HeadlineHukum&KriminalNasionalNUSANTARAPalembangPolda Sumsel

Pupuk Tanpa Izin Edar Berhasil Kembali Digagalkan Masuk ke Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Unit 4 Subdit 1 Bidang Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel), kembali berhasil mengagalkan pengiriman barang ilegal, kali ini pupuk untuk pertanian tanpa izin edar Kementerian Pertanian RI dari Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kedua kalinya, di kawasan Jalan Sabar Jaya simpang Inpres kampung 2 Kecamatan Mariana Kabupaten Banyuasin, Selasa (28/9) sekitar pukul 12.30 Wib.

Proses penangkapan, setelah petugas penyidik Indagsi mendapat informasi dari masyarakat petani, yang curiga saat membeli pupuk dengan harga standar perkilo Rp 60.000 akan tetapi pada kantong sak pupuk tidak terdapat nomor registrasi.

Mendapat laporan petugas penyidik, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadhan, langsung memerintahkan Kasubdit 1 Indagsi Kompol Hadi Saefudin melakukan penyelidikan dan penangkapan. “Kita mendapat informasi masyarakat bahwa beredar pupuk tanpa izin edar di wilkum Banyuasin, dengan cepat tim dari indagsi turun ke TKP Desa Mariana, dugaan awal tanpa izin edar,” ungkap Wadir Reskrimsus AKBP Ferry Harahap didampingi Kasubbid Penmas AKBP Iralinsah SH dan Kasubdit I Indagsi Kompol Hadi Saifuddin., Kamis (21/10).

Dari penangkapan ini, petugas mengamankan satu unit truk Fuso tronton warna hijau dengan nomor polisi Padang BK 7782 EM, dan seorang pengantar pupuk (sopir) Steven Sihombing (33) warga Komplek Pioner Estate Ruko No 1 Kecamatan Sako Kota Palembang serta mengamankan 1 lembar surat jalan atas nama PT Andalas Dolomit Sejahtera.

Untuk barang bukti sebanyak 659 sak pupuk jenis dolomit merk Ads kemasan 50 kg asal Padang provinsi Sumbar, Diamankan Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel lantaran tidak memiliki izin edar dari Kementerian Pertanian, sebagai syarat mengetahui mutu atau kandungan dari pupuk tersebut. “Kita mengamankan 33 ton pupuk atau sebanyak 659 sak kemasan 50 kg, pupuk berasal dari Pasang dengan seorang bernama Steven, pengiriman ini yang kedua kalinya, pupuk ini tidak ada izin edar merupakan persyaratan untuk mengetahui kandungan pupuk, ketika tidak ada izin edar bisa juga kita sebut pupuk palsu atau pupuk abal-abal,” jelasnya.

Lanjut, dijelaskan Wadir Ditreskrimsus Polda Sumsel, berdasarkan pengakuan pelaku yang diamankan, jika pengiriman pupuk ini baru menjajal daerah pangsa pasar di kawasan Sumsel khususnya di Mariana Banyuasin. “Dari pengakuan yang pelaku yang kita amankan, dia baru merambah di sumsel dan sekitar pekan baru, kasus ini masih kita dalami,” ujarnya.

Saat ini penyidik ditreskrimsus Polda Sumsel masih melakukan pendalaman atas pengiriman Pupuk untuk petani tersebut terkait izin edar dan pengangkutan serta mutu dari pupuk tersebut.

Pasal yang dikenakan pasal 122 Jo pasal 73 UU RI nomor 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan dan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, di mana pelaku dapat diancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 3 miliar rupiah. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *