PKM Fisip Unsri di Desa Meranjat II Inderalaya OI Sosialisasi Inovasi Pengelolaan Administrasi dan Perkantoran Desa Berbasis Teknologi Informasi Menuju Des Digital
INDERALAYA, MEDIASRIWIJAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pemerintah Desa Meranjat II Kabupaten Ogan Ilir, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk sosialisasi dengan tema: “Inovasi Pengelolaan Administrasi dan Perkantoran Desa Berbasis Teknologi Informasi Menuju Desa Digital di Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir”.
Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Meranjat II Kabupaten Ogan Ilir yang dihadiri oleh perangkat Desa Meranjat II, Pemuda Karang Taruna, dan masyarakat sekitar dengan total peserta 30 orang yang dimana tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, pengabdian ini juga melibatkan beberapa mahasiswa FISIP UNSRI agar memiliki kecakapan dalam sisi praktis, tidak hanya teoritis dan dapat memahami tujuan dari diadakannya kegiatan pengabdian tersebut.
Dalam kegiatan ini, Ketua Tim Pengabdian yaitu Bapak Abdul Kholik, S.Sos., Ma. Beliau menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk pengenalan dari “Pengelolaan Administrasi dan Perkantoran Berbasis Digital” yang kemudian berfokus di Desa Meranjat II. Harapannya dengan dilaksanakan Pengabdian ini dapat memberikan output bagi Desa Meranjat II untuk mempermudah tahapan administrasi desa.
Pengabdian masyarakat ini di sampaikan melalui sosialisasi. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh dua pemateri, yaitu Bapak M. Yusuf Abror, S.IP., Ma (Dosen Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNSRI) dan Bapak Januar Eko Aryansyah, S.IP., S.H., M.Si (Dosen Jurusan Administrasi Negara FISIP UNSRI).
Bapak M. Yusuf Abror, S.IP., M.Si selaku pemateri pertama menyampaikan terkait “Digitalisasi Pemerintahan”. Era digitalisasi saat ini tentunya dapat membantu dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh desa. Selain itu, digitalisasi juga dapat mempermudah dalam hal pengadministrasian desa mulai dari infografis, surat menyurat dan tentunya dapat menggunakan metode dari manual ke digital.
Kemudian, dilanjutkan oleh pemateri kedua yang merupakan dosen Jurusan Administrasi Publik FISIP UNSRI yaitu Bapak Januar Eko Aryansah, S.IP., S.H., M.Si yang menjelaskan tentang “Bagaimana penggunaan secara langsung aplikasi Digides (Digital Desa)”. Dalam aplikasi Digides menawarkan banyak keuntungan yang didapatkan oleh perangkat desa dan masyarakat desa khususnya, yaitu: pengarsipan dokumen semakin teratur dan jelas, mengubah metode manual menjadi digital, mengefesiensikan waktu, mempermudah pemantauan administrasi, dan dapat mengoptimalkan potensi desa. Sebagai contoh untuk Digital Desa “Digides” ini dapat mengoptimalkan potensi desa melalui kewirausahaan, baik itu makanan dan lainnya. Oleh karena itu, didalam Digides nanti dapat mempromosikan apa saja usaha yang dimiliki oleh Desa Meranjat II khususnya.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari jam 13.30 hingga 16.00 WIB, yang mendapatkan respon baik dari masyarakat dan perangkat desa untuk mengoptimalkan Digides. Salah satu respon dari perangkat desa yaitu Sekretaris Desa Meranjat II, Bapak Efrizal Supriyadi menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami selaku perangkat desa dan masyarakat setempat. Beliau menyadari perkembangan zaman menuntut masyarakat harus terus beradaptasi dengan apa yang sedang berkembang dimasa sekarang, khususnya masyarakat Desa Meranjat II. Salah satunya adalah digitalisasi pengelolaan administrasi dan perkantoran desa yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi Desa Meranjat II. Sekretaris Desa Meranjat II tersebut juga mengapresiasi dengan baik kegiatan yang dilakukan oleh Tim dari FISIP Universitas Sriwijaya tersebut dan berharap agar kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dapat memaksimalkan potensi yang ada pada Desa Meranjat II sehingga bisa mencapai apa yang menjadi tujuan dari pengabdian ini yaitu menjadikan Desa Meranjat II ini menjadi Smart Village dan bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang ada di Provinsi Sumatera Selatan.
Oleh karena itu, dari Tim UNSRI berharap setelah di berlakukannya pengenalan “Digides” dapat dilakukannya lagi tahapan lanjut, seperti persiapan pembimbingan dan eksekusi untuk di terapkan. Melalui hal tersebut, khususnya Desa Meranjat II dapat memberikan perwajahan nanti untuk desa-desa lainnya. (*)




