LC Nekad Jadi Pengedar dan Pemakai Sabu

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Nur Hidayatin Ni’mah (22) seorang Lady Escort alias LC panggilan, nekat jadi pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu, tersangka hanya bisa pasrah ditangkap oleh Tim Buser Polsek Ilir Barat (IB) 1 Palembang.

Tersangka Nur Hidayatin Ni’mah, ditangkap di rumah bedeng kontrakannya di Jalan Kancil Putih VII Bedeng Butet No 4613 Rt 46 Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang. Rabu (24/11) sekitar pukul 21.00  Wib.

Penangkapan tersangka Ni’mah, berawal informasi warga masyarakat jika ada seorang LC wanita, kerap melakukan transaksi narkoba jenis sabu, di wilayah tempat tinggal mereka. Mendapat informasi tersebut Kapolsek IB 1 Palembang, Kompol Roy A Tambunan, langsung memerintahkan Tim Opsnal Polsek IB 1 Palembang, di bawah pimpinan Kanit Reskrim Iptu Arlan Hidayat. “Benar kita dapat informasi dari masyarakat, setelah kita cek di bedeng Butet ternyata benar, karena gerak cepat kita kita dapati tersangka ini bersama barang bukti sabu dengan berat 3,42 gram. Tersangka ini berperan sebagai pengedar lokasi pengedaran sabu di kawasan Kancil Putih, dia ini jadi pengedar baru,” ungkap Kapolsek IB 1 Palembang, Kompol Roy A Tambunan didampingi Kanit Reskrim Iptu Arlan Hidayat, Rabu (1/12).

Dari hasil pengerebekan itu, petugas berhasil mengamankan tersangka Ni’mah tanpa perlawanan dan menyita barang bukti 2 bungkus plastik transparan berisi narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3,42 gram, di dalam selipan label celana jean panjang di dalam lemari pakaian. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek IB 1 Palembang guna proses hukum selanjutnya.

Dari pengakuan tersangka Ni’mah, dirinya baru beberapa bulan mengedarkan sabu milik kakak angkatnya bernama Bondan yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),  karena iming -iming mengunakan sabu sepuasnya dan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, mengingat pendapatan LC panggilannya tidak seberapa. “Saya kenal sabu sejak 10 bulan, saya terpaksa awalnya diiming- imingi pake sabu dan terdesak ekonomi, untung tidak ada hanya pakai sepuasnya, make sabu sejak habis lebaran Idul Adha,” akunya.

Diakui tersangka Ni’mah, setiap kali disuruh tersangka Bondan (DPO) mengedarkan sabu hanya berkisar dua kantong sedang narkoba jenis sabu saja, bahkan uang penjualan sabu langsung disetor ke Bondan. “Barang tidak beli, barang dari Bondan dia titip ke saya sebanyak dua kantong, aku hanya pelantara saja, uang pembelian sabu langsung ke Bondan kalaupun ada sama saya langsung diserahkan ke Bondan, saya hanya dikasih make saja, Bondan itu abang angkat saya kenal dengan dia di dunia malam,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *