Herman Deru Salurkan  Santunan Bea Siswa Bagi 283 Penerima Manfaat  JKM dan JKK BPJS Ketenagakerjaan

* Instruksikan Badan Usaha dan Sekda Se-Sumsel Daftarkan Tenaga Kerja danHonorer  Sebagai Peserta  BPJS Ketenagakerjaan

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA  – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara simbolis menyerahkan  santunan  manfaat beasiswa untuk anak peserta Program Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Kamis (3/6).

Dimana sedikitnya, ada 283 orang yang akan diberikan manfaat beasiswa program JKM dan JKK mulai dari anak tingkat pendidikan TK hingga perguruan tinggi. Diketahui juga total santunan yang akan diberikan tersebut senilai Rp21,5 milyar.

Herman Deru mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah besar yang dilakukan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu juga dilakukan guna menunaikan komitmen  dalam memberikan jaminan kepada para pekerja yang tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan. “Ini sebagai bentuk perhatian kepada para pekerja agar semakin nyaman dalam bekerja. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan misalnya kepala keluarga mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, ada jaminan untuk keluarganya, khususnya pendidikan anak-anaknya sebagau generasi penerus,” kata Herman Deru.

Dia berpesan, agar para pelajar yang mendapatkan beasiswa JKM dan JKK BPJS Ketenagakerjaan tersebut dapat memanfaatkan santunan tersebut dengan baik. “Jadilah pelajar yang bertanggung jawab atas jerih payah orang tua. Berbekal pendidikan, pelajar harus menjadi manusia yang berguna dan tetap hormat kepada orang tua,” ujarnya.

Disisi lain, dia juga meminta agar perusahaan segera mendaftarkan para pekerjanya untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan dia juga mengistruksikan, Sekretaris Daerah baik kabupaten maupun kota di Sumssl untuk menginventalisir tenaga honorer agar didaftarkan sebagai penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. “Saya instruksikan agar Sekda segera menginventalisir honorer harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Preminya juga harus dibayarkan oleh pemerintah daerah masing-masing, tidak boleh tenaga honorer tersebut membayar sendiri,” terangnya.

Sementara untuk BPJS Ketenagakerjaan, Herman Deru mengingatkan agar terus menegakkan komitmennya untuk memberikan manfaat terbagi kepada masyarakat. “BPJS Ketenagakerjaan harus terus menegakkan komitmen seperti saat ini. Jangan sampai para pemegang polis kecewa karena tidak mendapatkan manfaat. Pemprov Sumsel sendiri akan terus mendukung dan melakukan pengawasan,” tuturnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Palembang Surya Rizal mengatakan, beasiswa tersebut merupakan tindaklanjut dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 135 tahun 2021. “Beasiswa ini mengalami peningkatan 1350 persen. Dimana yang tadinya dari Rp12 juta menjadi maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak,” katanya.

Menurutnya, peningkatan tersebut diharapkan dapat menjamin pendidikan anak yang orang tuanya mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.”Kita harapkan ini dapat menjamin pendidikan anak yang orang tuanya meninggal dunia. Pendidikan akan dijamin mulai dari TK hingga lulus kuliah,” tuturnya.

Dia merincikan, besaran bantuan beasiswa BPJS Ketenagakerjaan untuk TK dan SD senilai Rp1,5 juta, untuk SMP senilai Rp2 juta. “Sedangkan untuk SMA senilai Rp3 juta dan perguruan tinggi senilai 12 juta. Itu akan diberikan pertahun,” terangnya.

Dia pun memastikan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus konsisten memberikan bantuan tersebut. Sebab, hal itu merupakan mandat dari pemerintah. “Kita tetap konsisten dengan pelayanan ini. Negara telah memberikan mandat untuk meningkatkan kepesertaan agar semua pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga semua pekerja dapat menerima manfaat jaminan. Kita juga konsisten untuk meningkatkan akses penerima manfaat,” bebernya.

Sedangkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumsel Koimuddin menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan kepada perusahaan untuk memastikan setiap pekerja terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan. “Kita terus melakukan pengawasan jangan sampai pekerja kita di Sumsel ini tidak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan karena ini manfaatnya sangat positif,” kata Koimuddin

Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan agar semua perusahaan yang ada di Sumsel merespon agar para pekerja dapat lebih nyaman. “Ketika perusahaan tidak patuh terhadap himbauan ini, maka kita akan berikan sanksi administrasi kepada perusahaan tersebut,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *