HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

Gubernur Sumsel Lepas Kontingen Pesparani Sumsel Berangkat ke Jakarta: Target Emas

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) tak sekadar sebuah perjumpaan. Bukan hanya sebuah kegiatan seni dan kebudayaan, tapi PESPARANI juga merupakan suatu kegiatan yang sangat spiritual, Jumat (27/10) dengan transportasi darat 3 bus berangkat dari halaman gereja St Yoseph Palembang, 1 bus dari Distrik Tahata Prabumulih, dan dari Lubuklinggau Mura menuju Jakarta dilepas oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono Uskup Agung Palembang dan Pj. Gubernur Sumsel Agus Fantoni diwakili Nelson Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, M Yamin Kabag Kesra Bidang Keagamaan, Regina Kepala Bapeda Sumsel.

Mgr Harun dalam sambutannya mengatakan bahwa kebersamaan dalam keberagaman menjadi tema PESPARANI III. Provinsi DKI Jakarta menjadi tuan rumah untuk perhelatan akbar yang diikuti oleh ribuan umat Katolik yang mewakili 38 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 27 Oktober hingga 1 November 2023. Berlokasi di Jakarta International Expo dan upacara pembukaan serta penutupan di Beach City Internasional Ancol Stadium.

Dr Hendro Setiawan selaku Ketua LP3KD (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah) Provinsi Provinsi Sumatera Selatan mengatakan pada PESPARANI III mengutus sebanyak 250 peserta yang mengikuti 13 kategori lomba. Kontingen Sumatera Selatan juga didukung 35 orang yang terdiri dari pengurus LP3KD, orang tua peserta, dan Pejabat Bimas Katolik di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan yang ikut serta mendampingi selama peserta mengikuti kegiatan PESPARANI III. Kontingen Provinsi Sumatera Selatan mengikuti 13 kategori lomba yaitu: Bertutur Kitab Suci; Cerdas Cermat Rohani Anak; Cerdas Cermat Rohani Remaja; Mazmur Anak; Mazmur Remaja; Mazmur OMK; Mazmur Dewasa; Paduan Suara Anak; Paduan Suara Remaja Gregorian; Paduan Suara OMK; Paduan Suara Pria Dewasa Gregorian; Paduan Suara Wanita; Paduan Suara Dewasa Campuran.

Agus Fantoni Pj Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Nelson Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan berharap peserta dapat menghasilkan prestasi yang dapat mengharumkan Provinsi Sumsel. Dikatakan lebih lanjut: “Pesparani merupakan kesempatan untuk mengembangkan seni budaya, mendorong umat untuk berkreasi dan berekreasi lagu-lagu liturgi dalam rangka meningkatkan partisipasi umat dalam liturgi secara sadar, aktif, dan berbuah. Aktivitas seni budaya dan kerohanian umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, serta nyanyian liturgi untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap ajaran agama. Ini juga merupakan salah satu wujud kekayaan multikulturalisme bangsa Indonesia, serta sebagai ajang membangun persaudaraan sejati,” kata Agus Fantoni. (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *