Pempek Koyek, Salah Satu UMKM Kota Palembang yang Ikut Meriahkan Festival Perahu Bidar

Kemeriahan Para Pendayung dan Suporter dalam memeriahkan festival Perahu Bidar Tradisional Palembang. Foto:Diah
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Suasana di pelantaran benteng kuto besak (BKB) dan sebrang ulu Sungai Musi itu terasa berbeda. Riuh tepuk tangan penonton festival perahu bidar bercampur dengan aroma pempek goreng yang mengepul dari deretan lapak UMKM. Di balik kemeriahan perlombaan perahu, geliat UMKM kota Palembang tampak semakin hidup. Ratusan stan kuliner, kerajinan, dan produk khas daerah berjajar di sepanjang tepian sungai. Aroma pempek, model, hingga aneka kudapan tradisional menggoda para pengunjung,sementara produk batik jumputan dan songket Palembang dipamerkan dengan bangga.

Tampak depan pempek koyek yang berada di 7 ulu kampung kapitan pada tanggal 17 agustus. Foto: Diah
Di antara kerumunan, ibu atika sari (anak pemilik pempek koyek) yang berada di sebrang 7 ulu kampung kapitan ini tampak sibuk melayani pembeli. “Alhamdulillah, selama festival omzet saya naik dari hari biasanya yang biasa 100 kg/ hari saat festival bisa naik 2x lipat dari hari biasanya”. Ucapnya penuh semangat.

Sambutan walikota palembang dalam pelaksanaan festival perahu bidar bersama wakil walikota palembang dan perwakilan kementrian
pariwisata republik indonesia. Foto:web pemerintah kota palembang.
Wali Kota Palembang, dalam sambutannya, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ajang melestarikan budaya, tetapi juga ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kita ingin budaya Palembang bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga membawa manfaat ekonomi. Melalui festival ini, UMKM kita bisa naik kelas, memperluas pasar, bahkan menjangkau wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Tak hanya warga Palembang, wisatawan luar kota pun turut menikmati kemeriahan. Ovie pengunjung asal riau, mengaku kagum dengan perpaduan budaya dan ekonomi dalam festival ini. “Saya datang karena penasaran dengan lomba perahu bidar yang sudah terkenal apakah sama dengannya pacu jalur di kauansing riau. Ternyata bukan hanya lombanya yang menarik, tapi juga kuliner dan kerajinannya luar biasa. Saya bawa pulang pempek dan kain jumputan untuk oleh-oleh,” tutur ovie.

Peserta ABC Internasional Development ikut memeriahkan Festival Perahu Bidar.
Festival perahu bidar tahun ini tercatat menghadirkan lebih dari 60 ribu pengunjung terhitung selama 3 hari dari tanggal 17-15 agustus . Pemerintah Kota Palembang optimistis kegiatan rutin tahunan ini dapat menjadi magnet pariwisata dan pintu gerbang internasionalisasi produk UMKM.

Seluruh Peserta dan Panitia ABC Internasional Development berfoto bersama Walikota palembang Di Rumah Dinas Sekda. Foto: kak Nafa
Dengan sinergi budaya dan ekonomi, Festival Perahu Bidar tak hanya melestarikan tradisi di Sungai Musi, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi UMKM Palembang untuk terus maju dan dikenal lebih luas. (Diah)

Salah satu Stand UMKM yang ikut memeriahkan Festival Perahu Bidar yang berada di dalam kawasan BKB. foto:Diah

Pedagang kaki lima yang ikut memeriahkan stand makanan yang berada di luar kawasan BKB. Foto: Diah 
Pempek tumpah dan es pisang hijau makasar ikut memeriahkan stand makanan umkm di festival bidar. foto:Diah



