HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Kurang dari 1 x 24 Jam Polsek Sako Palembang, Berhasil Meringkus Enam Remaja Tawuran Mengunakan Sajam

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Kurang dari 1 x 24 Jam, Polsek Sako Palembang, berhasil meringkus enam remaja tawuran mengunakan senjata tajam (sajam). Yang mana aksi tawuran ini sempat viral di media sosial (medsos).

Lima dari enam orang remaja status pelajar dan satu orang putus sekolah di SMA di Kota Palembang ini, melakukan tawuran di kawasan Jalan Sunama Jembatan Tiga Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Palembang. Rabu (26/7) sekitar pukul 10.00 Wib.

Penangkapan ke enam remaja ini, setelah aksi tawuran mereka viral, masuk ke dalam Aplikasi Bantuan Polisi (Banpol) yang segera di tindak lanjuti pihak kepolisian Polsek Sako Palembang. Dari video viral tersebut, petugas di bawa pimpinan Kapolsek Sako Palembang, Kompol Sulis Pujiono dan Panwas Ipda Heriyanto, berhasil menangkap para pelaku tawuran dengan mudah. “Penangkapan ke enam pelaku ini masuknya laporan dari aplikasi Bantuan Polisi program Bapak Kapolda Sumsel, kami bersama anggota menindak laporan adanya tawuran,” ungkap Kapolsek Sako Palembang. Kompol Sulis Pujiono. Kamis (27/7).

Dikatakan Kompol Sulis. Enam remaja yang diamankan ini diantaranya, Ikbal (16) warga Patra Jaya Plaju Palembang. Al Hakim (17) warga Sutra Borang Sako Palembang. Iyan (17) dan M Affandi (17) keduanya warga Lebak Murni Ujung Banyuasin.

Sedangkan dua pelaku tawuran yang membawa sajam jenis cerurit yaitu, pelaku Eki (16) warga Sawit Kelurahan Sako Palembang dan pelaku Rio Saputra (18) putus sekolah, warga Pangeran Ayin Kenten Palembang. “Alhamdulillah dari tawuran itu kita amankan ada enam orang yang di duga terlibat aksi tawuran tersebut, dari enam orang ini ada 1 yang dewasa tapi putus sekolah dan dua juga yang membawa sajam, yang lain masih status pelajar semua,” jelasnya.

Diterangkan Kapolsek Sako Palembang, jika kelompok ini melakukan aksi tawuran secara spontanitas kepada teman temannya, tapi jika sudah bertemu dengan target barulah mereka beraksi ‘tawuran’. “Mereka ini spontanitas mengajak komunitasnya jika ketemu lawan atau sudah janjian mereka melakukan aksi saling serang, selain mengamankan ke enam orang ini kita juga mengamankan dua sajam jenis cerurit,” terangnya.

Sementara itu. Pelaku Rio yang telah putus sekolah di bangku Kelas 2 SMA di Kota Palembang ini, mengakui jika dirinya hanya ikut ikutan menghilangkan stres di rumah. Pelaku Rio membeli senjata tajam di media sosial Lazada seharga Rp 150 ribu. “Saya ikut-ikutan saja, musuh anak sekolah pembina, tidak ada yang kena, hanya untuk menghilangkan stres saja, putus sekolah kelas dua di suruh pindah karena 1 bulan tidak masuk, cerurit saya beli di lazada seharga 150 ribu,” akunya.

Untuk proses hukum, pihak kepolisian hanya akan memproses kasus kepemilikan senjata tajam saja, akan tetapi bagi pelajar yang tawuran akan dilakukan pembinaan dan membuat pernyataan sikap agar tidak mengulangi perbuatan serupa. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *