Jarak Pandang Di Perairan Mencapai 20 Hingga 30 Meter Kapal Bersandar
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Mengingat jarak pandang lalu lintas di perairan Sungai musi hingga ambang luar terganggu akibat kabut asap dari kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah). Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel), melaksanakan patroli dan menghimbau kepada Assist Kapat dan speedboat yang beraktifitas di perairan Sungai musi. Dengan menggunakan Kapal KP3004, Ditpolairud Polda Sumsel yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Patroli, AKBP Budi Santoso melakukan Patroli dan himbauan, di jalur jalur jasa angkutan seperti Dermaga Pasal 16 Ilir, Dermaga BKB dan Dermaga Jembatan Ampera dan ke Kapal Kapal Tengker
Patrol dan himbauan ini dilaksanakan dalam rangka antisipasi kecelakaan Kapal di perairan, mengingat beberapa hari ini di Provinsi Sumsel asap terus pekat, bukan hanyamenganggu Kesehatan akan tetapi asap tersebut dapat menciptakan kecelakaan khususnya di perairan karena jarak pandang yang terganggu. “kita melakukan patroli rutin yang ditingkatkan, mengingat cuaca yang saat ini diselimuti kabut asap akibat dari karhutbunlah, memang dari pesisir Sungai dan sepanjang Sungai musi ini dengan ambang luar tertutup kabut asap,” ungkap Dirpolairud Polda Sumsel, Kombes Pol Andreas Kusmaedi, melalui Kasubdit Patroli Air, AKBP Budi Santoso. Dikatakan AKBP Budi, selain patrol pihaknya juga melakukan himbauan kepada masyarakat pesisir dan para nahkoda atau serang kapal untuk berhati hati dalam berlayar, jika kabut asap Kapal kapal dihimbau untuk bersandar guna menghindari kecelakaan. “kita menghimbau kepada pengguna transportasi air agar berhati hati dalam pelaksanaan, kita menghimbau rekan rekan kemaritiman dan transportasi air agar tidak memaksakan kehendak apabila memang tidak memungkinkan karena jarak pandang yang dekat sekali sehingga menimbulkan laka air dan fatalitas air yang lain,” pesannya.
Dituturkan Kasubdit Patroli Ditpolaitud Polda Sumsel. Untuk saat ini kondisi pelayanan masih bisa akan tetapi para nahkoda atau serang untuk berhati hati, mengingat jarak padang berkisar 20 hingga 30 meter di waktu pagi dan sore. “untuk jarak pandang berkisar 20 meter hingga 30 meter masih bisa terlihat tapi sudah gelap, ini di waktu pagi dan sore, saat ini kondisi masih bisa dilakukan, tapi disini kita menghimbau jika jarak pandang terlihat baru boleh belayar,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran jajaran Polairud Polda Sumsel, setiap kapal besar seperti tangker mengingat kondisi perairan berkabut asap membuat jarak pandang pendek, membuat kapal harus bersandar. Dan untuk berhati hati dalam berlayar demi keselamatan diri. “Sebagian besar kapal kapal tengker saat kabut asap kapal mereka bersandar. Dan kepada mereka untuk berhati hati dalam berlayar, utamakan keselamata, gunakan navigasi dan lampu sorot” Tutur AKBP Budi. (Ly)





