Polda Sumsel Dukung Rencana Pemerintah Terapkan PPKM Mikro mulai 1 Juni Seluruh Provinsi Indonesia.

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA,- Guna memutar rantai penyebaran Covid -19. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mendukung penuh rencana Pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro mulai 1 Juni 2021. “Kita (Polri) mendukung penuh rencana Pemerintah terapkan PPKM mikro yang rencananya mulai tanggal 01 Juni di seluruh Provinsi se Indonesia,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, didampingi Kasubbid Penmas Humas Polda Sumsel AKBP Iralinsah,SH. Dalam keterangan pers rilisnya. Selasa (25/05).

Dijelaskan Kabid Humas Polda Sumsel. Rencana Pemerintah memberlakukan PPKM Skala Mikro perpanjangan dari tanggal 01 Juni hingga 14 Juni 2021, ujarnya.

Sementara itu. Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid – 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), mengatakan keputusan tersebut diambil pemerintah merujuk data yang menunjukkan peningkatan kasus positif maupun kasus aktif virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Setidaknya ada empat Provinsi baru yang akan ikut melaksanakan PPKM mikro. Dengan demikian, seluruh provinsi di Indonesia akan melaksanakan PPKM mikro. “oleh karena itu, untuk PPKM mikro selanjutnya 01-14 Juni mendatang maka Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan. Ditambah Sulawesi Barat,” ujar Airlangga dalam jumpa pers daring di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/5).

PPKM mikro saat ini masih berlangsung di 30 provinsi sejak 18 hingga 31 Mei. Keputusan pemerintah perpanjang PPKM mikro ini untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pascalibur lebaran beberapa waktu lalu. Airlangga memastikan pemerintah terus memantau perkembangan penyebaran Covid-19 pascalibur lebaran. Sebab, belakangan pemerintah menemukan ada sejumlah klaster penyebaran akibat libur lebaran. “Kemarin pasca Ramadan dan Idulfitri, dimonitor dengan kegiatan PPKM mikro ada kasus klaster tarawih (Pati, Banyumas, Banyuwangi, Malang) klaster mudik (Klaten, Cianjur, Garut), klaster halal bi halal di Cilangkap dan pelaku perjalanan perumahan di Bogor,” tuturnya.

Sampai dengan Senin (24/5), total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.781.127 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.638.279 orang dinyatakan sembuh, dan 49.455 meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 92.847 kasus aktif secara keseluruhan di Indonesia. Mereka masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *