EkonomiHeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Wujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, Unanti Palembang Sosialisasikan GEMPAR SIALANG; Strategi Meningkatkan Minat Masyarakat dalam Berinovasi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sebagai salah satu bentuk Tridarma Perguruan tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat, maka  Dosen bersama mahasiswa Universitas Tridinanti  mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus melatih ibu-ibu PKK Sialang, Ibu Ibu Pengajian, Rukun Tetangga di Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang.  Mahasiswa yang sebagian besar mengambil  mata kuliah Kewirausahaan yaitu Ambralana, Sendy Fajrianto, Victor Manuel, Aidil Ashari, Arif Pratama, M.Rizky Munadar,Krisno Marbun Melati Diana Sari, Elda, Fenti Santika, Wahyudi Saputra,Arwati, Astrika,Wulandari,Devi,Endang. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu 4 Maret 2023.

Menurut dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan  Muhni Pamuji, S.T ,M.M   outcome dari pembelajaran kewirausahan mahasiswa  harus menciptakan ide yang kreatif dan inovatif dengan melihat peluang di lingkungan sekitarnya.  Maka salah satu kelompok mahasiswa kelas kewirausahaan memiliki  sebuah ide menciptakan produk bernilai dari Buah Pare menjadi Kripik Pare/KRIPARE  dan Kripik Pelepah Pisang menjadi KRIPANG.

Kelurahan Sialang mayoritas penduduknya sudah dikelilingi oleh Perumahan, tidak ada lahan pertanian yang memadai, hanya saja lahan pertanian yang bisa digunakan lahan yang lahannya belum dimanfaatkan oleh pemiliknya itu pun ukuran lahan nya sangat kecil. Maka dari itu Lurah Sialang Bapak Dan Iqbal, S.IP. mempunyai gagasan untuk menanam tanaman yang tidak memakan lahan yang cukup besar, cukup digunakan lahan pekarangan yang sempit.

Mengimbau dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat kelurahan Sialang yang mempunyai lahan sempit untuk menaman tanaman Pare yang menjadi Icon GEMPAR SIALANG,ujar Lurah Sialang Bapak Dan Iqbal, S.IP

Lurah Sialang Bapak Dan Iqbal, S.IP. dan Hasan Basri,S.PdI Ketua LPMK Sialang serta Ibu Prihartini Setiawati Ketua PKK Sialang Bersama Muhni Pamuji,S.T.,M.M. Dosen Universitas Tridinanti dan mahasiswa mempunyai ide/strategi bagaimana meningkatkan minat masyarakat dalam berinovasi dangan lahan sempit bisa meningkatkan pendapatan masyarakat atau nilai tambah untuk kehidupan sehari hari dengan menanam tanaman pare dilahan sempit.

GEMPAR adalah Gerakan Menanam Pare Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Guna Wujudkan Kepedulian Pemerintah Terhadap UMKM dilingkungan Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang.

GEMPAR: Salah satu komoditas yang jarang diminati, maka dari itu Lurah Sialang Bapak Dan Iqbal, S.IP memproritaskan Pare menjadi komoditas yang sangat patut untuk dibudidayakan di kelurahan Sialang dengan Budidaya pare dilahan sempit di seluruh pekarangan masyarakat sehingga dengan banyak menanam pare disetiap rumah yang mempunyai lahan sempit dapat menjadi besar jika dikembangkan secara tepat.

Menurut Dr. Nasir,SP, M.Si,. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti pemanfaatan lahan sempit di pekarangan rumah terkadang sangat membingungkan. Pada umumnya, orang-orang akan membutuhkan pekarangan rumah yang luas untuk bisa dimanfaatkan. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Lahan sempit pada pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan secara beragam. di yaitu Hidroponik, Aeroponik, Vertikultur, Tempat Basah, Taman Kecil,Tempat Bersantai.

Menurut Liliana Tabrani,S.E.,M.Si, Aida Rakhmawati, S.S.T., M.A. , Nyayu Khairani,SE,M.Si, Moh. Wahyu Aminullah,S.T.,M.T. dan Dina Fitria,S.T.,M.T. Sasiska Rani,S.E.,M.Si, M.Husni Syahbani,S.T.,M.T, tanama paria atau Pare (Momordica charantia L) berasal dari Burma dan India Barat. Paria atau Pare   adalah salah satu tanaman merambat dari suku Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Sayuran Pare adalah sayuran yang terkenal akan rasanya yang terbilang pahit, rasa pahit dari tanaman pare ini memiliki khasiat diantaranya  mengobati pencernaan, obat cacing, diabetes, serta antibotik. Khasiat sebagai obat ini didapatkan dari tanaman pare yang ternyata kaya akan gizi diantaranya vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin C, natrium, kalsium, zat besi. Selain itu, pare juga dapat memperlancar pencernaan, menyembuhkan penyakit demam dan malaria. Daunnya dapat menurunkan demam pada balita dengan cara dibalutkan dengan bantuan air.

Menambahkan Dr.Ir. Ruarita Ramadhalina,M.P. Ir. Hj. Yuliantina Azka,M.P. Ir. Setiawaty,M.P, Nova Tribuyana,S.P.,M.Si, Karakter Pare ; Sistem akar berupa serabut, Batangnya tidak memiliki kayu, Batang yang merambat mengikuti lekukan pada turus atau para-para yang disiapkan, Buah dan daunnya memiliki rasa pahit, Buah pare berwarna hijau muda, dan berubah menjadi hijau tua ketika sudah siap panen, Biji monokotil, Bunga pare berwarna kuning,Biji bergerombol di dalam satu buah.

Budidaya Tumbuh Pare

  • Tanaman pare akan tumbuh dengan baik dan sempurna pada ketinggian lahan 0-1.400 meter di atas permukaan laut.
  • pH yang dibutuhkan tanaman pare adalah sekitar 4-7 pH.
  • Pare dapat tumbuh ditempat yang agak teduh karena pare tidak begitu banyak membutuhkan sinar matahari.
  • Tanaman pare akan tumbuh dengan baik pada tanah lempung dengan drainase yang baik serta kaya bahan organic.

 

Cara Budidaya Pare Agar Cepat Tumbuh di antaranya: Pengolahan Lahan Budidaya Pare, Pemilihan Benih Bibit Pare, Proses Penyemaian Bibit dengan tanam langsung dan semai bibit.Pembuatan Para-Para

  1. Pasang tiang lanjaran pada sisi bedengan, tambahkan penyangga supaya kuat.
  2. Jarak antar bedengan 2,5 – 3 meter, jarak antar lanjaran juga 2,5 – 3 meter.
  3. Bentangkan tali dibagian atas kemudian diikat kepada tiap-tiap lanjaran lalu bentangkan tali pada bagian bawah dan juga tengah.
  4. Pasang benang secara zig-zag dengan jarak 25 – 30 cm pada bagian samping.
  5. Pasang kayu atau bambu pada setiap tiang lanjaran dibagian atas .
  6. Kemudian bentangkan tali dengan jarang kurang lebih 50 cm.

Cara Penanaman Pare

  1. Gemburkan lahan dengan cara mengolah tanah, misalnya dengan cara mencangkul, karena tanah yang gembur akan membuat kondisi terbaik untuk tumbuhnya perakaran, juga akan membuat kondisi udara dan air di dalam tanah menjadi lebih baik
  2. Kemudian buat bedengan dengan lebar 1,5 m, tinggi 25 cm, dengan panjang menyesuaikan lahan.
  3. Campurkan tanah dengan pupuk kemudian aduk hingga rata.
  4. Buat lubang tanam sedalam lebih kurang 3 cm.
  5. Masukkan benih pare pada lubang tanam, setiap lubangnya berisi 3 biji, setelah tumbuh tinggalkan pare dengan pertumbuhan terbaik.
  6. Buat jarak antar tanam pare sebesar 0,75 m x 0,75 m.
  7. Setelah itu tutup lubang tanam dengan tanah

Cara Perawatan dan Pemeliharaan

  1. Penyiangan

Penyiangan dilakukan rutin seminggu sekali bersamaan dengan pertumbuhan. Untuk mengendalikan pertumbuhan gulma dapat juga menggunakan mulsa, sekaligus gulma tersebut mampu mempertahan kelembaban tanah. Tanaman pare tidak tahan kekeringan sehingga pada musim kemarau sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari.

  1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Namun apabila curah hujan tinggi harus diperhatikan selokan atau aliran air di antara bedengan agar air tidak menggenang di lahan, untuk menghindari pembusukan akar.

Siapkan lanjaran untuk media merambat atau memanjat pada tanaman pare yang mulai merambat

  1. Pemangkasan Cabang Pare
  • Setelah usia lebih dari satu minggu biasanya tanaman pare sudah mulai bercabang dan sebaiknya cabang-cabang tersebut dikurangi dengan cara dipotong atau dilakukan pemangkasan agar tunas tumbuh menyebar sehingga bisa produksi lebih banyak, dengan cara:
  • Pilih dua cabang yang besar dan sehat, sisanya cabang yang tumbuh pada batang dengan ketinggian 1,5 m dari permukaan tanah harus dipangkas. Pemangkasan kedua dilakukan pada saat usia lebih  dari 6 minggu setelah tanam dengan cara memangkas cabang yang telah tua  serta membuang daun-daun tua yang rusak karena hama ataupun penyakit.
  1. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yang pertama menutupi pare menggunakan plastik dan penggunaan perangkap.

Cara kedua adalah jika ditemukan penyakit umum seperti embun tepung, layu bakteri, layu fusarium, serkospora dan virus dapat dilakukan pencegahan dengan menggunakan fungisida secara selektif, dan membuang dan memusnahkan bagian bagian tanaman yang terkena serangan.

  1. Pemupukan tanaman pare secara rutin akan membantu tanaman pare tumbuh dengan buah yang lebat atau produktifitas yang tinggi.

Panen pare dilakukan menggunakan pisau tajam. Panen untuk benih, dipilih buah yang sudah matang, berwarna kuning dan pembungkus bijinya berwarna merah.

  • Pare dapat dipanen pada umur sekitar 55 hari setelah tanam dan dapat dilakukan berkali-kali untuk merangsang pertumbuhan buah baru
  • Buah pare tidak tahan lama sehingga sebaiknya segera dipasarkan setelah panen. Penyimpanan pada suhu 12-13 derajat celcius dan kelembaban 85%-90% dapat menjaga kualitas buah pare hingga mampu bertahan lebih lama.

Lurah Sialang Bapak Dan Iqbal, S.IP dan Bapak Hasan Basri Ketua LPMK Sialang beserta ibu Prihartini Setiawati Ketua PKK Kelurahan Sialang dan bersama Muhni Pamuji, S.T.,M.M. Dosen Unanti dan beberapa mahasiswa Ambralana, Sendy Fajrianto, Victor Manuel   Aidil Ashari, Arif Pratama,M.Rizky Munadar dan Krisno Marbun Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Tridinanti mempunyai Inovasi untuk memanfaatkan buah Pare menjadi cemilan sehat yang di beri Label KRIPARE : Kripik Pare

PROSES PRODUKSI KRIPARE

  1. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kripik pare adalah; pare, tepung beras, kelapa, minyak goreng, bumbu
  2. Peralatan yang digunakan Jenis peralatan dan perlengkapan yang digunakan, antara lain adalah sebagai berikut :
    • Kompor
    • Wajan atau alat penggorengan
    • tempat

PROSES PRODUKSI ATAU OPERASIA.

  1. Perancangan pembuatan Keripik Pare

Metode yang digunakan agar tujuan dari program ini tercapai     adalah  melalui berbagai tahapan sebagai berikut:

Bahan yang digunakan dalam kegiatan pembuatan kripik pare ini      adalah sebagai berikut:

Tahap I:  Tahap penyiapan alat dan Bahan

·      Bahan-bahan

§  3 kg Pare

§  2 sdm garam kasar

(gambar perendaman pare)

·      Bumbu halus :

§  5 siung bawang putih

§  1 sdm ketumbar (sangrai)

§  4 butir kemiri (sangrai)

§  1/2 sdt garam

(bumbu yang di haluskan)

§  Bahan adonan :

§  250 gram tepung beras

§  125 gram tepung tapioka

§  30 gram tepung terigu

§  400 ml air

§  5 lembar daun jeruk iris halus

§  1 sdt kaldu bubuk

·      1/2 sdt merica bubuk

(gambar adonan)

Tahap II: Tahap Pembuatan

  • Langkah 1

Cuci bersih 3x lalu potong 2 dan bersihkan dalam pare.  iris tipis   dan beri garam     rendam selama 20 menit, didihkan air   dan masukan pare selama 5 menit agar rasa pahaitnya berkurang.agar pare tetap berwarna hijau langsung bilas lagi memakai air dingin sampai pare banar-benar dingin.bilas terahir agak diremas dan tiriskan.

  • Langakah 2

Haluskan bumbu lalu campur dengan bahan lain beri air dan telur aduk rata

  • Langkah 3

Masukan pare segenggam pare ke adonan

  • Langkah 4

Panaskan minyak lalu ambil pare pakai tangan(cuci bersih dahulu tangan) goreng satu persatu.lau aduk terus agar pare tidak saling menempel.goreng hingga keemasan.

 

Tahap III. Tahap Pengemasan

Kripik pare yang telah digoreng lalu dikemas (olahan jadi dan siap dipasarkan)

Tahap V : Tahap Pemasaran

Setelah produk dikemas dan disimpan maka selanjutnya dipasarkan.

  1. Perancangan pembuatan Kripik Pelepah Pisang

Biaya pokok produksi kripik pelepah pisang per kg bahan baku:

  • Bahan Baku : 10/12 lembar pelepah batang pisang.
  • Bahan perendam :  6 liter air, 3 sdt kapur surih, 3 sdm garam kasar
  • Bahan marinasi :  1 sdt  kaldu ayam,  1/2 sdt garam, -400ml air,  1 sdt lada, 1/2 sdt baking soda
  • Bahan tepung pelapis : 150 gr repung terigu, 100 gr tepung beras ;  100 gr tepung tapioca ; 100 gr tempung bumbu racik ayam crispi instan;  1 sdt bubuk kaldu ;  1/2 garam ;  1 sdt  bumbu bubuk kari
  • Bahan toping atau perasa: – aneka bumbu bubuk dengan rasa sesuai selera

contoh: rasa balado,rasa jagung,rasa original, rasa rumput laut.

 

  • Produksi Keripik Pelepah Pisang-KRIPANG

 TAHAPAN CARA PEMBUATAN KRIPIK;

Langkah 1

Dalam baskom siapkan 6 liter air, untuk merendam potongan pelepah Batang pisangnya. Tambahkan garam dan air larutan kapur sirih. Aduk rata, sisihkan.

Langkah 2

Ambil batang Pisang, yang terbaik itu dari jenis Pisang Kepok ½ batang dari tinggi pohon Pisang, dengan Panjang Batang sekitar 100 s/d 150 cm, potong jadi 2 agar tidak terlalu panjang. Jadi 1 pohon pisang bisa dibuat jadi 2 kali resep ini.

Langkah 3

Ambil pelepah batang di lapisan ke 6 atau 7 dari luar, sebaiknya gunakan bagian batang pelepah Pisang yang masih Muda dan tebal di lapisan ke 6 dst.

Langkah 4

Ambil selembar pelepah Batang pisang, buang ke dua sisinya. Lalu potong memanjang menjadi 2 atau 3 bagian, dengan lebar sekitar 3 s/d 4 cm. Kupas sisi kulit luar batang Pisang dengan cara di seset menggunakan Pisau Tajam hingga terlihat lembaran inti pisang

Langkah 5

potong-potong dengan Panjang Kira-kira 3 x 5 cm, sesuai selera. Begitu dipotong, sebaiknya langsung dimasukan ke dalam air perendam minimal 24 jam. Dan maksimal itu 48 jam.

Langkah 6

BTW fungsi perendaman dengan air garam itu adalah untuk menghilangkan racun pada Batang Pisang, adalah agar getahnya itu bisa hilang sehingga bebas dari rasa pahit dan sepet. Selain itu juga agar teksturnya menjadi lebih kokoh dengan rasa yang lebih gurih, sehingga Ketika digoreng nantinya itu jadi lebih kriuk.

Langkah 7

Setelah direndam, cuci bersih dengan air mengalir. Bilas hingga 3 s/d 4 kali. Cuci pelan-pelan jangan sampai teksturnya remuk. Cuci sampai airnya itu menjadi bening dan bebas dari kapur Sirih. Lalu peras dan buang airnya, sisihkan.

Langkah 8

Setelah dicuci. Siapkan marinasi dengan cara mencampurkan semua bahan marinasi, lalu aduk rata. Masukan Potongan batang Pisang ke dalam larutan marinasi yang sudah kita buat. Aduk rata pelan-pelan. Diamkan sekitar 30 menit agar bumbu meresap. Sambil menunggu, selanjutnya siapkan bahan pelapis Keripiknya ya. Campur semua bahan pelapis. Aduk rata. Sisihkan.

Langkah 9

Setelah 30 menit di marinasi, sekarang pisahkan potongan batang pisang dari air marinasi, dengan cara ditiriskan, dan diperas searah, agar tidak hancur. Peras sampai kesat agar tidak rawan menggumpal saat proses penepungan. Setelah kesat, tiriskan.

Langkah 10

Panaskan minyak goreng. Gulingkan potongan batang Pisang ke atas tepung pelapis satu persatu agar tidak rawan lengket. Aduk-aduk hingga semua potongan batang Pisang berlumur tepung. Lalu, goreng di minyak panas dengan api sedang agak besar di awal.

Lakukan sisanya hingga kapasitas wajan penuh. Setelah kaku, pindah ke api sedang agak kecil hingga minyak agak tenang. Begitu keripik nyaris matang, besarkan lagi apinya. Goreng dengan api besar di menit terakhir selama 1 s/d 2 menit. Angkat, tiriskan

Langkah 11

Dengan teknik setting api yang tepat maka hasil keripik Debog tidak rawan berminyak. Goreng sisanya hingga habis. Setelah digoreng, jika sudah agak dingin bisa dimasukkan ke dalam mesin spinner agar minyak turun dan hilang. Cara lain bisa dimasukan ke dalam mesin digital air fryer dengan cara disusun berdiri. Masukan ke mesin air Fryer dengan suhu 180 dercel, nyalakan selama sekitar 5 s/d 7 menit. Dengan begitu, hasil keripik bisa benar-benar kering dan bebas. Dengan begitu, hasil keripik bisa benar-benar kering dan bebas minyak.

Langkah 12

Cara lain bisa menggunakan oven, oven dengan suhu rendah, yaitu di suhu 130 dercel. Oven selama sekitar 20 menit. Cara lain lagi, untuk cara ekonomis ya, bisa ditiriskan dengan cara dibungkus plastik kresek besar yang dilapis tissue atau kertas HVS berlapis-lapis, lalu diikat rapat dan disimpan selama minimal 24 jam. Dengan begitu biasanya minyaknya akan terserap di kertas, sehingga hasil keripik bisa lebih kesat dan tidak rawan tengik.

Langkah 13

1 Resep dengan bahan mentah 800 gr, jadinya juga sekitar 800 gr. Kemas di plastik dengan berat 80 gr atau 100 gr, sesuai selera. Per 100 gr itu harga jualnya Rp. 10.000 s/d 15.000 tergantung pangsa pasar.

Langkah 14

NOTE: Untuk bumbu Marinasi, itu bisa ditambahkan 1 telur dengan cara mengurangi takaran air menjadi 350 ml. Jika marinasi menggunakan telur, pastikan saat akan dilapisi tepung, peras terlebih dahulu sampai kesat agar tidak rawan menggumpal.

Selain itu saat memotong potongan Batang Pisang, sebaiknya dibuat agak tebal biar tidak rawan rapuh.

Langkah 15

Jika suka kita juga bisa menambahkan bumbu tabur dengan rasa sesuai selera. Bisa Sapi panggang, barbeque, balado dll. Cuma jika menggunakan bumbu tabur ini, sebaiknya keripiknya dibuat Netral, alias dibikin dengan bumbu minim garam. Jadi sebaiknya saat marinasi itu penggunaan garamnya itu dilewatkan, begitu juga saat pembuatan tepung pelapis. Karena jika keripiknya itu sudah asin, kemudian kita taburi bumbu tabur ini, hasilnya keripik jadi too much salty alias keasianan.

Langkah 16

Penggunaan kapur sirih, sebenarnya itu tidak wajib, karena selagi kita menggunakan jenis Pisang yang jantung pisangnya bisa dimakan, batang pisangnya juga aman dikonsumsi. Jadi jika tidak ada kapur sirih, Kita bisa cukup merendam potongan batang pisang dengan air garam, minimal 2 atau 3 jam. Jadi tidak perlu sampai semalaman. Lalu dicuci bersih dan diolah seperti biasa. Cuma sudah pasti teksturnya itu LEBIH RAPUH dan tidak sama dengan keripik yang direndam Kapur Sirih

 

 BAHAN YANG DIPERGUNAKAN

Produk harus memiliki merek NIB, P-IRT,Halal, Dll yang mudah diingat dan diperlukan promosi.  Untuk saat ini produk inovatif diberi merek ‘Kripare” Keripik Pare dan “Kripang” singkatan keripik Pelepah Pisang dan dipromosikan melalui  media social seperti instagram dan Facebook.  Muhni Menambahkan

Kegiatan kali ini diikuti oleh dosen Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti bersama mahasiswa dengan mengikutsertakan ibu-ibu PKK Sialang, Ibu-ibu Pengajian, ibu-ibu rukun tentangga di lingkungan kelurahan sialang kecamatan sako, Menurut dosen Fakultas Ekonomi Ibu Dian Septiani,S.E.,M.M. Amrillah Azrin,S.E.,M.M. Yunidar Erlina,S.E.,M.Si dan Hj.Noviarni,S.E.,M.Si., Sahilla,S.E.,M.M, Selly Farida Tobing,SE,M.M.,Dr. Yolanda,SE,M.Si, Dr. Sari Sakarina, SE.,MM., Ernawati,SE.M.M. Hasunah,S.E.,M.M. dengan adanya penanaman bibit pare ini diharapkan masyarakat akan mendapatkan penghasilan tambahan.  Selain itu pare jadi  dapat dijadikan sebagai keripik tentunya akan memberikan nilai tambah dimana harga jual keripik pare akan menjadi lebih tinggi dangan berbagai varian rasa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *