OPINI: Makna HUT Kemerdekaan RI ke 78
Poto: IST – Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn

MOMEN di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78 memiliki makna yang khusus.
Memaknai HUT Kemerdekaan RI bukan hanya pesta yang meriah namun menjadi momen untuk memperingati ternyata pada masa sebelum kemerdekaan sudah ada upaya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia salah satunya Raja Kerajaan Palembang, Sido Ing Rejek yang berperang melawan VOC.Kita di Abad 17 sudah memulai perjuangan melawan VOC, jadi kita harus memaknai bahwa perjuangan bangsa ini merupakan proses dari perjuangan-perjuangan seluruhnya yang kultimasinya atau titik puncaknya pada 17 Agustus 1945. Saya baru saja menerima Komunitas Sosial Berkuda Ogan Ilir (Koboi) menggelar napak tilas perjuangan Pangeran Sido Ing Rejek, Berkuda Indralaya-Palembang 16 sampai 17 Agustus 2023. yang kuburannya berada di Desa Saka Tiga, OI yang dimulai dari Rabu (16/8) dan sampai ke Palembang, Kamis (17/8) dan berakhir di Komplek Pemakaman Candi Welan (komplek pemakaman Susuhunan Kholifatul Mukminin Sayyidul Iman) yang merupakan pendiri Kesultanan Palembang Darussalam dan juga adik dari Sidoing Rejek) yang beralamat di jalan Candi Welan kelurahan 22 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 1. (Belakang Pasar Cinde) Palembang.
Untuk tantangan ke depan, Indonesia harus maju dan bangkit menuju 2045 dimana generasi sekarang harus dipersiapkan. Seperti kita ketahui 10 sampai 20 tahun ke depan untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia bisa nomor 1 itu prediksinya karena kita memiliki berbagai macam baik SDM , SDA dan juga akhlak yang harus diperkuat bagi generasi kita. (*)



