HeadlineOgan Komering UluOKU SelatanPalembangSUMSEL

20 Narapidana Lapas Martapura Kemenkumham Sumsel Dapat Pelatihan Budidaya Ikan Lele

MARTAPURA, MEDIASRIWIJAYA – Sebanyak 20 Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Kanwil Kemenkumham Sumsel diberikan Pelatihan Kemandirian Budidaya Ikan Lele. “Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan”, ungkap Kalapas Kelas IIB Martapura Edi Saputra, Minggu (21/5).

Edi mengungkapkan kegiatan budidaya daya ikan lele ini menjadi salah satu program unggulan yang ada di Lapas Martapura, “Maka dari itu kita di awal tahun 2023 ini memberikan pelatihan budidaya ikan kepada 20 orang narapidana”, katanya.

Dikatakan Edi, para Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengikuti pelatihan ini akan mendapat materi tentang tata cara budidaya ikan lele dimulai dari persiapan wadah pemijahan, seleksi induk, sortir benih, perawatan benih, hingga panen benih.

Pelatihan ini akan berlangsung selama enam hari, 20 orang narapidana Lapas Martapura melaksanakan praktik didampingi penyuluh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Budidaya Ikan dengan menebarkan ribuan ekor bibit ikan lele.

Di tempat terpisah, Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya mengapresiasi program pembinaan yang ada di Lapas Martapura, OKU Timur tersebut. Dikatakan Kakanwil Sumsel Ilham Djaya bahwa setelah mereka bebas dan kembali ke masyarakat, keterampilan yang diajarkan di dalam Lapas ini bisa diterapkan guna menunjang perekonomian, mengingat peluang usaha di sektor perikanan masih terbuka lebar. “Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi warga binaan. Ketika dia selesai menjalani hukuman mereka bisa memiliki keahlian yang bisa menghidupi dia dan keluarganya,” ucap Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ilham Djaya.

Kakanwil Ilham berharap program pembinaan yang dilakukan Lapas mendapat dukungan dari masyarakat maupun pemerintah daerah guna memberikan ilmu bermanfaat bagi warga binaan. “Kita memberikan pembinaan yang tepat bagi warga binaan. pelatihan ini adalah untuk mendapatkan pengalaman terbaik yang diniatkan sebagai bekal yang berguna ketika sudah bebas, dan bisa menjadi sumber penghasilan bagi diri dan keluarga. Semoga dari pelatihan ini semua warga binaan semakin mempunyai bekal untuk menjalani kehidupan di luar nanti, khususnya budidaya perikanan,” tuturnya. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *