HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

L2Dikti Wilayah II Support Akselerasi Implementasi MBKM, Gelar Bimtek Libatkan Stakeholders

Keterangan foto: Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc foto bersama para peserta Bimtek.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II mensupport penuh program yang dijalankan pemerintah melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Seperti yang dilakukan kali ini dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) dalam rangka Akselerasi Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi bertempat di Aula STIE APRIN Palembang, Rabu (20/9).
Kegiatan Bimtek yang dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc dengan dihadiri oleh Wakil Ketua 3 Kampus Merdeka Amir Mahmud Saafari dan dan para peserta Bimtek. “Program MBKM ini sangat penting sekali dipahami oleh semua Perguruan Tinggi karena mendorong para mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan kemampuan dan potensinya. Selain itu, yang perlu dipahami adalah MBKM bukan menggantikan kurikulum yang sudah ada tapi mengoptimalisasi yang sudah ada. Bahwa meja belajar bukan hanya di kelas saja tapi juga semua ruang kehidupan, baik itu di lingkungan perusahaan, di masyarakat. Bahkan dengan online mahasiswa bisa belajar dari mana pun. Termasuk link and match dengan perusahaan, sehingga lulusan yang didapat adalah sesuai yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Iskhaq.

Keterangan foto: Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc saat sambutan membuka acara bimtek. 

Menurutnya, sejauh ini yang sudah melaksanakan MBKM di LLDIKTI Wilayah II ada sekitar 48 Universitas, kemudian yang KKN Tematik ada sekitar 4-5 Universitas karena ini sifatnya pilot project. Kemudian yang kerjasama dengan Kominfo ada sekitar 900 mahasiswa yang terlibat. Disinggung prihal kelemahan yang dihadapi, ia mengakui bahwa akselerasi ini harus didukung perguruan tinggi dan stakeholder. Apalagi, kendala utama implementasi MBKM sendiri adalah dari sisi Internal Program Studi yang belum memahami, sehingga belum mengakomodir MKBM. “Program MBKM berdasarkan potensi masing-masing. Ini bimbingan teknisnya. Kita saat ini MBKM Mandiri baru ada 3 MBKM Merdeka membina UMKM, bekerja sama dengan Kominfo membentuk digital tallent. dan KKN Tematik membangun desa arahnya Desa Mandiri Pangan dan Desa Digital. Kita di L2Dikti, MBKM yang dirancang mengarah untuk mendukung pencapaian tujuan. Contoh di Lampung mengarah ekonomi. Pantai di Laut jadi potensi kelautan kita cari program ke arah sana. Di Sumsel kita dukung mandiri pangan. Kita cari produk itu, salah satu UMKM yang berbasis kelompok masyarakat seperti PKK yang arahnya pendidikan stunting. Kita akan bina juga di Bengkulu dan Babel. Tentunya dengan karakter wilayahya,” tambahnya.
Terkait peserta Bimtek, diakuinya, peserta yang ikut bimtek diajak bermitra untuk sama-sama berkontribusi. Selanjutnya, dari sisi stakeholders program yang dirancang bisa berjalan. Di Perguruan Tinggi masih banyak pengalaman, bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, bagaimana leadership mereka dan kita ingin dua-duanya baik dosen maupun mahasiswa mendapat hasil yang baik.


Sementara itu, Wakil Ketua 3 Kampus Merdeka Amir Mahmud Saafari mengapresiasi L2DIKTI Wilayah II Palembang yang terus melakukan akselerasi implementasi MBKM di wilayahnya. “Harus diakui bahwa dari sisi urgensinya MBKM sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan kualitas lulusan generasi muda yang ke depannya akan menjadi penerus bangsa. Dan kata kuncinya yang selalu disampaikan dari Kampus Mandiri adalah Kolaborasi dan Inklusifitas yang kemudian akan kita kejar bersama untuk membangun bangsa. Dan terima kasih kepada Bapak Kepala LLDIKTI Wilayah II atas inisiatif yang telah dilakukan,” ujar Amir yang mengakui bahwa Pemerintah terjun langsung ke masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air dalam rangka memberikan support terhadap program akselerasi implementasi MBKM ini. Selain itu, untuk mengetahui secara langsung apa yang sesungguhnya menjadi fokus teoritas dan poin yang harus dikedepankan. “Bahwa kegiatan iTransformasi ini adalah BERSAMA. Kolaborasi dan Inklusifitas. Ini bisa menjadi projek yang bisa membangun anak bangsa melalui pembelajaran. Kegiatan ini untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pola pembelajaran di luar kampus dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Apresiasi kita kepada L2Dikti Wilayah II ini yang terutama dari tiga project yang diciptakan. WIlayah lain justru belum kepikiran. Jadi pantas sekali wilayah lain melihat dan mencontoh kerjasama yang sudah dilaksanakan L2Dikti Wilayah II ini,” tambah Amir. (saf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *