Merancang Pembuatan Video Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Gaya Belajar Audio Visual di Satuan PAUD
Keterangan foto:Prof.Dr.Hj.Sri Sumarni, M.Pd.
Merancang pembuatan video pembelajaran berdiferensiasi dengan gaya belajar audio-visual di satuan PAUD adalah sebuah inovasi penting yang berpotensi besar dalam mendukung proses belajar anak usia dini. Di usia ini, anak-anak cenderung belajar dengan cara yang unik dan bervariasi, di mana gaya belajar visual dan auditori seringkali menjadi dominan. Mereka lebih mudah menyerap informasi melalui kombinasi gambar, suara, dan gerakan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang hanya berfokus pada penjelasan verbal. Video pembelajaran menjadi solusi yang efektif karena dapat menyatukan elemen visual dan auditori, yang tidak hanya mampu menarik perhatian anak tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan.
Pembuatan video pembelajaran berdiferensiasi di PAUD dimulai dengan menentukan tujuan pembelajaran yang jelas, spesifik, dan sesuai dengan perkembangan anak. Misalnya, tujuan bisa berkisar pada pengenalan huruf, angka, warna, bentuk, hingga nilai-nilai sosial dasar seperti berbagi dan bekerja sama. Penentuan tujuan ini sangat penting agar video yang dihasilkan fokus dan tidak terlalu kompleks, sehingga anak bisa dengan mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan. Selanjutnya, konten video harus dirancang secara menarik dan interaktif. Penggunaan animasi berwarna cerah, karakter yang lucu, dan narasi dengan intonasi yang menyenangkan dapat membantu menjaga minat anak sepanjang video berlangsung. Menggunakan bahasa yang sederhana dan akrab di telinga anak juga memudahkan mereka untuk mengikuti dan memahami materi. Durasi video perlu diperhatikan dengan cermat. Anak usia dini memiliki rentang perhatian yang terbatas, umumnya tidak lebih dari 5-10 menit. Oleh karena itu, setiap video sebaiknya fokus pada satu atau dua konsep saja. Dengan durasi yang pendek, anak-anak dapat lebih fokus dan tidak cepat bosan. Penting juga untuk menyisipkan elemen interaktif, seperti ajakan untuk menyebutkan kata, bernyanyi, atau meniru gerakan sederhana. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran tetapi juga mendukung pengembangan keterampilan motorik mereka. Video yang dirancang dengan baik harus bisa mengintegrasikan berbagai gaya belajar. Visualisasi yang menarik membantu anak yang lebih responsif terhadap gambar, sedangkan narasi, musik, dan efek suara akan membantu anak yang lebih responsif terhadap bunyi.
Setelah proses perancangan selesai, langkah penting berikutnya adalah uji coba dan evaluasi. Uji coba ini melibatkan pengamatan langsung terhadap respon anak saat menonton video, apakah mereka tampak tertarik, mengikuti instruksi, dan memahami isi dari video tersebut. Evaluasi dari uji coba ini memberikan informasi berharga untuk memperbaiki konten agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan anak. Revisi dan penyempurnaan video berdasarkan umpan balik ini penting agar video yang digunakan benar-benar mampu mendukung proses belajar dengan optimal.
Manfaat video pembelajaran berdiferensiasi dengan gaya audio-visual di PAUD tidak hanya pada peningkatan pemahaman anak, tetapi juga pada peningkatan motivasi dan keterlibatan mereka dalam belajar. Video yang menggabungkan elemen suara dan visual dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan menarik, yang sulit dicapai dengan metode pembelajaran tradisional. Anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif, bukan hanya sebagai penonton pasif tetapi juga sebagai peserta yang terlibat dalam proses belajar. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi melalui video diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak, serta membangun fondasi yang kuat bagi keberhasilan belajar mereka di masa mendatang.
Secara keseluruhan, merancang video pembelajaran berdiferensiasi dengan gaya belajar audio-visual adalah langkah strategis yang perlu dipertimbangkan oleh satuan PAUD. Video pembelajaran bukan hanya alat bantu, melainkan juga sebuah media yang mampu menjembatani perbedaan gaya belajar anak, sehingga setiap anak dapat belajar sesuai dengan cara terbaik mereka. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, video pembelajaran akan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menarik, dan efektif bagi anak usia dini.


PENDAPAT MAHASISWA:
NADYA YULIANA SANTI: Judul tersebut sangat jelas dan spesifik karena mengarah langsung pada inti kegiatan yaitu pelatihan pembuatan video pembelajaran, judul tersebut sesuai dengan perkembangan teknologi dan tren pembelajaran yang semakin mengarah pada penggunaan media visual. Penggunaan kata pada diferensiasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memperhatikan kebutuhan individual anak yang mencakup semua aspek penting dari kegiatan pelatihan mulai dari target peserta hingga tujuan pembelajaran.
MAULIDA: video pembelajaran berdiferensiasi untuk gaya belajar audio visual anak usia dini merupakan strategi yang sangat efektif dalam membantu anak-anak memahami materi dengan baik dan menyenangkan dengan memadukan antara elemen sesuai dengan elemen visual dan audio, video ini dapat menarik perhatian anak serta pendekatan ini juga memungkinkan anak untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka
LUTHFIA FAIRUZ: Pembelajaran berdiferensiasi dengan gaya belajar audio visual efektif dirasa penting karena dengan memadukan suara dan gambar, membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami bagi siswa yang responsif terhadap kedua elemen ini. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa namun tetap perlu dikombinasikan dengan strategi lain untuk memenuhi kebutuhan seluruh gaya belajar di kelas. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih inklusif dan mendukung hasil belajar yang optimal.
LENI MARYANI: Pembelajaran berdiferensiasi menyesuaikan proses belajar agar memenuhi kebutuhan individu anak. Salah satu cara belajar anak adalah melalui audio visual yaitu dengan menggunakan pendengaran dan penglihatan. Video pembelajaran menjadi media yang tepat karena menggabungkan elemen visual dan audio pelatihan dan pendampingan ini sangat membantu para guru TK di Kabupaten Banyuasin dalam proses pembuatan video pembelajaran yang dekat dengan lingkungan anak dan juga menarik.
NURJANA: Pelatihan dan pendampingan pembuatan video pembelajaran berdiferensiasi untuk gaya belajar audio visual anak usia dini adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Pendidikan. Melalui pelatihan ini guru dapat memperoleh keterampilan membuat video yang menarik sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini terutama pada anak yang lebih menyukai belajar dengan audio dan visual. Pelatihan ini juga dapat memastikan bahwa video yang dibuat relevan, interaktif dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran.
| No. | Informasi | |
| 1. | Judul PPM
|
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Video Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Gaya Belajar Audio – Visual Anak Pada Guru TK Di Kabupaten Banyuasin
|
| 2. | Ketua | Prof. Dr. Sri Sumarni, M. Pd |
| 3. | Anggota | Anggota dosen:
§ Dra. Evy Ratna Kartika Waty Ph.D § Rina Rahayu Siregar, S.Pd, M.Psi
Anggota Mahasiswa: § Arina Syifa Sabrina (06141282227064) § Syabila Dwi Azara (06141282227022) § Nurjana (06141282227092) § Ranifa Wardhatul Jannah (06141382227100) § Nadya Yulianda Santi (06141282227018) § Luthfia Fairuz (06141382227069) § Maulida (06141282227016) § Leni Maryani (06141282227039) |
| 4. | Kegiatan
|
PPM Pengabdian Pada Masyarakat pada skema perkuliahan desa tahun 2024 di Kabupaten Banyusin
§ Pendaftaran peserta : 02 – 06 September 2024 § Penyampaian materi Pembuatan video pembelajaran berdiferensiasi untuk gaya belajar audio – visual anak: 07 September 2024 § Pendampingan pembuatan video pembelajaran : 9 – 20 September § Evaluasi hasil kerja : 23 September 2024 § Revisi dan pengumpulan hasil kerja : 24 September – 07 Oktober 2024 |
| 5. | Partisipan | Guru-guru TK di Kabupaten Banyuasin
|



