Posko Terpadu Transportasi AU Nataru Bandara SMB II Resmi Ditutup
Teks foto: IST – Pelepasan jaket petugas yang terlibat dalam Posko Terpadu, sebagai tanda resmi ditutupnya kegiatan Posko Terpadu Transportasi AU Bandara SMB II Palembang.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Posko Terpadu Transportasi Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang resmi ditutup, ditandai dengan Upacara Apel Penutupan, Senin (4/1/2026).
Teks foto: IST – Foto bersama usai Apel Penutupan.
Upacara penutupan yang dipimpin General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab diikuti seluruh stakeholder bandara, meliputi TNI, Polri, Basarnas, AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan, ground handling, instansi pemerintah terkait, serta seluruh jajaran internal bandara. “Saya atas nama Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional SMB II Palembang mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas dedikasi, kerja sama, dan sinergi yang telah terjalin dengan baik selama pelaksanaan posko terpadu ini,” kata Syaugi Shahab saat sambutan.

Menurutnya, selama periode Posko Terpadu Transportasi Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mencatat total 1.305 pergerakan pesawat dan melayani 192.312 penumpang. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, terjadi pertumbuhan pergerakan pesawat sebesar 9,8 persen serta pertumbuhan penumpang sebesar 4,4 persen. “Dari sisi kinerja operasional, bandara mencatat On Time Performance (OTP) sebesar 70 persen, Load Factor sebesar 81,6 persen, utilisasi slot mencapai 93,3 persen, serta terealisasi 19 extra flight guna mengakomodir peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Secara umum, pelaksanaan Posko Terpadu Transportasi Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Capaian ini merupakan hasil koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak, namun tetap menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam peningkatan ketepatan waktu penerbangan, pengelolaan kepadatan penumpang pada jam sibuk, serta optimalisasi komunikasi operasional. Ke depan, kami merekomendasikan agar standar keselamatan penerbangan dan keamanan bandara terus dijaga dan ditingkatkan, termasuk penguatan pengawasan sisi udara dan sisi darat, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan,” tambahnya.
Teks foto: IST – Ahmad Syaugi Shahab.
Syaugi Shihab pada kesempatan ini juga berharap sinergi yang telah terbangun selama Posko Terpadu dilaksanakan, dapat terus dipertahankan sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa bandara. (saf/*)



