Dosen UTP Didik Mahasiswa Berinovasi dan Berpikir Kreatif
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Terus memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya adalah bagian dari upaya manajemen Universitas Tridinanti Palembang (UTP) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti yang dilakukan Dosen UTP dengan menggelar kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 15 Oktober 2022 pukul 13.00 WIB sampai dengan 16.00 Wib bertempat di Ruang Teknik Elektro UTP.
Muhni Pamuji,S.T.,M.M.,Dosen UTP mengatakan apa yang mereka lakukan ini adalah untuk mendidik mahasiswa untuk berpikir kreatif. “Karena tanpa kreativitas mimpi untuk menjadi entrepreneur. Di dalam berpikir kreatif itu yang perlu diketahui oleh mahasiswa harus memiliki dasar Pola Pikir Kreatif. Hal tersebut dapat membantu memecahkan masalah guna menemukan solusi. Adapun timbulnya inspirasi, ide dan gagasan baru terjadi adanya masalah dan kesulitan sehingga menemukan solusi yang inovatif menjadi nilai tambah sehingga dapat menciptakan teknologi baru dan untuk keberlangsungan hidup,” kata Muhni Pamuji,S.T.,M.M. seraya menambahkan bahwa mereka mempersiapkan mahasiswa-mahasiswi untuk terjun ke lapangan khususnya di Kelurahan Sako Kecamatan Sako dalam mempersiapkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga Dr. Yolanda S.E.,M.Si mengatakan dengan berinovasi harus berorientasi dengan pasar dan mampu menjadi nilai tambah.
“Dengan adanya Pola Pikir Kreatif dengan mengubah limbah serbuk kayu untuk dijadikan bahan bakar guna menuju ke sebuah sistem baru sehingga muncul kesempatan untuk memecahkan solusi dan produk inovatif, “ujar Dina Fitria,S.T.,M.T dan Moh.Wahyu Aminullah,S.T.,M.T..
Pada dosen ini juga didamping Mahasiswa UTP di antaranya Redi Setiawan, Kholis Masykuri,Melati Diana Sari, Shinta Febriani, Taufik Hidayat Mochamad Andra A, Wahyuni Deandra, Ahmad Husien Haykal, Ricky Al Farhan.
Sementara itu, Lurah Sako Kecamatan Sako Bapak Indi Suhanto, S.H. mengatakan limbah serbuk kayu yang dihasilkan bervariasi antara 3,5-10 kg limbah/hari. “Kami. mengajak Dosen Universitas Tridinanti agar dapat mengubah limbah serbuk kayu menjadi energi alternatif sekaligus menjadi alternatif penanggulangan limbah industri (serbuk kayu) adalah dengan memanfaatkan limbah industri (serbuk kayu) tersebut sebagai bahan baku pembuatan briket arang,” katanya. (*)







