google-site-verification: google09076e6a44bdb237.html Ditintelkam Polda Sumsel Gelar FGD Usung Tema Merayakan Perbedaan, Menguatkan Persatuan – Mediasriwijaya
HeadlineNasionalPalembangPolda SumselSUMSEL

Ditintelkam Polda Sumsel Gelar FGD Usung Tema Merayakan Perbedaan, Menguatkan Persatuan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA. – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan hari ini, Rabu (3/12/2025), menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan ratusan pemuda dari berbagai latar belakang agama, pelajar, mahasiswa, dan insan media. Kegiatan ini bertujuan strategis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Bertempat di Meeting Room Hotel Batiqa Palembang, FGD mengusung tema “Merayakan Perbedaan, Menguatkan Persatuan,” secara spesifik membahas Peran Pemuda Lintas Agama Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama.

Acara dibuka oleh Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan, KOMBESPOL HADI WIYONO, S.I.K. Dalam sambutannya, Kombespol Hadi Wiyono menekankan bahwa upaya menjaga Kamtibmas menjelang perayaan hari besar tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat keamanan. “Kerukunan adalah tanggung jawab kolektif. Kami melihat Pemuda Lintas Agama sebagai garda terdepan, sebagai Duta Kerukunan, yang mampu menangkis isu-isu intoleransi, terutama di ruang digital. FGD ini menjadi landasan kita bersama untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi,” ujar Kombespol Hadi, merujuk pada landasan hukum UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI.


Diskusi Panel menghadirkan empat tokoh kunci dari institusi keagamaan dan pemerintahan yang memberikan perspektif mendalam:
Dr. H. Kemas Badaruddin mewakili FKUB Sumsel, memaparkan materi tentang Peran FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama menyambut Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Ia menggarisbawahi strategi FKUB dalam mengaktifkan posko kerukunan bersama. “Kami mendorong Pemuda Lintas Agama untuk menjadi mata dan telinga, serta pelopor dialog damai di komunitasnya masing-masing, sebagai bentuk deteksi dini potensi gesekan sosial,” jelas Syarnubi.

Sementara itu, Rm. Dr. STEFANUS SIGIT PRANOTO, SCJ, S.S, M. Hum. dari Keuskupan Agung Palembang, fokus pada Peran Keuskupan Agung Palembang dalam penguatan wawasan kebangsaan dan promosi kerukunan antarumat beragama. Romo Sigit menekankan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan kepemudaan Katolik dan mengajak pemuda lintas agama untuk berkolaborasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Dr. KH. NUR KHOLIS, M.Ag, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumsel, membahas Peran MUI sebagai penghubung antar agama dan pemersatu bangsa untuk memperkuat Kohesi Sosial. Dr. Nur Kholis menjelaskan pentingnya konsep Ukhuwah Wathaniyah atau Persaudaraan Kebangsaan sebagai fondasi kohesi sosial. “MUI dan ulama muda harus menjadi benteng terdepan dalam menangkal narasi intoleransi dan radikalisme yang dapat memecah belah bangsa,” tegasnya.

H. Sudharmono Latief, Lc, M.Sy Koordinator Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Palembang menyajikan perspektif kenegaraan melalui materi Menjaga Keutuhan NKRI dalam perspektif kerukunan antar umat beragama.
Sudharmono menekankan bahwa kerukunan bukan hanya isu agama, melainkan pilar utama pertahanan negara. “Kesadaran bahwa kita adalah satu bangsa, satu negara, harus diletakkan di atas segala identitas primordial lainnya,” katanya.

FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemuda Lintas Agama dan lembaga terkait guna menjamin situasi Kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *