HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Perbaikan Irigasi Jadi Solusi Menekan Dampak Fenomena El Nino ke Pertanian Sumsel

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan parah diprediksi akan terjadi di Agustus 2023 mendatang, karena adanya fenomena El Nino.

Di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, para petani padi dan jagung, biasanya akan merasakan dampak besar dari kekeringan panjang tersebut. Dampak dari ini ternyata sudah diprediksi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan melakukan berbagai program bantuan, seperti perbaikan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan bendungan primer. Hal itulah yang dirasakan Hartani (56), petani di Kecamatan Sukamerindu, Kabupaten Lahat Sumsel.

Program RJIT sepanjang 500 meter dari bendungan primer, membuat lahan pertaniannya selalu mendapatkan pasokan air dari bendungan primer. “Dengan adanya RJIT atau saluran cacing sepanjang 500 meter itu, pasokan airnya melimpah walau di musim kemarau,” katanya, Jumat (21/7/2023).

Perbaikan bendungan primer juga dilakukan Kementan, agar pasokan air tidak meluber akibat banyaknya bocoran di bendungan. Biasanya panen cuma setahun sekali atau ‘timbang tahun’, karena pengairannya bergantian ke lahan-lahan petani.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), telah memerintahkan jajaran Kementan untuk mendampingi petani dan menyiapkan sumber air, baik dari sumur bor maupun saluran irigasi, sebagai langkah pencegahan dari dampak fenomena El Nino.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *