Kapolda Sumsel Lepas Personil Satbrimob Polda BKO Penanganan Karhutla
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA,- 104 Personel Satbrimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) BKO Penanganan Karhutla dilepas langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S,MM, bertampat di Lapangan Sepakbola Pakri, Jumat (9/7).
Selain Kapolda Sumsel, tampak hadir Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik SH MH, Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto, Sik serta Pejabat Utama Polda Sumsel.
Personel Brimob yang ikut BKO penanganan Karhutlah sebanyak 104 orang, dimana akan di- BKO=kan di Polres Banyuasin sebanyak 50 personel dan Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 50 personel sementara 4 personel di tempatkan di Posko guna melaporkan kegiatan penugasan di satuan.”Saya melepas 100 anggota Satbrimob, untuk BKO dalam rangka Karhutla di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
Dijelaskan Kapolda Sumsel, selain menghadapi pandemi Covid – 19, Polri dalam hal ini Polda Sumsel juga mengatasi permasalahan karhutla.”Karhutla ini merupakan ancaman berikutnya setelah pandemi covid – 19, ini kita juga memberikan manfaat edukasi kepada masyarakat akan bahaya covid – 19,” jelasnya.
Selain menangani masalah karhutla, personel di lapangan juga harus dapat mensosialisasikan serta membagikan masker ke masyarakat guna mencegah penyebaran covid – 19 di tengah bertugas karhutla.
Setidaknya, Polda Sumsel masih dikatakan Irjen Pol Eko Indra Heri, pihaknya telah menurunkan dua tim dalam penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Sumsel. “Ini kedua kalinya kita menurunkan tim, bulan lalu pertama tim ke Kabupaten OI dan Kabupaten OKI, ini (personel ke Banyuasin dan Muba-red) tugasnya membentuk ketahanan kesadaran masyarakat tinggi dalam masalah karhutla,” jelasnya.
Rencananya 104 personel Satbrimob akan ditempatkan dk Polres Banyuasin dan Polres Musi Banyuasin.”Mereka akan dikoordinasikan ke Kapolres, apalagi dua wilayah ini covid – 19 nya tinggi.” ujarnya.
Polda Sumsel dalam penanganan karhutla terus melakukan pemantauan lokasi lokasi karhuta melalui Sistem Digital Songket, merupakan sistem pemantauan berbasis webgis sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pencegahan dan pendendalian kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.”Saat ini karhutla normal, kita ada Sistem Songker, situasi normal memang ada sedikit titik api tapi kita tidak boleh lengah, kalau lengah bahaya tidak bisa kita tangani,” ingatnya.
Keseriusan Polda Sumsel dalam maslahab Karhutlah, di tahun 2021 ini Polda Sumsel baru memproses 1 kasus dengan 1 orang tersangka selalu pemilik. “Ada satu yang kita tangani untuk tahun ini, yang lain masih penyelidikan, satu itu seorang warga, kalau perusahaan saya lihat belum ada,” ujarnya. (Ly).




