Peringati Hari Bakti PU ke 76 Tahun, Dinas PSDA Sumsel Luncurkan Pembagian Biopori Sebanyak 10.000

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dalam rangka Memperingati Hari Bakti PU ke 76 Tahun, Dinas PSDA Sumsel sesuai dengan tugas dan fungsinya yang salah satunya adalah pengendalian banjir, maka pada ini Rabu (1/12) Dinas PSDA melakukan kegiatan berupa luncuran dengan gerakan 10.000 Biopori untuk Kota Palembang khususnya daerah Ilir Timur I dan Kecamatan Sukarami.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas PSDA Sumsel, Ir. H. Herwan, MM saat diwawancarai di lokasi kegiatan di halaman RRI Palembang mengatakan bahwa salah satu tugas dan fungsi dari Dinas PSDA Sumsel adalah Pengendalian banjir, maka untuk itu kita melakukan gerakan peluncuran 10.000 biopori di Palembang. “Untuk saat ini, kami akan melaksanakan pembuatan biopori sebanyak 500 dan akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang sebanyak 5.000 dan tahun 2023 akan kami tuntaskan,” ujarnya.Ditanya terkait dua kecamatan seperti Kecamatan Ilir Timur I dan Kecamatan Sukarami yang menjadi daerah peluncuran biopori ini, Kepala Dinas PSDA Sumsel, Ir. H. Herwan, MM mengatakan, berdasarkan tabel titik banjir yang sudah dibuat oleh Dinas PUPR Kota Palembang sebanyak 60 titik di antaranya itu ada di Ilir Timur I dan Sukarami.Jadi biopori sebanyak 500 tadi akan kita sebar di dua Kecamatan itu.”500 biopori itu akan kita sebar di dua Kecamatan tadi dan tahun depan bertahap akan kita sebar lagi sesuai dengan titik-titik banjir. Karena ini sifatnya gerakan, maka kami berharap pada masyarakat Palembang khususnya berpartisipasi untuk mengikuti gerakan ini, sehingga genangan-genangan air akan diserap oleh biopori”, imbuh Kepala Dinas PSDA Sumsel, Ir. H. Herwan, MM.
Kepala Dinas PSDA Sumsel, Ir. H. Herwan, MM, juga menuturkan bahwa biopori ini merupakan media yang terbuat dari pipa dan ditanam kedalam tanah dengan kedalaman satu meter serta akan diisi dengan kompos untuk mengurai material-material yang terbawa oleh genangan air. “Ini merupakan salah satu upaya kami. Sebetulnya untuk genangan-genangan besar ada nanti upaya kami memompa dan mengalirkannya lewat kanal-kanal yang sudah dibuat oleh balai besar. Nah, ini merupakan upaya salah satu itu, minimal di masyarakat yang ada genangan-genangan itu akan membantu sehingga kami berharap kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi juga dalam gerakan ini sebab selain menyerap air, biopori itu juga akan menyuburkan tanah karena mengandung kompos,” ujarnya. (dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *