HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

IYD 2023 Palembang Membawa Orang Muda Bersuka Cita, Bangkit dan Bersaksi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Senin (26/6) bertempat di Gor Dempo Jakabaring Sport City Palembang secara resmi telah dibuka. Diawali dengan parade peserta IYD 2023 dari seluruh Keuskupan di Indonesia dari wisma atelet menuju Gor Dompo Jakabaring Palembang, yang selanjutnya dilaksanakan misa pembukaan yang dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono Uskup Keuskupan Agung Palembang didampingi adalah 14 Uskup se Indonesia, 5 Vikjen mewakili Uskup yang berhalangan, 2 sekretaris Keuskupan dan puluhan imam lainnya. Dalam perayaan misa ini dihadiri oleh sekitar 2000 umat. Hadir juga biarawan dan biarawati dari berbagai tarekat, baik yang berkarya di Palembang maupun yang datang sebagai pendamping kontingen dari masing-masing keuskupan.

Selesai misa dilanjutkan dengan ucapan selamat dating melalui tarian sambut khas Sumatera Selatan, yaitu Tari Gending Sriwijaya. pementasan drama tentang kisah panggilan Bunda Maria, tarian tradisional. Acara di buka oleh Dirjen Bimas Katolik RI, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, didampingi Asisten I Gubernur Sumatera Selatan, Edward Chandra, dan Ketua DPRD Sumatera Selatan, R. Anita Noeringhati, Kepala Bappeda Sumatera Selatan, Regina Ariyanti dan Para Uskup serta Panitia.

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC selaku ketua KWI dalam sambutannya menyampaikan sapaannya kepada orang muda peserta IYD 2023 Palembang bahwaa sebagai orang muda bisa. bekerja, bisa berdoa, bisa belajar, bisa makan, bisa menyanyi, bisa menari. Namun yang tidak bisanya yaitu tidak bias diam. Tidak bisa diam merupakan tanda baik, karena hal itu menjadi identitas bagi orang muda yang identik dengan tidak diam, bergerak, hidup. Maka kalau ada orang tua yang sudah pensiun lalu bergerak ke sana ke mari dan kita berkata luar biasa punya semangat muda. Maka orang muda identik dengan bergerak. IYD III di Palembang menjadikan perjumpaan orang muda katolik guna mencari inspirasi, berdiskusi, sekaligus berekplorasi tentang pengalaman-pengalaman baik di antara orang muda bukan hanya orang Katolik, tetapi juga orang muda dari lintas agama, lintas budaya, lintas suku se-Indonesia. (darisawalistyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *