Polri yang berhasil melaksanakan tugas operasional atau pembinaan serta pengabdian yang mendorong kemajuan serta keamanan bangsa dan institusi.

Dari 23 personel, ada tiga yang menerima Piagam Penghargaan ‘Vicvapa Brahmagola Madya, yaitu. Kombes Pol Yohanes S Widada SH MH. Kompol Budi Santoso S Sos dan Kompol Cristoper S Panjaitan SE Msi. Dan sebanyak 20 personel menerima Piagam Penghargaan ‘Vicvapa Brahmagola Pratama’. “Penghargaan yang saya berikan ini adalah Penghargaan Vicvapa Brahmagola itu adalah semboyan dari Baharkam Polri yang artinya memberikan perlindungan secara menyeluruh alam semesta baik manusia, tumbuh tumbuhan hewan, tanah, air, dan udara,” ungkap Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Arief Sulistyo Msi.

Turut hadir dalam pemberian Piagama Penghargaan tersebut di antaranya, Kakorpolairud Irjen Drs Indra Mirza,Msi. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Hatmanto,  Dirpolair Mabes Polri, Brigjen Pol M.Yassin Kosasih SIK,MSi, Dirpoludara Mabes Polri, Brigjen Pol Drs Sumego Adi Soetojo, Karo Renmin, Brigjen Pol Agung Julianto,MSi, Pati Baharkam, Brigjen Pol Drs Benny Setiawan, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan,SIK,SH,MH serta PJU Polda Sumsel.

Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Ditpolairud Polda Sumsel, melakukan penangkapan terhadap kapal tanpa Identitas atau ‘Kapal Hantu’ bermesin 800 PK, yang akan menyelundupkan benur atau Benih Bening Lobster (BBL) sebanyak 21 box styrofoam.

Polda Sumsel berhasil melakukan penangkapan baby lobster ini dimana jika terus diselundupkan maka akan mengancam keberadaan dan kelestarian alam tidak ada.

Fenomena ‘Kapal Hantu’ sudah cukup lama dan ini berhasil diungkap jajaran Polda Sumsel ini sangat sulit mengingat kecepatan kapal hantu ini sangat cepat untuk itu melawan hantu harus dengan ilmunya malaikat. Dibutuhkan  tekat yang kuat untuk menjaga alam. :Fenomena kapal hantu ini sudah cukup lama dan ini berhasilan ditangkap oleh jajaran Polda Sumsel, cukup sulit mengingat kecepatannya sangat cepat, makanya kata saya tadi melawan hantu harusnya dengan ilmu malaikat,” ujarnya.

Apa ilmu malaikat? Dijelaskannya “Kebersihan hati, keberatan dan eka yang kuat untuk menjaga alam dengan keberadaan hantu bisa kita tangkap,”Saya memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumsel, dengan keberhasilan ini diharapkan mengungkapkan bukan hanya di perairan akan tetapi di daratan juga, bersama masyarakat memelihara keamanan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelas Komjen Pol Drs Arief.

Sementara itu, Kombes Pol Yohanes S Widada, selama menjabat Dir Polairud Polda Sumsel, berhasil menangkap penyelundupan baby lobster, mengantarkan pihaknya mendapat penghargaan ‘Vicvapa Brahmagola. “Terimakasih atas penghargaannya sebagai apresiasi kepada kami semua dan ini menjadikan kami bersemangat lagi meningkatkan kinerja, bukan hanya kapal hantu akan tetapi seluruh perairan di Sumsel bisa kami tangkap,” ujarnya.

Masih dikatakan Kombes Pol Widada, untuk pengembangan kasus penyelundupan baby lobster pihaknya sudah menahan 9 tersangka dan masih dalam pengembangan untuk menangkap pelaku utama. “Perkembangan kasusnya kita menahan 9 orang, berkas sudah dilimpahkan, untuk barang bukti kita amankan di belakang. Untuk baby lobster 676.000 dengan kerugian mencapai Rp 68 miliar, kita masih melakukan pendalaman untuk menangkap pelaku utama atau pemilik modal,” ujarnya. (Ly)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *