google-site-verification: google09076e6a44bdb237.html Sambut Nataru 2025/2026, Bandara SMB II Kembali Aktifkan Posko Terpadu Nataru Libatkan berbagai Pihak – Mediasriwijaya
EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Sambut Nataru 2025/2026, Bandara SMB II Kembali Aktifkan Posko Terpadu Nataru Libatkan berbagai Pihak

Teks foto: Press Conference Bandara SMB II menghadapi Nataru 2025/2026.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Mendekati Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang bersiap. Antisipasi lonjakan penumpang dilakukan dengan kembali mengakfitkan Posko Terpadu Nataru. “Kita mulai menyiapkan berbagai langkah operasional untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Koordinasi ini dilakukan agar seluruh persiapan berjalan terpadu dan pelayanan kepada masyarakat dapat tetap optimal,” kata General Manager Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya, Kamis (4/12/2025).

Iwan menjelaskan untuk menghadapi peningkatan pergerakan penumpang, bandara kembali mengaktifkan Posko Terpadu Nataru dengan melibatkan maskapai, Basarnas, AirNav, BMKG, TNI, Polri, serta unit pendukung lainnya. Menurutnya, Posko ini berfungsi mengintegrasikan respons seluruh instansi sehingga pelayanan dapat diberikan lebih cepat dan tepat. Pengamanan bandara turut ditingkatkan melalui pemeriksaan acak terhadap penumpang maupun kendaraan yang masuk ke kawasan Bandara. “Kegiatan random check dilakukan guna memastikan keamanan operasional selama masa liburan,” jelasnya.

Adapun periode Posko Terpadu Nataru tahun ini berlangsung dari tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 162.082 orang, atau naik 3–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami mencatat kenaikan dibandingkan tahun lalu meski tingkat pemulihan masih sekitar 71 persen dari masa sebelum pandemi. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 19 Desember dan arus balik pada 3 Januari karena masyarakat memanfaatkan libur panjang Tahun Baru. Arus kembali lebih tinggi pada 3 Januari karena hari itu menjadi momentum sebelum masyarakat kembali beraktivitas,” kata Iwan Winaya.

Teks foto: General Manager Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya

Hingga saat ini, maskapai Malindo menjadi satu-satunya yang mengajukan extra flight untuk rute Palembang–Kuala Lumpur, sementara penambahan penerbangan domestik diperkirakan menyusul mendekati hari puncak. “Maskapai biasanya mengajukan penambahan penerbangan domestik pada waktu yang lebih dekat dengan periode Nataru,” tuturnya.

Kemudian, diskon tarif penerbangan sebesar 17 persen akan diberlakukan sesuai regulasi KM 50 dan diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah penumpang selama periode tersebut. “Skema potongan harga ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan trafik penerbangan,” lanjutnya.

Pergerakan pesawat diperkirakan masih terbatas karena sejumlah armada nasional sedang menjalani perawatan berkala sehingga hanya 360 unit yang siap beroperasi. “Keterbatasan ketersediaan pesawat ini turut berpengaruh terhadap pergerakan pesawat dan jumlah penumpang,” tuturnya.

Diketahui, rute Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Batam diprediksi tetap menjadi tujuan terbanyak penumpang dari Bandara SMB II selama puncak libur akhir tahun.“Tiga rute tersebut selalu mendominasi karena tingginya mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengoptimalkan fasilitas seperti boarding lounge internasional untuk mendukung operasional domestik serta meminta maskapai menyeimbangkan penggunaan slot waktu. “Kami ingin distribusi slot time merata agar tidak terjadi penumpukan penerbangan pada jam-jam tertentu,” terangnya.

Fleksibilitas jam operasi turut diberikan kepada maskapai dengan membuka peluang penerbangan hingga dini hari berdasarkan kebutuhan. “Jika maskapai membutuhkan jadwal pendaratan di atas jam operasional normal, kami siap menyesuaikan,” ungkapnya.

Penerbangan internasional mencatat tingkat keterisian 70–80 persen pada rute Palembang–Kuala Lumpur, sementara rute Palembang–Singapura dijadwalkan kembali beroperasi mulai 15 Januari 2026. “Antusiasme penumpang cukup baik dan kami menyambut kembali dibukanya rute ke Singapura oleh Scoot,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan jika sebelumnya BMKG mengingatkan potensi curah hujan tinggi pada Desember dan Januari, sehingga pihak bandara menjadikan faktor cuaca sebagai salah satu fokus antisipasi. “BMKG menyebut periode ini sebagai puncak musim hujan, jadi seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan,” ucap dia. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *