PkM Kolaboratif PPG FKIP UMPalembang dan Sekolah Mitra SMPN 5 Palembang
Kolaborasikan Riset, Refleksi Growth Mindset, dan Pembelajaran Mendalam melalui Program “Rumah Pendidikan Bertumbuh”
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa PPG di SMP Negeri 5 Palembang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Mengusung program “RUMAH PENDIDIKAN BERTUMBUH”, kegiatan ini mengambil tema “Sekolah sebagai Rumah Pendidikan yang Bertumbuh: Membangun Budaya Belajar, Refleksi, dan Kolaborasi melalui Penguatan Pola Pikir Bertumbuh dan Pembelajaran Mendalam.”
Program tersebut mengintegrasikan diseminasi hasil riset kolaboratif, refleksi Mindset Assessment Profile (MAP), penguatan konsep growth mindset dan pembelajaran mendalam, serta penyusunan rencana desain pendampingan aksi kolaboratif growth mindset pada ekosistem sekolah.

SMP Negeri 5 Palembang Sambut Positif Kolaborasi LPTK dan Sekolah Mitra
Kepala SMP Negeri 5 Palembang, Tini Apriani, M.Pd., dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya SMP Negeri 5 Palembang sebagai sekolah mitra dalam pelaksanaan PkM Kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari LPTK Penyelenggara Program PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pihak sekolah memandang kegiatan tersebut sebagai ruang kolaborasi yang positif antara perguruan tinggi dan sekolah, terutama dalam membangun budaya belajar yang lebih reflektif, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.
SMP Negeri 5 Palembang juga berharap kolaborasi dengan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dikembangkan menjadi program pendampingan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi guru, peserta didik, pimpinan sekolah, serta seluruh ekosistem pendidikan.

PkM sebagai Tanggung Jawab LPTK dalam Penguatan Kompetensi Guru
Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Indawan Syahri, M.Pd., menegaskan pentingnya kolaborasi antara LPTK, mahasiswa calon guru, dan sekolah mitra. Menurutnya, kegiatan seperti PkM Kolaboratif merupakan bagian dari peran LPTK dalam mendukung pengembangan empat kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
Pelibatan mahasiswa PPG dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat juga menjadi sarana pembelajaran autentik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman melalui proses pembelajaran di kampus, tetapi juga terlibat dalam penelitian, membaca kondisi nyata sekolah, melakukan refleksi berbasis data, berkolaborasi dengan guru dan peserta didik, serta ikut merancang alternatif solusi bagi pengembangan ekosistem pendidikan.
PkM Kolaboratif sekaligus menjadi wujud konkret integrasi tiga komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.Melalui pola tersebut, hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dikembalikan kepada sekolah dalam bentuk pengetahuan, refleksi, rekomendasi, dan rancangan aksi yang dapat dimanfaatkan secara nyata.
Dari Hasil Riset Menuju Aksi Sekolah
Tim PkM Kolaboratif Dr. Yetty Hastiana, M.Si., yang sekaligus merupakan Koordinator Program Pendidikan Profesi Guru FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.
Tim dosen melibatkan Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd.; Erie Agusta, M.Pd.; Dr. Andinasari, M.M., M.Pd.; Dr. Bagas Rasid Sidik, M.Pd.; Dr. Finza Larasati, M.Pd.; Yusinta Tia Rusdiana, M.Pd.; dan Dra. Rytha Petrossky, M.Si.
Dalam pelaksanaannya, tim didukung oleh tim teknis Program PPG yang menjadi support system berbagai kegiatan PPG, serta mahasiswa Program PPG Calon Guru Angkatan 1 Tahun 2026. Tim Teknis PPG terdiri dari: Andryansah, S.Kom., Andrey Kawana, A,Md., Destia Maharani, M.M.
Mahasiswa PPG yang berperan aktif dalam pengembangan program, pembelajaran, riset, refleksi, dan pelaksanaan kegiatan antara lain Jeremy Jean Peterson Sirait, S.Pd.; Novi Suryani, S.Pd.; Ririn Suhariani, S.Pd.; dan Wisniarti, S.Pd.
Keterlibatan mahasiswa sejak proses pembelajaran, pengumpulan dan pengkajian data, hingga pengabdian kepada masyarakat memberikan pengalaman penting bahwa pendidikan bukan hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses mencoba, melakukan refleksi, menerima umpan balik, memperbaiki strategi, dan terus berkembang merupakan bagian penting dari pencapaian.
Semangat tersebut dirangkum dalam nilai utama program, yaitu “BELAJAR BERTUMBUH”.
MAP sebagai Cermin Refleksi, Bukan Alat Pelabelan
Salah satu substansi utama kegiatan adalah refleksi hasil Mindset Assessment Profile (MAP).
Data MAP digunakan sebagai bahan dialog dan refleksi bersama untuk memahami kecenderungan pola pikir dalam ekosistem sekolah. Pendekatan ini tidak diarahkan untuk memberikan label terhadap individu, melainkan untuk membaca kekuatan yang telah dimiliki sekolah sekaligus mengenali area yang masih membutuhkan penguatan.

Melalui proses tersebut, peserta diajak memahami bahwa pola pikir bertumbuh atau growth mindset bukan sekadar ungkapan motivasional. Growth mindset perlu diwujudkan dalam praktik sehari-hari, seperti keberanian menghadapi tantangan, kemampuan belajar dari kesalahan, keterbukaan menerima masukan, penghargaan terhadap usaha dan strategi, kesempatan melakukan perbaikan, serta keberanian untuk mengatakan “belum bisa” alih-alih “tidak bisa”.
Kegiatan juga memperkuat pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam, sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan memberi ruang bagi peserta didik untuk berkembang.

Menjadikan Sekolah sebagai “Rumah Pendidikan”
Program Rumah Pendidikan Bertumbuh memandang sekolah sebagai sebuah ekosistem. Karena itu, perubahan tidak cukup hanya melibatkan guru atau peserta didik secara terpisah.
Sasaran kegiatan mencakup pimpinan sekolah, guru, murid, mahasiswa PPG, dan berbagai komponen pendukung sekolah.
Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, reflektif, berbasis bukti, kolaboratif, dan berorientasi pada tindak lanjut. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diarahkan untuk membaca data, melakukan refleksi, berdialog, mengidentifikasi persoalan, serta menyusun langkah-langkah perubahan yang realistis.
Program mendorong agar sekolah menjadi ruang yang aman bagi seluruh warga sekolah untuk mencoba, melakukan kesalahan, belajar, menerima umpan balik, memperbaiki strategi, dan berkembang.

Dari Pengetahuan, Kesadaran, Menuju Aksi Nyata
Rangkaian substansi kegiatan meliputi sosialisasi konsep growth mindset, diseminasi hasil riset, refleksi MAP, penguatan Pembelajaran Mendalam, dialog ekosistem sekolah, serta penyusunan desain aksi kolaboratif growth mindset.
Hasil kegiatan selanjutnya diarahkan menjadi rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan secara bertahap di tingkat kelas maupun sekolah.
Aksi dapat dimulai dari praktik-praktik sederhana, seperti penggunaan bahasa bertumbuh dalam interaksi sehari-hari, pemberian umpan balik yang berorientasi pada proses, kesempatan memperbaiki tugas, refleksi setelah mengalami kesalahan, dan pembiasaan peserta didik untuk mencoba strategi yang berbeda ketika menghadapi kesulitan.
Dengan demikian, perubahan budaya sekolah tidak ditempatkan sebagai program sesaat, melainkan sebagai proses yang perlu dibangun secara konsisten.

Menguatkan Kemitraan Sekolah dan Perguruan Tinggi
Luaran kegiatan PkM Kolaboratif meliputi laporan pelaksanaan PkM, dokumentasi kegiatan, substansi dan materi kegiatan, instrumen pre-test dan post-test, rekomendasi rencana tindak lanjut, instrumen refleksi, serta perangkat aksi Sekolah Bertumbuh.
Selain publikasi melalui media massa, kegiatan ini juga diarahkan pada pengembangan artikel ilmiah sebagai bentuk dokumentasi dan diseminasi akademik.

Kolaborasi antara Program PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang dengan SMP Negeri 5 Palembang diharapkan menjadi model kemitraan yang tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi membangun hubungan sekolah–kampus yang berkelanjutan.
Melalui program Rumah Pendidikan Bertumbuh, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang menegaskan bahwa hasil riset akan menjadi semakin bermakna ketika dikembalikan kepada masyarakat pendidikan, didiskusikan bersama, direfleksikan, dan diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Data menjadi dasar dialog, dialog menjadi dasar aksi, dan aksi yang dilakukan secara konsisten diharapkan bertumbuh menjadi budaya sekolah.







