KKN Terintegrasi PkM UIN Raden Fatah Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Partisipatif di SD Negeri 1 Prabumulih
PRABUMULIH, MEDIASRIWIJAYA – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi bersama dosen pendamping dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali melaksanakan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SD Negeri 1 Prabumulih. Setelah sebelumnya mengadakan sosialisasi sekolah bebas bullying, kali ini kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Partisipatif bersama Warga Sekolah.
Lokakarya ini mengusung tujuan utama merancang strategi edukasi, kampanye, dan pelatihan berbasis kebutuhan komunitas sekolah. Hal ini dilakukan agar upaya pencegahan bullying dan penanaman nilai kesetaraan gender serta penerimaan terhadap anak berkebutuhan khusus tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat diimplementasikan langsung oleh sekolah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Binar Azwar Anas Harfian, M.Pd., dengan dukungan anggota tim dosen, yaitu Tito Nurseha, M.Si., Gina Agiyani, M.Kom., Fitri, M.Biomed., dan Lutfia Nurazizah Ferlianti. Sementara itu, Tim KKN yang turut aktif memfasilitasi kegiatan terdiri dari mahasiswa: Indah Pratiwi, Nova Febriyanti, Dea Safitri, Yulianti, Anisa Nur Indah Ekasari, Anas Tasya, Riska Rahimi, Ulfa Zahira, Raihana Artanti, dan Annisa Nurhaliza.
Lokakarya dihadiri oleh guru, perwakilan siswa, serta komite sekolah. Peserta lokakarya diajak untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang sering muncul di lingkungan sekolah, khususnya terkait perilaku bullying, perlakuan yang tidak setara antara siswa laki-laki dan perempuan, serta tantangan dalam menerima anak-anak dengan kebutuhan khusus. Melalui diskusi kelompok, peserta menyampaikan pengalaman, hambatan, dan aspirasi mereka, kemudian merumuskan strategi nyata untuk menghadapi persoalan tersebut.

Dalam sambutannya, Binar Azwar Anas Harfian, M.Pd. menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membangun sekolah yang ramah anak. “Sekolah bebas bullying hanya dapat terwujud apabila guru, siswa, dan orang tua berperan aktif. Dengan pendekatan partisipatif, rencana aksi yang disusun akan lebih relevan dengan kebutuhan sekolah dan lebih mudah untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan lokakarya berjalan interaktif. Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah Bapak Tito Nurseha, M.Si. yang menyampaikan pentingnya peran dari setiap warga sekolah dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah. Guru membahas peran mereka dalam memberikan teladan dan membangun budaya anti-bullying, siswa menyuarakan perspektif tentang pentingnya saling menghargai, sedangkan komite sekolah menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam pengawasan dan pendampingan anak.
Hasil dari lokakarya ini adalah Dokumen Rencana Aksi Kolaboratif yang berisi langkah-langkah strategis yang akan diterapkan di SD Negeri 1 Prabumulih. Dokumen tersebut memuat tiga fokus utama, yaitu:
1. Strategi edukasi, berupa pembelajaran tematik, penyuluhan rutin, dan penguatan materi karakter pada siswa.
2. Strategi kampanye, melalui poster, slogan, serta kegiatan kreatif siswa yang menyuarakan pesan anti-bullying dan kesetaraan gender.
3. Strategi pelatihan, baik untuk guru maupun siswa, dalam hal keterampilan komunikasi, manajemen konflik, dan pendekatan inklusif terhadap anak berkebutuhan khusus.
Kepala SD Negeri 1 Prabumulih, Suryati, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai lokakarya ini memberikan ruang bagi seluruh warga sekolah
untuk berpartisipasi aktif dalam membangun budaya positif. “Kami berharap dokumen rencana aksi ini benar-benar menjadi pedoman yang bisa dijalankan bersama sehingga
sekolah bebas bullying dapat terwujud,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PkM bertajuk “Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying: Edukasi Kesetaraan Gender dan Penerimaan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Kota Prabumulih” yang berlangsung selama delapan minggu. Melalui pendekatan kolaboratif ini, UIN Raden Fatah Palembang berkomitmen mendampingi sekolah dasar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkeadilan sosial. (*)




