Penyaluran BPNT Non Tunai di OKUT Diduga “Disunat”
OKU TIMUR, MEDIA SRIWIJAYA – Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Beras 10 Kg program Kementerian Sosial, telah di distribusikan di Kabupaten OKU Timur namun tidak seutuhnya diterima PPKM di salah satu desa di Bumi Sebiduk Sehaluan.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur, Slamet, mengatakan bantuan sembako beras 10 kilogram merupakan subsidi tambahan dari pemerintah pusat pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BST dan PKH di Kabupaten OKU Timur.
Subsidi tambahan ini sengaja diberikan sebagai tambahan bansos untuk masyarakat bertahan dalam kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus menerus diperpanjang. “Bantuan beras 10 kg itu pelengkap program BST dan PKH. Jadi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BST dan PKH ini diberi bantuan tambahan oleh pemerintah pusat berupa beras 10 kg. Pendistribusian bantuan beras yang langsung dikirimkan oleh PT Bulog itu memang akan dibagikan belakangan mengingat PKH maupun BST sudah atau dalam masa penyaluran ke masing-masing KPM. Oleh sebab itu beras 10 kg itu di masing-masing kelurahan akan dibagikan dalam waktu yang tidak bersamaan,” tegasnya, Kamis (12/8).
Terkait jika dalam penyaluran bantuan beras kepada masyarakat dipotong sebanyak 5 kilogram tersebut, Slamet menegaskan jika dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Ke depan, pihak Dinsos OKU Timur akan menelusuri penemuan tersebut. “Nanti akan kami telusuri kenapa sampai terjadi seperti itu,” ujarnya.
Terpisah, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah ST ketika diwawancarai wartawan mengaku belum tahu jika di lapangan ada pemotongan terhadap BPNT beras 10 kg menjadi sebanyak 5kg. Ia menjanjikan akan mencari tahu kejadian tersebut. “Terimakasih informasinya, nanti akan saya tindaklanjuti,” Katanya.
M, salah satu penerima BPNT mengaku mendapatkan beras sebanyak 10 kilo. Tapi petugas berpesan agar beras yang saya terima dibagi dua dengan salah satu tetangga saya. Jadi kami dapat jatah 5 kilo per orang. Setelah pembagian, petugas itu juga menambahkan jika beras bantuan masih sisa akan diberikan kepada saya. Namun kalau sudah habis jangan diharap lagi,” ujar M, menirukan pernyataan oknum petugas. (sus)




