EkonomiHeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Memorabilia Uang Rupiah Tahun Emisi 2005, Upaya BI Tingkatkan Nasionalisme

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Apresiasi yang tinggi diberikan Bank Indonesia terhadap keberadaan tokoh Nasional asal Sumatera Selatan yaitu Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Hal ini diwujudkan dalam bentuk nyata yaitu gambar pada uang pecahan Rp 10.000 Tahun Emisi 2025 yang secara resmi diluncurkan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Bersama Pemprov Sumsel bertempat di Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, Kamis (3/10).

Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi Bersama Kepala Kanwil BI Perwakilan Sumsel Ricky P Gozali menandatangani Memorabilia dengan disaksikan hadirin dari berbagai kalangan khususnya para pelajar di kota Palembang. “Kita ingin memperkenalkan adat Sumsel dan diharapkan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Museum kita ini. Memorabilia uang rupiah pecahan 10.000 ini salah satu upaya yang dilakukan BI Sumsel untuk meningkatkan rasa nasionalisme melalui mata uang rupiah yang merupakan kedaulatan bangsa dan mencerminkan keberagaman di Indonesia. Suatu kehormatan suatu daerah diabadikan dalam pecahan uang rupiah, salah satunya Sumatera Selatan, ini menjadi kenangan yang luar biasa,” kata Ricky P Gozali.

Teks foto IST: Kakanwil BI Perwakilan Sumsel Ricky P Gozali.

Menurutnya, uang rupiah pecahan 10.000 ini bergambar Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II di salah satu sisinya, dan sisi lainnya bergambar Rumah Limas yang bangunan aslinya berada di Museum Negeri Sumsel.

sesuai Undang-undang, Bank Indonesia menyediakan uang yang dibutuhkan masyarakat baik dalam jumlah pecahan waktu dan kondisi yang layak edar. BI sebagai satu-satunya Lembaga yang memiliki kewenangan untuk mencetak uang, tentunya memperhatikan banyak hal di antaranya unsur kedaerahan. “Dengan dibangunnya memorabilia ini diharapkan dapat meningkatkan cinta tanah air, dan juga cinta kepada sejarah dan budaya Sumsel khususnya terhadap tokoh Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II) dan juga keberadaan Rumah Limas yang merupakan ciri khas masyarakat kota Palembang. Seperti diketahui bahwa uang pecahan Rp 10.000 diterbitkan pada Oktober 2005 hingga 2016 dan selama itu menjadi alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Republik Indonesia ini. Khusus uang pecahan Rp 10.000 bergambar Rumah Limas ini berlaku juga sama yaitu 2005 sampai 2016. Setelah itu BI kembali menerbitkan uang pecahan Rp10.000 bergambar tokoh pahlawan nasional asal Papua, Frans Kaisiepo,” tambah Ricky.

Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengapresiasi inisiatif BI terhadap keberadaan tokoh nasional SMB II dan Rumah Limas di Palembang. “Peresmian Memorabilia ini menjadi kenangan tersendiri untuk masyarakat Sumatera Selatan. Kenangan ini diwujudkan di Museum ini, di mana bangunan Rumah Limas memang berada di sini. Selain itu, dengan adanya memorabilia ini diharapkan dapat meningkatkan edukasi cinta terhadap rupiah terutama untuk generasi muda khususnya para pelajar.” Kata Pj Gubernur Elen Setiadi.

BI Perwakilan Sumsel selain menggelar Memorabilia Uang Pecahan Rupiah Rp10.000, juga menggelar Edukasi Cinta, Banga dan Paham (CBP) Rupiah yang diikuti sekitar 500 pelajar tingkat SD dan SMP di Sumsel. (saf)

.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *