Kapolda Sumsel Resmi Buat Pernyataan Permohonan Maaf
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kapolda Sumsel Irjen Pol, Prof. Eko Indra Heri hari ini, Kamis (5/8) pukul 10.30 wib di Ruang Promoter Lantai III Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 3.5 Palembang membuat pernyataan resmi permohonan maaf terkait situasi yang terjadi akibat adanya “Sumbangan Dana Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio” yang sempat membuat kegaduhan warga Sumsel umumnya dan kota Palembang khususnya. Berikut kutipan dari rekaman suara Kapolda Sumsel: “Saya secara pribadi maupun secara Kapolda Sumsel untuk lagi memahami terkait permasalahan dana 2 triliun dari mendiang Akidi Tio , oleh karena itu pada hari ini saya secara pribadi maupun secara Kapolda memohon maaf.
Kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada Kapolri, Mabes Polri dan Polri seluruh Indonesia dan juga kepada masyarakat Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Sumatera Selatan khusus kepada korfopimda, ke Gubenur, Bapak Pangdam, Bapak Danrem.
Yang tentu juga ikut terlibat atau dilibatkan dalam hal ini. Kekacauan yang terjadi karena akibat kelemahan saya sebagai individu sebagai manusia biasa tentu saya memohon maaf.
Ini terjadi karena ketidak hati-hatian saya terhadap selaku individu ketika mendapat informasi dari ibu Kadinkes yang menghubungi saya karena ada sumbangan dari keluarga Akidi yang disampaikan melalui Prof dr Hardi Darmawan.
Di mana saya bersedia, mengingat dalam hal yang sama menangani covid sehingga beliau datang ke sana dan menjelaskan jika sumbangan yang diberikan kepada saya, kemudian saya tanyakan maksud dan tujuannya hanya untuk masyarakat Sumsel yang terdampak copid dan untuk kesehatan. Saat saya tanya kembali, ini untuk saya atau Kapolda Sumsel? Tapi saya selaku pribadi.
Saya mengenal Akidi khususnya almarhum serta anak menantunya Juan dan Ahok saat saya tugas di Aceh Timur, tapi untuk Heryanti saya tidak kenal,
Selama bertemu dengan Dinkes, ibu Heryanti tidak ada yang ketemu dengan saya hanya Profesor perihal sumbangan dari keluarga Akidi Tio sebanyak 2 triliun dalam bentuk cek diberikan Senin, dan saya bilang ini harus disampaikan transparan di hadapan gGbenur dan Danrem serta tokoh masyarakat, dalam acara penyerahan inilah bentuk transparansi.
Tapi sekali lagi, bahwa saya sudah mengecek ada tidak dananya, dana ada sedang diurus insya Allah senin, tapi sampai sekarang memang masih diproses dan diurus dan dananya memang belum ada.
Oleh karena itu kita sadari bahwa selepas ada tidak adanya dana itu nantinya, saya dengan kondisi saat ini saya sudah memaafkan kepada keluarga Akidi, termasuk mereka -mereka yang menghujat dan mencaci maki dan lainnya, saya mengucapkan terimakasih kepada rekan- rekan yang empati atas kejadian ini, saya sudah memaafkan semua dan berterimakasih walaupun apakah dana ini ada atau tidak.
Berikutnya saya berharap kepada semua pihak, hilangkan kegaduh- gaduhan ini, mari kita konsentrasi untuk penanggulangan covid 19 di Sumsel ini, masyarakat kita masih membutuhkan perhatian dan dukungan bersama sama dalam menangani masalah covid ini, hindari komit- komit, kita kembali konsentrasi kita harus memilih mau jadi pejuang atau mau jadi pecundang, Masyarakat membutuhkan kita dalam menanggulangi covid.
Saya berpesan kepada donatur, yang masih ingin memberikan bantuan atau sumbangan apa pun bentuknya kepada masyarakat kita jangan mundur jangan ragu atas kejadian ini percayalah kepada Kebaikan pada hari ini Tuhan yang maha esa yang akan menilai kebaikan ini.
Sekali lagi saya minta maaf atas kegaduhan ini saya pribadi dan Kapolda semoga dengan pengalaman yang luar biasa pribadi ini saya mohon maaf, kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. Tetap kobarkan kebaikan ayo sama- sama menanggulangi covid 19. (rekaman suara dikutip kembali dalam bentuk tulisan ini: ly)




