BKOW Sumsel Gelar Pelatihan Branding Produk dengan Fotografi dan Videografi Menggunakan HP
- Pada Kegiatan Advokasi kebijakan dan Pendampingan kepada Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Memperdayakan pelaku UMKM dan IKM di lingkungan perempuan di Sumsel dan Kota Palembang, BKOW Sumsel kembali menggelar acara. Kali ini, BKOW Sumsel menggelar Pelatihan Branding Produk dengan Fotografi dan Videografi menggunakan HP yang digelar di Gedung Perjuangan Wanita Palembang, Kamis 15 Agustus 2024.

Teks foto: Sambutan Ketua BKOW Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya, S.Pd.
Acara ini resmi dibuka oleh Dewan Penasehat BKOW Sumsel, Ibu Melza Elen Setiadi, SE yang juga sebagai Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel.
Hadir pada acara ini selain Dewan Penasehat BKOW Sumsel, juga hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan provinsi Sumsel Ibu Desy Edward Candra, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel, narasumber Junior Zamrud Pahalmas, M.I.Kom, pada ketua dan anggota organisasi yang berada dalam naungan BKOW Sumsel serta para peserta pelatihan yang merupakan perempuan pelaku UMKM dan IKM.

Ket foto: Sambutan Dewan Penasehat BKOW Sumsel, Melza Elen Setiadi, SE sekaligus membuka acara dengan resmi.
Ketua BKOW Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya,S.Pd dalam sambutannya mengatakan Pelatihan ini sengaja digelar BKOW Sumsel melalui BIdang Hubungan Masyarakat (Humas) dilatarbelakangi beberapa hal di antaranya pentingnya peran foto atau grafis visual yang menurut data 70 persen penyumbang daya tarik seseorang untuk melihat atau bahkan membeli suatu produk. “Melihat teknologi saat ini baik kamera maupun aplikasi di smartphone semakin canggih. Sehingga foto produk dapat dilakukan melalui smartphone tentunya dengan cara-cara kreatif supaya menghasilkan gambar yang menarik,” ujar Hj Fauziah memulai sambutan.

Menurutnya, dalam praktik sebelum memasarkan produk, hal yang harus dilakukan adalah mengencarkan promosi. Promosi dilakukan guna menyebar-luaskan produk yang ingin dijual. Namun yang sering menjadi hal yang tidak diperhatikan oleh penjual adalah bagaimana promosi yang dilakukan dapat menarik konsumen dari segi porsi yang pas dalam mempromosikan produk. “Misalnya dalam pengambilan gambar produk banyak penjual sering tidak memperhatikan hal detail dan hanya sekadar jepret saja tanpa memposisikan pengambilan gambar yang pas. Sehingga hasil dari foto yang dihasilkan juga akan seadanya dan bahkan tidak menarik. Karena latar belakang inilah BKOW Sumsel mengadakan pelatihan branding produk dengan fotografi dan videografi menggunakan handphone,” tambahnya.

Ket foto: Narasumber sedang menyampaikan materi.
Pada kesempatan ini Hj Fauziah mengatakan bahwa tujuan pelatihan adalah mengenalkan masyarakat khususnya pelaku UMKM dan IKM untuk menambah pengetahuan dan wawasan berupa bentuk informasi digital yang menarik dalam dunia wirausaha. “Peserta akan memperoleh pemahaman pendalam tentang pentingnya branding produk dan strategi untuk melakukannya dengan baik pada pelatihan ini. Peserta dapat memahami teknik dasar fotografi dan videografi serta strategi pemasaran visual sehingga dapat menciptakan konten yang menarik, kreatif dan memperkuat identitas merek mereka. Banyak ibu-ibu punya usaha tapi kurang mempromosikan produk padahal promosi melalui media social sangat ekonomis. Hanya bermodal akun dan video atau foto yang menarik untuk ditampilkan di toko online atau medsos atau market place. Jika suatu brand tidak memiliki kemungkinan pembeli tidak akan tertarik untuk membeli produk kita. Padahal begitu besar manfaat dari market place maka pembeli akan tertarik hanya dengan memanfaatkan akun di toko online. Pengambilan gambar produk yang tidak diperhatikan dengan detail hanya sekadar jepret. Sehingga hasil foto juga akan seadanya bahkan tidak menarik. Melalui pelatihan saya menginginkan peserta tak hanya mendengar dan mempraktekkan tapi saya mengharap setelah pelatihan, citra dan produk UMKM akan meningkat dan usaha yang dijalankan akan terus berkembang. Bahkan melalui kegiatan ini akan menghasilkan SDM yng membuat ekonomi kreatif Sumsel akan semakin maju,” kata Hj Fauziah.

Sementara itu, Dewan Penasehat BKOW Sumsel, Melza Elen Setiadi, SE dalam sambutan sekaligus membuka acara, menyampaikan bahwa dirinya sangat menyambut baik kegiatan ini. “Saya sambut baik kegiatan pelatihan BKOW SUmsel ini untuk ibu-ibu penggerak UMKM dan IKM karena dengan mengikuti pelatihan dapat memperkenalkan dan menjadi daya jual yang tinggi dan lebih menarik.

Era digital HP sangat berpengaruh baik untuk komunikasi maupun untuk berbisnis. Salah satu penyebab jualan online menarik karena disajikan dengan menarik yaitu dukungan foto dan video. Menggunakan HP semakin banyak fitur yang bisa digunakan. Cuma kadang kita hanya untuk WA dan bertelepon. Jadi fitur-fitur tidak digunakan dengan maksimal. Dengan pelatihan seperti ini semoga bisa meningkatkan hasil produksi dan hasil jual yang bernilai tinggi. Bagi pemilik bisnis online tak ada ruginya mengikuti pelatihan ini. Agar hasil bagus berkualitas sekaligus memiliki nilai jual. Semoga melalui kegiatan ini mereka dapat memiliki ilmu dan pengalaman agar lebih baik lagi menjalankan usaha. Meningkatkan pendapatan keluarga dan bisa menjadi tiang ekonomi keluarga. Saya terima kasih kepada peserta yang meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Peserta pelatihan tampak antusias mendengarkan pemateri yang disampaikan Junior Zamrud Pahalmas, M.I.Kom dengan tema Tips dan Trik Foto dan Video dengan HP. (*)








