HeadlineHukum&KriminalMuaraenimNasionalPalembangSUMSEL

Tiga Pelaku bersama 88,2 Ton Batubara Ilegal Diamankan Aparat Polda Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – 3 pelaku illegal minning, bersama 88,2 ton batubara Illegal diamankan lantaran membawa surat jalan sakti ‘MANTAP 88 Logistics Express’, oleh petugas kepolisian dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, di sebuah parkiran kendaraan truk ekspedisi SIBA di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Minggu (17/3) dini hari.

3 pelaku yang berprofesi sopir ini, berinisial RS, JR dan SP. Penangkapan para pelaku ini berawal dari penyelidikan petugas terkait dugaan pengangkutan batubara illegal di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).

Di TKP petugas melakukan pemeriksaan satu unit truk hino dengan nomor kendaraan (Nopol) B 9604 BYU yang bermuatan batubara bertonase 22 ton yang diduga dari hasil pertambangan illegal. Pelaku RS diamankan karena membawa dokumen yang tidak sesuai peruntukkannya, seperti surat jalan sakti ‘MANTAP 88 Logistics Express. Modus pelaku RS dalam pengangkutan memindahkan muatan dari truk satu ke truk yang lain. “Mereka ini memindahkan muatan batubara illegal ini dari sebuah truk colt diesel ke truk milik pelaku, di lapangan SIBA, parkiran kendaraan truk ekspedisi SIBS di Tanjung Lalan Muara Enim,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Pol Bagoes Suropratomo, melalui Kasubdit IV, AKBP Bagus Surya Wibowo.

Dari keterangan pelaku RS kepada petugas, jika batubara illegal ini akan dikirim stockfile di kawasan Cakung Jakarta Timur. “Pengakuan RS dirinya tiap tahun siap penerima, hanya diarahkan oleh RN untuk mengambil muatan (batubara) dan mengantarnya ke Jakarta, dengan mendapat upah Rp 430.000,” ujarnya.

Untuk pelaku sopir JR, dikatakan AKBP Bagus, petugas juga mengamankan satu unit truk hino Nopol BE 8531 OU bermuatan 30 ton batubara illegal, dengan dokumen yang sama, batubara berasal dari stockfile BSD Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim dengan tujuan ke stockfile yang Cilegon Banten, juga mendapat upah. “Sopir JR ini mengaku disuruh NN, mengambil muatan dari stockfile BSD tujuan ke stockfile yang berada di Cilegon dengan upah Rp 6 juta tiap ritase,” terangnya.

Terakhir petugas mengamankan truk Nopol B 9267 BIT, dengan sopir SP bermuatan batubara illegal sebanyak 30 ton dengan membawa surat jalan sakti ‘MANTAP 88 Logisticc Expres’. “kalau yang ini batubara dari stockpile Pulau Punggung Kecamatan Tanjung Agung untuk dibawa ke stockpile di Cilegon Banten, disuruh oleh LN dengan mendapat upah Rp 6 juta,” jelas AKBP Bagus.

Saat ini barang bukti batubara illegal dan tiga unit truk, oleh petugas dititipkan di sebuah pabrik di baturaja, sedangkan 3 pelaku digelandang ke Mapolda Sumsel untuk diproses hukum, sedangkan pemilik
masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 161 UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No 4 Tahun 1999 tentang Minerba dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.

Yang menjadi perhatian, kasus dengan surat jalan sakti ‘MANTAP 88 Logistic Express’ sampai Sekarang belum terungkap ke publik siapa pemiliknya, maupun pemilik batubaran, yang harus diungkap segera ke publik, (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *