Satbrimob Polda Sumsel Gelar Latihan Trail
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Wadansat Brimob Polda Sumsel AKBP Teguh Hardiyo Wibisono, S.I.K. secara resmi membuka pelatihan mengendarai kendaraan R2 Trail bagi personel Satbrimob Polda Sumsel, Rabu (21/7).
Pelatihan mengendarai motor trail ini diikuti oleh 12 perwakilan dari masing masing Batalyon Satbrimob Sumsel, dengan pelatihan dari Komunitas Trail Palembang ‘Sedulur’ Bapak Wendi dan Moga Dari.
Wadansat Brimob Polda Sumsel AKBP Teguh Hardiyo Wibisono, S.I.K, mengatakan jika tujuan diselengarakan pelatihan berkendaraan motor tril ini guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan berkendaraan personel dalam menjalankan tugas dilapangan.
Terutama di waktu waktu genting, dimana personel Polri khususnya Brimob dalam keahliannya mengendarai R2 jenis trail, sehingga kemampuan pelatihan mengendarai R2 harus ditingkatkan. Latihan personel Brimob tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Anggota guna kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya kontijensi. “Latihan ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan Brimob Sumsel, sehingga, siap untuk menghadapi tantangan tugas kedepannya. Juga tidak ada rasa ragu dalam menghadapi semua tugas-tugas yang akan datang terutama pada tantangan tugas yang berhubungan dengan tugas-tugas di jalanan,” ungkapnya.
Masih dikatakan Wadansat Brimob Polda Sumsel. Dalam pelatihan ini personel dihadapi dengan materi melewati halang rintang, uji ketangkasan mengendarai R2 Trail. Dan pengejaran pelaku kejahatan, bahkan pelatihan ini akan berlanjut secara rutin.”Latihan seperti ini, akan rutin dilakukan untuk meningkatkan kemampuan setiap anggota Brimob Sumsel. Sehingga, siap dan sigap dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.” jelasnya.
Sementara itu. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto SIK. Menyampaikan bahwa sasaran latihan untuk melatih dan mengasah setiap kemampuan mengendarai motor trail, yang dimiliki oleh personel Brimob Sumsel.
Selain itu, untuk menjaga keterampilan personil dalam proses evakuasi korban apabila adanya demostrasi masyarakat serta untuk sarana mendidik, melatih personil agar paham akan tugas pokok masing masing dan lebih profesional.“Latihan ini, mengajarkan pengejaran pelaku kejatan dan cara melewati halang rintang yang berlaku untuk melatih kelincahan anggota dalam mengahapi masa dalam keadaan anarkis,” jelasnya. (Ly).




