HeadlineOPINISUMSEL

OPINI: Menghidupkan Kembali Semangat Koperasi Terkait Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Lewat Peran Strategis Generasi Z

Oleh  : Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom

Pendidik dan Jurnalis Tinggal di Palembang

Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan kebijakan strategis terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang ditandatangani pada 27 Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pembentukan 80.000 koperasi di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan desa mandiri menuju Indonesia Emas 2045 .Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif, Presiden Prabowo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2025, yang ditandatangani pada 2 Mei 2025. Satgas ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan terdiri dari satuan tugas di tingkat nasional, provinsi, serta kabupaten/kota

Koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang begitu cepat dalam menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan. Banyak yang menganggap koperasi sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman, lamban, dan tidak mampu bersaing di era teknologi. Namun, anggapan tersebut bisa berubah jika generasi muda—khususnya Generasi Z—dilibatkan secara aktif dalam transformasi koperasi. Gen Z, yang merupakan generasi kelahiran akhir 1990-an hingga awal 2010-an, justru memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kebangkitan koperasi di Indonesia.

Literasi Digital: Kunci Transformasi Koperasi Modern

Salah satu kekuatan utama Gen Z adalah literasi digital mereka yang tinggi. Terbiasa hidup dalam ekosistem teknologi, Gen Z mampu mengakses informasi, mengelola data, dan membangun jejaring secara instan. Hal ini menjadi modal penting dalam mengubah wajah koperasi tradisional menjadi koperasi modern yang berbasis teknologi. Bayangkan jika koperasi menggunakan aplikasi digital untuk transparansi laporan keuangan, sistem keanggotaan online, hingga platform e-commerce untuk menjual produk anggotanya. Ini semua bisa diwujudkan dengan kreativitas dan kemampuan teknis anak-anak muda masa kini. Tidak hanya itu, keterampilan Gen Z dalam menggunakan media sosial juga dapat menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan koperasi dan menarik minat generasi muda lainnya. Dengan strategi digital marketing yang tepat, koperasi bisa menjangkau lebih banyak anggota, terutama dari kalangan muda, serta menciptakan citra koperasi yang dinamis dan progresif.

Selain kecakapan teknologi, Gen Z juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan keadilan. Mereka tidak hanya mencari keuntungan finansial, tetapi juga ingin terlibat dalam kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Prinsip ini sangat sejalan dengan nilai-nilai dasar koperasi yang mengedepankan demokrasi ekonomi, solidaritas, dan kesejahteraan bersama. Koperasi bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang komunitas dan kolaborasi. Oleh karena itu, Gen Z adalah mitra ideal untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam bentuk yang lebih modern dan relevan.

Tantangan dan Peluang

Namun, melibatkan Gen Z dalam koperasi bukan tanpa tantangan. Banyak dari mereka yang belum mengenal koperasi secara menyeluruh, bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang kuno dan tidak menarik. Kurangnya edukasi dan sosialisasi sejak dini membuat koperasi kurang dikenal di kalangan muda. Di sinilah pentingnya peran pemerintah, institusi pendidikan, dan koperasi itu sendiri untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat koperasi dan peluang yang bisa diraih di dalamnya.

Pendidikan koperasi harus diintegrasikan dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler sejak bangku sekolah dan kampus. Selain itu, program magang, inkubator bisnis berbasis koperasi, hingga kompetisi inovasi koperasi berbasis teknologi bisa menjadi cara efektif untuk menarik minat dan partisipasi Gen Z.

Saatnya Koperasi Berbenah dan Berinovasi

Koperasi tidak akan bertahan jika hanya mengandalkan sistem lama tanpa inovasi. Tapi dengan keterlibatan Gen Z, koperasi dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang adaptif, inklusif, dan modern. Mereka membawa semangat baru yang bisa menyegarkan koperasi, menjadikannya sebagai solusi ekonomi alternatif yang berkeadilan danberkelanjutan. Generasi Z bukan hanya masa depan koperasi, tapi mereka adalah harapan masa kini. Jika diberi ruang dan kepercayaan, mereka akan mampu membawa koperasi naik kelas, tidak hanya sebagai bagian dari sejarah ekonomi Indonesia, tetapi juga sebagai penentu arah masa depan ekonomi yang lebih adil dan kolaboratif.

Generasi Z, yang lahir di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, memiliki potensi besar untuk merevitalisasi peran koperasi di Indonesia. Dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, koperasi tidak bisa lagi dipandang sebagai lembaga ekonomi tradisional yang kaku. Justru, dengan semangat kolaboratif dan orientasi sosial yang dimiliki Gen Z, koperasi bisa menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang modern dan relevan.

Pertama, Gen Z memiliki literasi digital yang tinggi. Mereka terbiasa menggunakan teknologi untuk berinteraksi, bertransaksi, dan bahkan membangun komunitas. Jika potensi ini diarahkan ke dalam manajemen koperasi, maka koperasi dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi digital yang efisien dan transparan. Aplikasi keuangan, sistem voting daring, dan pemasaran digital adalah contoh bagaimana Gen Z dapat mengubah wajah koperasi.

Kedua, Gen Z dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Banyak dari mereka yang tertarik pada isu-isu seperti keadilan ekonomi, lingkungan, dan inklusi. Nilai-nilai ini sangat sejalan dengan prinsip koperasi yang mengedepankan demokrasi ekonomi dan kesejahteraan bersama. Koperasi bisa menjadi alat perjuangan nyata bagi generasi ini dalam menciptakan dampak sosial yang positif.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Masih banyak generasi muda yang belum mengenal koperasi secara utuh atau menganggapnya sebagai sesuatu yang usang. Di sinilah pentingnya edukasi dan pelibatan aktif dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan koperasi itu sendiri untuk membuka ruang partisipasi dan inovasi bagi Gen Z. Pemerintah tetap berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan ini dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah, untuk memastikan pembentukan koperasi desa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Kebijakan Presiden Prabowo mengenai Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan pendanaan yang memadai dan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan koperasi desa ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memutus mata rantai kemiskinan, dan mewujudkan desa mandiri menuju Indonesia Emas 2045. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *