Kuliah Kerja Lapangan PBI UKMC di SMK Methodist 2
PALEMBANG, MEDIASRIWIJYA – Mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan selama 5 bulan, yakni pada periode Februari – Juni 2022. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan bagi peserta didik SMK Methodist 2 adalah Webinar bertajuk “Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris dalam Memasuki Dunia Kerja”pada hari Selasa, 24 Mei 2022. Narasumber yang dihadirkan adalah Anastasia Ronauli Hasibuan, M.Pd. (dosen Pendidikan Bahasa Inggris UKMC) dan Hermantoni, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMK Methodist 2, Guru Pembimbing Lapangan KKL).
Dua mahasiswi PBI, yakniT. Rike Widia Selovani dan Leona Jaya, diutus untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di sekolah mitra, SMK Methodist 2 yang berlokasi di Jl.Kolonel Atmo No. 450, Kota Palembang. Pelaksanaan berbagai program KKL dapat membawa dampak positif bagi mahasiswa-mahasiswi untuk meningkatkan softskillsseperti kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, sekaligus dapat meningkatkan keterampilan yang akan digunakan dalam dunia kerja. Pihak mitra yang diwakili kepala sekolah, Pendeta Eron Pontoh, S.Th., M.A., menyambut baik adanya program KKL di sekolah mereka. Begitu pula dengan diadakannya program pemberdayaan sebagai mahkota dari program KKL, sekolah kejuruan ini sangatlah mendukung.
Anastasia menggari sbawahi, “Bahasa Inggris sangatlah penting dan diperlukan, apalagi kalau hendak melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun memasuki dunia kerja karena seringkali perusahaan mensyaratkan karyawan harus bisa berbahasa Inggris. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris itu memudahkan berkomunikasi secara internasional.” Bahasa Inggris sangat diperlukan sebagai tambahan, entah di bidang kebudayaan,ekonomi, pendidikan, atau teknologi sehingga dapat memperlancar persaingan dalam dunia kerja.Berdasarkan data PISA (Program for International Student Assessment), pencapaian kemampuan berbahasa Inggris negara Indonesia dibandingkan negara lain di seluruh dunia di tahun 2015 berada di peringkat 62 dari 70 negara dan tahun 2018 justru menurun di peringkat 71 dari 77 negara.“Siswa-siswi SMK harus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di dalam negeri karena semakin banyak tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia,” tambah Anastasia. Para narasumber juga memaparkan berberapa test yang biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL dan TOEIC yang melibatkan kemampuan listening, reading, grammar, conversation,dan lain-lain. ( daris )





