Polda Sumsel Gencar Perangi Narkoba, Kembali Gerebek Tangga Buntung

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Perang Terhadap Narkoba’ terus digalangkan pihak kepolisian. Di Tahun 2021 Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jajaran mengerebek enam kampung sarang narkoba di Provinsi Sumsel.”Setidaknya kampung yang sudah digerebek atau kantong- kantong narkoba ada 6 daerah di Sumsel oleh Polda Sumsel dan jajaran,” ungkap Dirnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu saat disambangi di ruang kerjanya, Selasa (22/6).

Dijelaskan beliau, ke enam kampung tersebut, kawasan Tangga Buntung Palembang, Selais Desa Krincing Kabupaten Ogan Ilir, di belakang sebuah Masjid di Kabupaten Lahat dan di Desa Sarolangun Kabupaten Muratara. “Dari enam itu, kita kembali melakukan pengerebekan yang kemarin yang dilakukan oleh Polrestabes Palembang dilaksanakan di Tangga Buntung, ” jelasnya.

Kombes Pol Heri Istu, mengatakan jika kondisi warga masyarakat Sumsel sangat ironis, mengingat hasil penelitian BNN Tahun 2019 bahwa Provinsi Sumsel angkat penyalahgunaan narkoba di atas angka referensi  nasional. “Narkoba ini semakin hari semakin parah dari hasil penelitian BNN tahun 2019 yang lalu bahwa Sumsel angka penyalahgunaan narkoba referensinya 5% karena lebih 2 kali angka nasional, angka nasional saja hanya 2,4%”ujarnya.

5% angka referensi artinya apa? dari 10.000 warga Sumsel 500 di antaranya pernah menggunakan narkoba atau atau masih menggunakan narkoba. Ini adalah persoalan yang harus kita jawab bersama Itu tantangan. “Makanya banyak kantong-kantong narkoba yang kita ketahui dengan adanya permintaan yang tinggi tentunya para pengsupply banyak,” terang Dirnarkoba Polda Sumsel.

Dengan kondisi saat ini, beliau mengharapkan adanya kerjasama saling peduli, mengingat dalam mengatasi permasalahan narkoba ini harus semua pihak terlibat, seperti contoh kawasan Tangga Buntung yang sudah dua kali digerebek, sehingga berdirilah Kampung Tangkal Narkoba atau kampung anti narkoba. “Ini diperlukan kepedulian bersama. Jadi kampung narkoba di Tangga Buntung itu bukan hanya ditangani oleh Polri saja, kita perlu penanganan bersama termasuk dengan memberikan life skill untuk pengguna narkoba itu. Seperti di Tangga Buntung itu mereka mestinya diberikan pelatihan agar mereka tidak lagi berjualan atau mengkonsumsi narkoba,” serunya.

Rencananya, Rabu (23/6), Direktorat Narkoba Polda Sumsel akan melauching Komunitas Virtual di Polda Sumsel, untuk penggiat narkoba agar mereka dapat berperan dalam memberantas narkoba di Sumsel. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *