Kemenkominfo Berbagi Tips “Aman” Gunakan Dompet Digital
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Era digitalisasi harus diikuti bukan ditakuti. Tentunya dengan berbagai langkah antisipasi agar menjadi sesuatu yang menguntungkan dan bukan merugikan. Fenomena cerdas menggunakan dan memanfaatkan Dompet Digital inilah yang dibidik pada kegiatan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang yang diselenggarakan Kemenkominfo RI, Kamis (5/8).
Webinar dengan moderator Astrid Anggraeni kali dengan topik “Kenal dan Pakai Aplikasi Dompet Digital” dimulai pukul 09.00 WIB dengan tetap disemangati Walikota Palembang H Harnojoyo sebagai keynote speaker. “Ikuti webinar sampai selesai dan ambil begitu banyak manfaat dengan kegiatan ini,” ujar Harnojoyo.
Kesempatan pertama berbagi ilmu dan tips diberikan kepada Nurina, AMD, RO, S.T,.SAB,.M.M yang seabrek aktivitas baik sebagai fasilitator (Fasilitator Women Will dan Gapura Digital Jakarta), maupun sebagai pemilik usaha seperti Owner Bengkel Startup dan Owner Bengkel Hardbox, Kepala Unit Studi Kewirausahaan UPI YAI, serta sebagai Master Trainer Micro Menor Asesor BNSP. Narasumber pertama ini berbagi sejumlah tips menggunakan Dompet Digital. “Secara umum Dompet Digital bisa digunakan dengan baik dan benar maka membawa manfaat yang luar biasa. Sebaliknya, hanya klak-klik saja tanpa memikirkan dampak yang lebih jauh maka ini yang namanya kebablasan,” kata Nurina.
Sebelumnya, Key Opinion Leader yang kali ini menampilkan Chika Audhika, Co – Founder & CMO of Bicara Project memberikan sejumlah tips. Chika yang sampai akhir webinar masih semangat. Dengan dipandu Astrid, Chika mengatakan Dompet Digital memang sesuatu yang harus diperhatikan. Perlu diikuti dengan uptodate dan harus semua punya. Saran Chika ini disebutkannya untuk menyiasati penggunaan lebih hemat. Transaksi betul-betul sesuai kebutuhan. “Saldo disiapkan sesuai dengan nominal yang bakal ditansaksikan. Oppo, Plystore adalah dua merek yang dipakai Chika yang dirasakannya cukup membantu aktivitas sehari-hati. Pokoknya tetap enjoy dengan merasakan manfaatnya tapi tetap pula dengan mengedepankan asas kehati-hatian dan selalu waspada,” sarannya.
Kesempatan kedua sebagai narasumber yaitu Asrul Sani, S.T, M.Kom., M.T yang merupakan Operational Manager PT. Mega Laras Lestari. Yang juga pada kesempatan ini berbagi ilmu dan tips.
Narasumber ketiga, Derriansya Putra Jaya, S.P.,M.Si , Relationship Manager Dana BRI KCU Palembang A Rivai) juga tak kalah menariknya. Situasi pandemi dan pemberlakuan PPKM pun disikapi Derriansya dengan upaya-upaya di antaranya perubahan di segala sektor, sehingga harus melakukan Transformasi dan Digitalisasi termasuk Budaya Digital dan Product/Fitur suatu Perusahaan. “Suatu perusahaan akan survive dan tumbuh berkelanjutan di Era Digital apabila terjadi transformasi dalam suatu organisasi dalam hal ini Budaya Organisasi dan pemimpin yang transformatif dalam menciptakan “Create Value” innovasi dalam bentuk Start-Up/Unicorn, yang bersifat Digital dan dapat memberikan nilai keuntungan dan keberlanjutan bagi suatu Perusahaan. Era dimana perkembangan Teknologi Digital menjadi fokus utama perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan Bisnisnya,” ujarnya.
Selanjutnya Derriansya memperkenalkan beberapa Platform Digital yang dikembangkan BRI, yang fokus pada Customer dalam menciptakan Budaya Digital di antaranya Pembukaan Rekening Tabungan Digital Saving Buka rekening zaman Now). “Pembukaan rekening bisa diakses melalui website : bukarekening.bri.co.id atau Scan QR Code di Web https://bri.co.id Pembukaan rekening tabungan berbasis website melalui handphone yang langsung terkoneksi dengan NIK (KTP) dan langsung terdaftar sebagai pengguna Akun Brimo. Ada juga, Web Pasar . Lewat Web Pasar pemerintah dan BRI mendorong pedagang menuju Go Digital. Web Pasar merupakan momentum yang tepat saat ini dalam rangka percepatan dan membantu keberlansungan UMKM untuk memasarkan produknya melalui Digital. Selain itu ada Brizzi.Adalah uang elektronik pengganti uang Tunai yang berfungsi sebagai Alat Pembayaran yang bisa dipakai untuk mambayar transaksi Belanja (Purchase) seperti pembayaran e-Toll, LRT, Parkir di Bandara dll,” demikian diuraikan Derriansya.
Dr. Maulana, S.E, M.M, Kepala Penjamin Mutu Universitas Tamansiswa Palembang yang pada kesempatan ini menyebutkan salah satu kelebihan dari E-Wallet adalah mampu mengurangi peredaran uang palsu. Pasalnya, teknologi uang digital yang disimpan pada E-Wallet masih sangat susah ditembus dari sisi keamanan. Setiap transaksi digital, baik pembeli maupun penjual juga tidak perlu memikirkan kembalian karena E-wallet bisa memotong saldo hingga jumlah desimal sesuai jumlah pembayaran. “Jika dibandingkan dengan menggunakan uang konvensional, proses transaksi menggunakan E-Wallet relatif jauh lebih cepat. Untuk membayar, pembeli tinggal Melakukan scan barcode yang sudah disediakan oleh penjual, tanpa perlu mengeluarkan dompet ataupun menghitung uang sesuai nominal yang dibutuhkan. Pernahkah Anda lupa membawa dompet ketika sudah sampai di depan kasir toko? Nah, Dengan adanya E-Wallet sahabat Qwords tidak perlu khawatir ketika lupa membawa dompet atau uang tunai saat berbelanja, karena pembayaran bisa dilakukan dengan aplikasi E-Wallet yang sudah terinstal di smartphone ,” ujar Maulana yang juga menyebutkan manfaat selanjutnya yaitu Riwayat Transaksi Lengkap. Adanya fitur pencatatan riwayat transaksi merupakan fitur menarik dari E-Wallet. Dengan adanya riwayat transaksi yang jelas, sahabat Qwords bisa lebih mudah dalam melacak setiap pengeluaran maupun pemasukan.
Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemprov Sumsel diikuti secara daring oleh 426 orang peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha, perbankan, dosen dan kalangan umum.
Untuk webinar selanjutnya diselenggarakan akan digelar tanggal 7 Agustus 2021 dengan topik Belajar Agama di Dunia Maya dengan narasumber antara lain Dr. H. Muhammad Ali, S.Ag.,M.Pd,I Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Sumsel, Hj Komariah Hawa,.M.Pd, Kepala Sekolah MAN 3 Palembang. “Adapun peserta dari kalangan pelajar, guru dan umum. Semoga banyak peserta yang bisa bergabung karena akan banyak ilmu yang diperoleh dari para narasumber,” ujar Suryati. (sf)





