HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Dua Pekerja Pelaku Oplos BBM Bersubsidi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, amankan dua orang pekerja pelaku pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi dengan minyak mentah, saat sedang bekerja di pergudangan Jalan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel, Selasa (9/1) sekitar pukul 00.30 Wib.

Dua tersangka pekerja yang diamankan yaitu, berinisial FJ (20) warga Empat Lawang Provinsi Sumsel dan tersangka JM (16) warga Kabupaten Srikalang Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan pemilik berinisial AM masuk dalam pencarian orang (DPO) pihak kepolisian.

Dalam pelaksanaan konferensi pers yang digelar Kamis (11/1) petugas tidak menghadirkan tersangka JM lantaran di bawa umur, untuk proses hukum tetap berjalan.”Polda Sumsel tetap melakukan penertiban terhadap segala hal yang berbau ilegal dan ini di bidang migas, Polda Sumsel kembali mengungkap kasus penyelewengan di bidang migas dengan modus mengoplos BBM olahan dengan BBM solar subsidi,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto.

Dikatakan Kombes Pol Sunarto. Selain mengamankan dua pekerja oplosan, petugas juga mengamankan 5.000 liter BBM subsidi berisi solar dalam 5 baby tank kapasitas 1.000 liter. Selain itu di TKP petugas mengamankan 18 baby tank kapasitas 1.000 liter. Satu buah tedmon kapasitas 5.000 liter. Satu buah mesin pompa merk Hotwind. Satu buah flowmeter merk super rite. dua buah selang ukuran 2 inci dengan panjang 10 meter dan satu buah alat pengaduk yang terbuat dari kayu. Ujarnya.

Untuk modus, dijelaskan Kabid Humas Polda Sumsel, pembelian BBM Solar Subsidi secara berulang, dari beberapa SPBU diseputaran wilayah Kota Palembang menuju gudang.

Lalu, tugas tersangka FJ dengan dibantu oleh tersangka JM melakukan kegiatan pencampuran BBM Solar Subsidi dengan BBM Solar yang diduga hasil olahan di TKP, dengan persentase perbandingan 100 liter (minyak olahan jenis solar dengan 300 Liter (minyak solar subsidi yang didapat dari SPBU), menggunakan alat pengaduk yang terbuat dari kayu.

Dari proses pengolahan atau pencampuran tersebut diperoleh BBM jenis solar menyerupai BBM yang dikeluarkan oleh Pihak Pertamina pada umumnya.BBM Solar olahan tersebut selanjutnya dijual kembali kepada konsumen oleh saudara AM yang masih DPO.

“Tersangka yang kita amankan ini tugasnya mengoplos mencampur dari BBM olahan dengan BBM Subsidi, dengan campuran 100 liter BBM olahan dengan 300 liter BBM subsidi, kemudian menghasilkan minta yang menyerupai produk dari pemerintah,” tuturnya.

Jelas atas perbuatan para tersangka dikatakannya membuat pemerintah rugi. “Sudah tentu pengoplosan BBM ilegal ini sudah tentu menguntungkan bagi pelaku, yang justru merugikan pemerintah dan mamsyarakat kita karena kualitas yang tidak bisa di jamin untuk kepentingan konsumen masyarakat,” jelas Kabid Humas Polda Sumsel.

Atas pembuatan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas, yang telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU RI No.6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 54 UU No.22 Tahun 2001 Tentang Migas Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana dan atau Pasal 480 Ayat (1) KUHPidana.

Setiap orang yang Menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak dan/atau Liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dan/atau Setiap orang yang meniru/memalsukan bahan bakar minyak dan atau penadahan dipudana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi RP 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah). (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *