Direktur Ditintelkam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Secara Resmi Membuka Sosialisasi Narkoba Dengan Tema ‘Dengan Memerangi Narkoba Kita Wujudkan Generasi Muda Gemilang dan Berprestasi’.
PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA,- Direktur Ditintelkam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Ratno Kuncoro Sik, Msi secara resmi membuka sosialisasi narkoba dengan tema ‘Dengan Memerangi Narkoba Kita Wujudkan Generasi Muda Gemilang dan Berprestasi’. Bertempat di RM Makan Besar di Jalan Demang Lebar Daung Palembang. Kamis (24/06).
Sosialisasi ini terselengara berkat kerjasama Ditintelkam Polda Sumsel, BNN Provinsi Sumsel dan Lembaga Permasyarakatan dengan DPC Yayasan GANN Kota Palembang, yang dihadiri langsung oleh Ketua DPC Yayasan GANN Kota Palembang Syarcowie SH. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengurus Masjid, Pengurus Vihata, di Palembang, dan para pemuda pemudi.
Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro Sik, Msi. Mengatakan jika kegiatan sebagai bentuk seruan ‘jihad’ melawan narkoba, mengingat kasus narkoba di Sumsel berdasarkan data BNN Provinsi Sumsel Peringkat 2 se Indonesia, dikarenakan pelaku narkoba dengan sengaja memanfaatkan situasi pademi Covid – 19. “Kita disini untuk memberikan pelayanan akan bahaya narkoba, Sumsel ini No 2 Se Indonesia. Bahwa pelaku narkoba ini ada indikasi memanfaatkan kesibukan aparat yang selama ini sibuk dalam penanganan pada Covid -19,” ungkap Kombes Pol Ratno Kuncoro.
Sesuai seruhan ‘Jihad’ Kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel jajaran bersama BNN, Instansi terkait serta masyarakat, kembali fokus dalam memerantas pelaku narkoba demi menyelamatkan bangsa dari bahaya narkoba. “Karena mereka (pelaku narkoba) banyak beroperasi. Oleh karena itu, kita akan segera fokus. Apalagi bapak Kapolda telah mengeluarkan statement kita akan jihad melawan narkoba dan hari ini kita komitmen peran terhadap narkoba, di sini kita mengundang lintas agama, masyarakat dan generasi muda,” ujarnya.
Dijelaskan Dirintelkam Polda Sumsel, dalam sosialisasi ini pihaknya mengajak masyarakat terutama mantan mantan napi narkoba agar tidak terjerumus kembali ke dunia hitam narkoba. “pentingnya juga kita melihat bagaimana memperlakukan mantan mantan napi narkoba tidak kembali direkrut oleh bandar-bandar narkoba, supaya tidak kembali menjadi pengguna atau pengedar narkoba. Dan disini kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada gunanya menggunakan narkoba.” serunya.
Ditegaskan Kombes Pol Ratno Kuncoro, bahwa narkoba saat ini sudah masuk ke pelosok pelosok desa, jelas bahaya. narkoba menghantuhi generasi muda, untuk itu mari ‘jihad’ terhadap narkoba. “Saat ini semua kalangan sudah marak narkoba. Polisi bersama BNN sudah secara intensif, kita melihat gejalanya sudah masuk ke pelosok-pelosok ada paket hemat ada paket ini. Bahkan melibatkan aparat yang menjadi beking serta melibatkan tokoh masyarakat,” ingatnya.
Dengan maraknya peredaran narkoba di Sumsel, selain seruan ‘jihad’ tentu masalah narkoba menjadi Pekerjaan Rumah (PR) jajaran kepolisian khususnya Ditintelkam Polda Sumsel dalam memberantas peredaran narkoba.
Bahkan saat petugas melakukan tindakan tegas pengerebekab pelaku melakukan perlawanan, hingga petugas kepolisian harus bertindak tegas, hal ini membuktikan salah satu bahaya narkoba, untuk itu Polri BNN dan Masyarakat harus bersatu melawan narkoba. “itu merupakan PR tugas kita ke depan aparat bersama dukungan masyarakat bisa mengatasi permasalahan narkoba ini.” ingatnya.
Sementara itu. Muhammad Nizar, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Sumsel, menjelaskan jika situasi kondisi peredaran narkoba di Provinsi Sumsel menghawatirkan. Mengingat Sumsel berada di urutan ke dua secara nasional. “Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa Sumsel menduduki ranking kedua secara nasional. Di mana pada rangking pertama Sumatera Utara, ranking kedua Sumatera Selatan dan rengking ketiga DKI Jakarta.Ini adalah tugas kita semua untuk memberantas masalah narkoba khususnya untuk daerah kita cintai ini Sumatera Selatan.” terangnya.
Lanjut, masih dimakan beliau. Tanpa melibatkan masyarakat, BNN polri tidak bisa menyelesaikan masalah narkoba yang serius ini. “maka kami meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba seperti kata pak Dir tadi kita harus berjihad melawan narkoba ini,” ujar Nizar. (Ly).





